Perjanjian Versailles (1919)-Perjanjian Damai Yang Menjadi Pemicu Perang Dunia 2


Dengan ikut sertanya Amerika dalam Perang Dunia 1 bergabung pada  pihak  Sekutu (Inggris dan Perancis ) membuat pukulan yang telak pada blok Sentral yang dipimpin oleh Kekaisaran Jerman. Amerika adalah negara yang besar dengan potensi sumber daya manusia dan industri yang luar biasa. Mulai saat itu pihak sentral kewalahan menahan serangan gencar yang dilakukan Sekutu.

Pada tanggal 30 September 1918 Bulgaria menyerah, sebulan kemudian Turki, Ceko, Hongaria, Slavia menyerah dan disusul oleh Austria. Kegagalan  serangan musim panas Ludendorff membuat Jerman kehabisan daya. Prospek peperangan suram dan Jerman tak mampu melanjutkan peperangan lagi. Pihak militer Jerman yang tak mampu menahan beban moril akibat kekalahan mereka dalam perang ini, menyuruh pihak politisi Jerman untuk merundingkan gencatan senjata kepada pihak Sekutu.

Secara resmi Perang Dunia 1 diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Versailles antara Sekutu dan wakil dari pihak Kekaisaran Jerman. Setelah melalui enam bulan perundingan yang alot, perjanjian ini akhirnya ditandatangani. Salah satu hal paling penting yang dihasilkan oleh perjanjian ini adalah bahwa Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan harus melakukan ganti rugi /perbaikan-perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh perang ini, pada negara-negara tertentu yang tergabung dalam blok Sekutu.


Aturan yang diterapkan terhadap Jerman pada perjanjian tersebut antara lain:
-penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangganya.
-pelepasan koloni di seberang lautan dan di Afrika milik Jerman diserahkan pada pihak sekutu.
-pembatasan pasukan militer Jerman yang diharapkan dapat menghambat Jerman untuk kembali memulai perang.


Karena Jerman tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam negosiasi ini, pemerintah Jerman mengirimkan protes terhadap ketidak adilan ini dan menarik diri dari perundingan. Tetapi dibawah ancaman sekutu yang akan menyerbu Jerman, akhirnya menteri luar negeri  Jerman yang baru, Hermann Müller, setuju untuk menandatangani perjanjian ini. Di Jerman, perjanjian ini menimbulkan; keterkejutan dan rasa malu yang berperan terhadap runtuhnya Republik Weimar pada 1933, terutama karena banyak orang Jerman tidak percaya bahwa mereka harus menerima tanggung jawab penuh sebagai pemicu perang. Perjanjian ini dianggap tidak adil dan terlalu berat bagi bangsa Jerman karena isi perjanjian ini perdamaian ini; didiktekan oleh para pemenang dan secara keseluruhan menyalahkan perang kepada Jerman. 

Pada peta diatas yang berwarna kuning adalah daerah/wilayah Jerman yang harus diserahkan pada negara tetanganya,yang berwarna merah adalah Rhineland, wilayah Jerman yang tidak diperbolehkan adanya unsur militer di wilayah ini demi rasa aman negara Perancis.
Dalam Pasal 156 Jerman harus menyerahkan konsesi-konsesi Jerman di Shandong, Tiongkok kepada Jepang tetapi pihak Jepang tidak menyerahkannya kembali kepada pihak Tiongkok.

Batasan-batasan Militer

· Jumlah Tentara Jerman maksimal yang dimiliki Jerman adalah 100.000 orang saja, dan wajib militer dihapuskan
· Jumlah tentara Angkatan Laut Jerman maksimal 15.000 orang
· Jumlah kapal perang bersenjata Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 10.000 Ton)
· Jumlah kapal perang gerak cepat Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 6.000 Ton)
· Jumlah kapal penghancur (destroyer) Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 800 ton)
· Jumlah kapal torpedo Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 200 ton)
· Batasan dalam produksi senjata (Contoh: Senapan Mesin Maxim dan Senapan Gewehr 98)

Perbandingan kekuatan militer/personil Jerman dibandingkan dengan negara-negara tetangganya
 Larangan Militer
· Jerman dilarang memiliki satu buahpun kapal selam
· Jerman dilarang melakukan perdagangan senjata antar negara (Impor-Ekspor senjata)
· Jerman dilarang memiliki senjata gas beracun
· Jerman dilarang memiliki pesawat tempur
· Jerman dilarang memiliki tank dan mobil bersenjata (Artileri Darat)
· Jerman dilarang melakukan blokade terhadap kapal lain


Perjanjian Versailles dan Perang Dunia 2

Sayangnya perjanjian damai ini hanya menjadi salah satu pemicu terjadinya suatu peperangan yang lebih dashyat lagi 20 tahun kemudian (Perang Dunia 2). Karena perjanjian ini bermotifkan balas dendam kepada Jerman oleh negara Sekutu terutama Perancis yang paling banyak dirugikan karena medan peperangan Perang Dunia 1 yang merusak sebagian besar terjadi diwilayahnya.

