Republik Weimar 1919–1933


Republik Weimar adalah bentuk pemerintahan di Jerman setelah Perang Dunia I berakhir (1919) sampai dengan naiknya Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman (1933).
Pada akhir Perang Dunia I, menyusul kekalahan Jerman, Kaisar Jerman Wilhelm II diturunkan dari tahtanya dan meninggalkan negara Jerman. Bentuk pemerintahan Jerman yang sebelumnya otokrasi militer diganti dengan pemerintahan demokrasi parlementer.

Pada bulan Januari 1919, pemilihan umum diselenggarakan dan pada bulan selanjutnya Parlemen yang baru terbentuk bersidang di kota Weimar, dan bersepakat membentuk pemerintahan republik baru dengan Freidrich Ebert sebagai presiden yang terpilih. Kota Weimar dipilih sebagai tempat sidang karena kondisi keamanan ibu kota Jerman yakni Berlin yang tidak menentu akibat pergolakan politik, terutama usaha-usaha perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kubu Komunis. Karena ditetapkan di kota Weimar, maka bentuk pemerintahan Jerman yang baru ini disebut Republik Weimar. Masa Republik Weimar dapat bagi dalam 3 tahap:

1. Tahun 1919-1923-masa-masa sulit

Republik Weimar yang baru terbentuk ini menghadapi banyak masalah.Berbagai masalah yang dihadapi Republik Weimar yang baru terbentuk ini antara lain :

-a. Konstitusi yang tidak efektif
Konstitusi Republik Weimar tidak dapat menciptakan pemerintahan yang kuat dan stabil. Pasal 48 pada konstitusi tersebut membolehkan presiden untuk mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan Parlemen dalam keadaan darurat dan hal ini sering dilakukan. Parlemen Jerman terdiri dari perwakilan 28 partai tanpa ada suara mayoritas di parlemen sehingga sangat sulit dicapai kata mufakat. Sehingga parlemen tidak pernah membawa perubahan nasib rakyat Jerman. Ada 20 koalisi dalam pemerintahan dan kabinet tidak dapat bertahan lebih dari 2 tahun. Sistem politik ini membuat hilangnya kepercayaan rakyat terhadap sistem demokrasi.

-b. Pemberontakan dari Golongan Sayap Kiri (Komunis dan Sosialis).
Kondisi negara Jerman setelah Perang Dunia 1 (1919) sangat kacau. Kondisi perekonomian yang buruk membuat orang sulit untuk bertahan hidup pada masa itu. Banyak rakyat Jerman terutama kaum mudanya yang terbujuk oleh para petualangan politik yang menawarkan harapan dan janji-janji bagi penyelesaian masalah hidup mereka. Komunis,sosialis dan nasionalis saling berebut pengaruh dan membangun kekuatan. Paham komunisme menyebar luas di Jerman, menyusul suksesnya revolusi Komunis di Rusia (1917).
Pada bulan Januari 1919, 50.000 orang komunis Berlin yang menyebut diri mereka sebagai Spartacists mengobarkan pemberontakan di Berlin,dipimpin oleh Rosa Luxemburg dan Karl Leibknecht. Pemberontakan ini dapat dipadamkan dan kedua pemimpinya di bunuh.
Pada tahun 1919, Dewan Pekerja Komunis menyerukan pemberontakan di seluruh negeri, dan Pemerintahan Rakyat Komunis dideklarasikan di Bavaria. Pemberontakan komunis tersebut dapat ditumpas oleh pemerintah dengan bantuan Freikorps (korps tentara merdeka).

-c. Teror dari orang-orang dari sayap kanan.
Banyak rakyat Jerman terutama dari golongan sayap kanan (Nasionalis) yang membenci Pemerintah karena telah menandatangani perjanjian Versailles (Juni 1919):
Gerakan Kapp Putsch : pada bulan Maret 1920, sebuah brigade Freikorps memberontak dipimpin oleh Dr Wolfgang Kapp. Mereka mengambil alih Berlin dan mencoba mendudukan Kaisar Jeman ke tahtanya kembali.
Teror grup nasionalis ini membunuh 356 politikus. Pada bulan Augustus 1921 Matthias Erzberger, orang yang menandatangani gencatan senjata Perang Dunia I (kemudian disebut sebagai 'November criminal'), ditembak. Pada tahun 1922, mereka membunuh Walter Rathenau, menteri luar negeri dari partai komunis karena membuat pakta dengan Rusia.
Banyak pegawai pemerintahan–terutama para hakim–adalah orang-orang dari golongan kanan yang sangat mendambakan pembubaran Republik Weimar. Setelah gerakan Kapp Putsch gagal, 700 pemberontak diadili karena pengkhianatan; tetapi hanya 1 orang yang divonis hukuman penjara. Pada peristiwa pemberontakan Munich Putsch, Hitler hanya menjalani 9 bulan penjara.

-d.Invansi-Inflansi (krisis tahun 1923)
Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan harus melakukan ganti rugi /perbaikan-perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh perang ini, pada negara-negara tertentu yang tergabung dalam Sekutu. Pemerintah Jerman membayarnya dengan jalan mencetak uang sebanyak-banyaknya sehingga menyebabkan inflansi. Pada bulan Januari 1923, Pemerintah Jerman gagal membayar ganti rugi, hal ini menyebabkan Perancis menduduki daerah Ruhr. Penghinaan ini dibalas Jerman dengan menyerukan pemogokan besar-besaran di Ruhr dan membayar para pekerja yang melakukan pemogokan dengan mencetak lebih banyak uang lagi sehingga menyebabkan hiperinflansi. Perekonomian Jerman benar-benar terpuruk.
Pada tanggal 1 Oktober 1923 di Berlin para prajurit yang menyebut diri mereka sebagai Black Reichswehr melakukan pemberontakan dipimpin oleh Bruno Buchrucker.
Rhineland menyatakan kemerdekaanya (21–22 October).
Di Saxony and Thuringia orang-orang komunis mengambil alih kekuasaan.

2. Tahun 1923–1929

Republik Weimar dapat melalui masa-masa sulit (setelah Gustav Stresemann menjadi kanselir pada tahun 1923). Pencapaian pada masa-masa itu adalah:
· Kesejahteraan rakyat meningkat
· Keberhasilan politik luar negeri
· Kebudayaan berkembang.

3. Tahun 1929–1933

Keruntuhan Saham Wall Street 1929, bagaimanapun juga berdampak pada Republik Weimar. Republik ini yang perekonomian terlalu bergantung pada bantuan dari luar negeri (terutama dari Amerika Serikat) tidak mampu bertahan menghadapi krisis. Republik Weimar mendekati akhir kejatuhannya. Kondisi pada saat itu :
· Tingginya angka penganguran
· Partai Nazi tumbuh semakin kuat
· Pada tahun 1933, Adolf Hitler menjadi kanselir Jerman. Ketika Adolf Hitler menjadi diktator Jerman dia memproklamirkan pemerintahan barunya sebagai Reich Ketiga (The Third Reich) .

Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Republik Weimar 1919–1933"

Back To Top