Adolf Hitler Menjadi Fuhrer/Pemimpin Tertinggi di Jerman (1934)



Setelah Malam Pisau Panjang , tidak ada kekuasaan yang menjadi penghalang bagi Hitler untuk menjadi penguasa mutlak di Jerman , kecuali Presiden Jerman Paul von Hindenburg (87 tahun), yang saat itu sedang terbaring sakit dan mendekati detik-detik kematiannya di kediamannya di Prussia Timur .

Bagi Hitler, kematian Hindenburg yang akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat adalah saat yang tidak tepat bagi dirinya. Dia baru saja kehilangan dukungan dari Satuan SA-nya dan sedang membina dukungan dari para staf jenderal angkatan darat Jerman. Sekarang dia diharuskan untuk menyelesaikan masalah siapa yang akan menggantikan Hindenburg sebagai presiden kelak .

Kanselir Jerman Adolf Hitler dan  Presiden Jerman Paul von Hindenburg
Kanselir Jerman Adolf Hitler dan  Presiden Jerman Paul von Hindenburg
Hitler , tentu saja , memutuskan bahwa ia harus menjadi pengganti Hindenburg , tapi tidak sebagai presiden , tetapi sebagai Führer ( pemimpin tertinggi ) dari rakyat Jerman . Meskipun ia sudah disebut Führer oleh anggota Partai Nazi sebagai pemimpin tertinggi Partai Nazi.

Saat itu di Jerman masih ada segelintir golongan konservatif yang masih punya pengaruh yang berusaha untuk mengembalikan monarki atau mungkin semacam pemerintahan nasionalis non-Nazi setelah kematian Hindenburg. Mereka membenci demokrasi, mereka juga membenci rezim Hitler. Mereka adalah orang-orang ningrat dari era 1800an yang dibesarkan menurut tradisi jaman pangeran dan raja dan dengan aturan kehormatan leluhur. Dan mereka tahu bahwa tanah air mereka sekarang berada dalam genggaman para fanatik kejam semacam Hitler cs, seperti Himmler dan Heydrich yang tidak peduli apa-apa tentang gagasan kuno mereka.

Di antara kaum konservatif itu adalah Franz von Papen , Wakil Kanselir Jerman , yang merupakan orang kepercayaan Presiden Hindenburg. Tepat sebelum Malam Pisau Panjang, Hindenburg telah mengatakan kepadanya tentang Nazi : " Papen, segala hal akan semakin memburuk, Lihat apa yang dapat Anda lakukan. " Tapi Papen tidak mampu berbuat apa-apa bahkan ia nyaris kehilangan nyawanya sendiri terluput dari pembersihan besar-besaran Adolf Hitler..

Papen, bagaimanapun, memiliki satu jurus pamungkas terakhir yang sudah lama disembunyikannya. Kembali ke bulan April 1934, ia hampir meyakinkan Hindenburg untuk menyatakan dalam wasiatnya bahwa Jerman harus kembali ke monarki konstitusional setelah kematiannya. Hindenburg pada awalnya setuju untuk memasukkannya ke dalam surat wasiatnya, tapi kemudian dia berubah pikiran dan menuliskan hal tersebut kedalam suatu surat pribadi yang ditujukan kepada Hitler dan yang akan disampaikan setelah kematiannya .

Namun , bagi Hitler dan para pengikutnya , gagasan kembali ke monarki pada saat itu benar-benar sesuatu yang sangat menggelikan. Reichstag (Parlemen) dalam genggamannnya dan hanya masalah sepele baginya untuk menyingkirkan ide suatu negara monarki. Dia sudah menyiapkan draft undang-undang yang akan menghapuskan jabatan kepresidenan dan akan memproklamirkan dirinya sebagai Führer atas seluruh rakyat Jerman.