Seperti telah dikemukakan diatas, salah satu point  perjanjian ini mengharuskan Jerman membayar ganti rugi segala kerusakan yang akibat perang ini. Harga yang harus dibayar sangat besar sekali dan harus diangsur setiap tahun dan kalau mereka tidak mampu maka negeri mereka akan diserbu oleh Sekutu. Ketentuan ini membuat rakyat Jerman selalu hidup dalam kemiskinan dan penghinaan. Pada tahun 1923, Jerman belum mampu mengangsur untuk tahun tersebut, akibatnya Tentara Perancis dan Belgia memasuki Jerman dan menduduki wilayah Industri Jerman di Ruhr, Rakyat Jerman yang hampir dikatakan tidak memiliki angkatan bersenjata hanya membalas aksi ini dengan pemogokkan massal.

Bertahun-tahun bangsa Jerman memendam kemarahan dan sakit hati karena penghinaan oleh pihak Sekutu. Kebanyakan orang Jerman  belum merasa kalah pada Perang Dunia 1 karena dalam perang ini, musuh Jerman  belum menginjakkan kakinya di wilayah Jerman (belum sedikitnya merebut wilayah Jerman). Kebanyakan orang Jerman berpikir , mereka kalah perang karena dikhianati oleh para politisi yang menandatangani perjanjian damai.

Seperti api disiram  dengan bensin, begitulah keadaan bangsa Jerman ketika Adolf Hitler muncul, Penghasut terbesar sepanjang sejarah ini mengajak bangsanya untuk merobek-robek Perjanjian Versailles. Dengan kepandaiannya berorasi, Adolf Hitler menawarkan dagangannya ini (Penolakan kepada Perjanjian Versailles )  kesana  kemari kepada bangsa Jerman dan laku keras. Sebagian besar bangsa Jerman menyambutnya dengan senang hati karena hal ini sesuai dengan  apa yang ada di hati mereka dan mereka semua mengikuti Adolf Hitler dan Partai Nazinya.

Ketika Adolf Hitler dan Partai Nazinya menjadi penguasa Jerman, pertama kali yang dilakukannya adalah mempersenjatai kembali Angkatan Perang Jerman dengan persenjataan yang modern secara diam-diam. Hal ini merupakan pelanggaran berat terhadap Perjanjian Versailles.

Ketika Jerman semakin kuat mereka mulai terang- terangan melanggar perjanjian Versailles (menduduki kembali Rhineland dan menyatukan kembali Jerman dan Austria ) dan semakin memperbesar angkatan perangnya dan memperbanyak mesin-mesin perangnya.

Jerman juga mencaplok negara Ceko, dan Sekutu tidak bisa berbuat apa-apa, karena pihak Sekutu masih trauma dan masih merasakan akan akibat yang ditimbulkan oleh suatu peperangan yang besar.

Tetapi ketika  Nazi Jerman mengincar seluruh Eropa Timur dengan menyerbu Polandia terlebih dahulu (1 September 1939) . Pihak Sekutu tak bisa tinggal diam, kesabaran mereka sudah habis (Inggris dan Perancis menyatakan perang kepada Jerman tiga hari kemudian). Secara resmi Perang Dunia 2  meletus pada hari itu .


Dua tahun kemudian (Mei 1941), Jerman berhasil membalaskan dendamnya  kepada Perancis, dengan menduduki negara ini dalam waktu yang singkat (2 minggu), hal ini benar-benar mempermalukan Perancis di mata dunia. Perancis menyerah kepada Jerman dan atas perintah Hitler , perjanjian gencatan senjatanya di tandatangani  di gerbong kereta yang sama ketika Perjanjian Versailles juga di tandatangani 22 tahun sebelumnya. Perancis dipermalukan dua kali, terbalaskan sudah sakit hati bangsa Jerman selama bertahun-tahun. Gerbong kereta yang bersejarah tersebut atas perintah Hitler kemudian diangkut ke Jerman dimasukkan ke sebuah museum di Berlin untuk dipertontonkan kepada rakyatnya, tetapi hancur tak tersisa oleh suatu aksi pengeboman udara oleh Sekutu pada tahun 1945.

Demikian riwayat Perjanjian Versailles (1919)-suatu perjanjian damai yang malahan menjadi pemicu Perang Dunia 2

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Perjanjian Versailles (1919)-Perjanjian Damai Yang Menjadi Pemicu Perang Dunia 2"

Back To Top