Sekitar pukul 9 pagi pada tanggal 2 Agustus 1934, kematian Presiden Hindenburg akhirnya terjadi sesuai dengan yang diperkiraan rakyat Jerman. Dalam beberapa jam kemudian, Reichstag (Parlemen) mengumumkan undang-undang berikut ini berikut :

1 . Kantor Kepresidenan Reich akan digabungkan dengan Kekanseliran Reich. Kewenangan yang ada dari Presiden akan ditransfer ke Kanselir Reich, Adolf Hitler. Dan dia akan memilih wakilnya.
2 . Hukum ini mulai berlaku sejak saat kematian Presiden von Hindenburg.
Secara teknis hukum tersebut ilegal karena melanggar ketentuan konstitusi Jerman mengenai suksesi presiden serta Enabling Act of 1933 yang melarang Hitler untuk mengubah kekuasaan kepresidenan . Tapi hal tersebut sudah tidak dipedulikan lagi. Tidak ada yang berani mengajukan keberatan. Hitler adalah hukum itu sendiri.

Segera setelah pengumuman undang2 tersebut, setiap perwira dan prajurit dalam angkatan bersenjata Jerman mempunyai sumpah kesetiaan yang baru :
" Demi Tuhan aku bersumpah suci : Aku akan memberikan kepatuhan tanpa syarat kepada Adolf Hitler , Führer dari negara dan rakyat Jerman, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata  dan akan selalu siap sedia sebagai prajurit yang gagah berani untuk mempertaruhkan nyawa saya setiap saat demi sumpah ini "

oath to Hitler

Belum pernah terjadi sebelumnya Angkatan Perang bersumpah setia kepada seseorang , seharusnya mereka bersumpah kepada negara atau konstitusi Jerman , seperti sumpah kesetiaan angkatan perang pada waktu2 sebelumnya . Kepatuhan kepada Hitler sekarang akan dianggap sebagai tugas suci oleh semua tentara Jerman sesuai dengan kode kehormatan militer mereka , dengan demikian membuat Angkatan Darat Jerman menjadi instrumen pribadi Führer .

Pada tanggal 7 Agustus , selama prosesi pemakaman mantan presiden Hindenburg, Jenderal Werner von Blomberg, menawarkan kepada Hitler mulai hari itu Angkatan Perang Jerman secara resmi menyebut Hitler sebagai " Mein Führer " / Pemimpinku dari pada sebutan yang seharusnya digunakan " Herr Hitler "/Tuan Hitler. Hitler segera menerima tawaran dari Blomberg itu .

Setelah masa perkabungan berakhir, Partai Nazi bersiap untuk mengadakan pemungutan suara nasional ( plebisit ) yang memberikan rakyat Jerman kesempatan untuk mengekspresikan persetujuan mereka kepada kekuasaan Führer yang baru dan dengan demikian mengesahkan posisi Hitler di mata dunia .

Sementara itu, wasiat dan keinginan terakhir dari Hindenburg disampaikan oleh Papen kepada Hitler . Di antara dokumen2 tersebut adalah surat dari Hindenburg kepada Hitler yang menganjurkan kepada Hitler agar mengembalikan kekuasaan kepada monarki di Jerman dan memanggil Kaisar Jerman dari pengasingannya . Hitler mengabaikan pesan ini dan kemungkinan besar menghancurkan surat itu , karena tidak dipublikasikan, dan belum pernah ditemukan. Isinya hanya diketahui oleh mereka berdua.

Pada tanggal 19 Agustus , sekitar 95 persen pemilih yang terdaftar di Jerman pergi ke TPS dan 90 persen memberikan suara “ya” untuk Hitler. Dengan demikian Hitler sekarang bisa mengklaim dia adalah Führer bangsa Jerman dengan persetujuan mayoritas rakyat Jerman .

Keesokan harinya , 20 Agustus, sumpah kesetiaan yang diwajibkan untuk semua pejabat publik di Jerman diperkenalkan :
" Aku bersumpah: aku akan setia dan taat kepada Adolf Hitler, Führer dari negara dan rakyat Jerman, menghormati hukum, dan memenuhi tugas-tugas resmi saya dengan sungguh-sungguh, Tuntunlah saya selalu ya Tuhan . "

Akhirnya Hitler dapat mencapai kekuasaan mutlak di Jerman (1934) .

Diterjemahkan dari The History Place

Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Adolf Hitler Menjadi Fuhrer/Pemimpin Tertinggi di Jerman (1934) "

Back To Top