Adolf Hitler Menjadi Kanselir Jerman


Banyak pemimpin Jerman pada saat itu berusaha sekuat tenaga menggagalkan ambisi Adolf Hitler untuk menjadi kanselir Jerman ,mulai dari Presiden Hindenburg sendiri, mantan kanselir Heinrich Bruening, mantan kanselir Kurt von Schleicher, dan sejumlah pemimpin lain yang namanya tak disebutkan, bahkan mantan kanselir  Franz von Papen sendiri pernah memiliki agenda untuk menjegal Hitler. Tapi suratan takdir tampaknya tak bisa diubah lagi, pada tanggal 30 Januari 1933 Adolf Hitler akhirnya menjadi Kanselir Jerman.Dan dia mendapatkan jabatan ini secara legal/sah.

Kanselir Jerman yang baru Adolf  Hitler menyapa para pendukungnya dari jendela kantor Presiden Hindenburg

Jalan yang dilaluinya tidak mudah dan penuh intrik. 

Adolf Hitler dan Presiden Paul von Hindenburg bertemu untuk pertama kalinya pada bulan Oktober 1931
Kembali ke pemilihan umum 14 September 1930: Partai Nazi menjadi Partai kedua Di Jerman dengan perolehan suara 107 kursi dari total 577 kursi (18.3%).(Partai terbesar saat itu Social Democrats: 143 kursi (24.5%). 

Adolf Hitler sebagai ketua Partai terbesar kedua di Jerman mendapat undangan dari  Presiden Paul von Hindenburg. Dalam pertemuan itu, Hindenburg ingin mengajak Hitler untuk bergabung di pemerintahan sebagai koalisi dari Republik. Hitler setuju saja, tapi dia menuntut posisi sebagai seorang Kanselir (jabatan tertinggi di pemerintahan Jerman yang setara dengan  Perdana Menteri). Tentu saja tuntutan itu ditolak oleh Hindenburg, karena saat itu Jerman sudah memiliki seorang Kanselir, dan juga Hindenburg menganggap Hitler tidak cocok berada di posisi yang tinggi sebagai Kanselir. Posisi yang ditawarkan Hindenburg hanyalah sebatas seorang menteri negara. Karena tidak ada kesepakatan, maka Hitler memilih untuk tetap menjadi oposisi.

Masa pemerintah Kanselir Bruning (1930-1932).
Heinrich Brüning
Heinrich Brüning
Dikenal akan kemampuan ekonominya yang hebat, Presiden Paul von Hindenburg mengangkatnya sebagai Kanselir Jerman pada 29 Maret 1930, berharap dia bisa mengatasi krisis ekonomi yang melanda Jerman pada waktu itu. Bruning menjadi Kanselir Jerman berdasarkan dekrit dari Presiden Hindenburg (menurut UU Jerman waktu itu ,Presiden berhak mengangkat Kanselir atau Kepala Pemerintahan walupun tanpa persetujuan Reichstag /parlemen). Banyak usaha yang dilakukannya untuk memperbaiki krisis ekonomi yang disebabkan oleh imbas dari Depresi Besar tetapi program program pengentasan kemiskinanannya tidak bisa berjalan dan Bruning tidak populer dimata rakyat Jerman. Kanselir Bruening pernah sekali mengundang Hitler kekediamannya untuk merundingkan koalisi. Tapi jawaban Hitler tetap TIDAK. Hitler bersikukuh dengan tuntutan posisi Kanselir atau beroposisi dengan pemerintahan. Sementara itu, partai-partai yang berkoalisi tidak ingin kekuasaan berpindah tangan ke Hitler dan Partai Nazi nya. Sebab mereka tahu, dengan berkuasanya Adolf Hitler, maka akan timbul kekacauan di Republik Jerman.

Pemilihan Presiden yang ke 3 (Maret 1932)
Pada tahun 1932, pemerintahan Jerman yang berkuasa dihadapkan pada satu situasi yang sulit. Jerman akan melakukan pemilihan presiden (dengan masa jabatan 7 tahun) untuk ketiga kalinya. Sedangkan Presiden Hindenburg yang menjadi simbol persatuan partai koalisi nasional sudah berusia 84 tahun, dan sudah terlalu tua untuk dipilih kembali menjalankan pemerintahan. Karena didesak oleh beberapa pihak dan tidak ada pilihan lain untuk seorang sosok pimpinan nasional, akhirnya Hindenburg bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden Republik Jerman. Hitler sendiri yang ingin melihat sampai di mana popularitasnya di mata rakyat Jerman ikut mencalonkan diri sebagai Presiden melawan Hindenburg. Hal ini menyebabkan Hindenburg hampir mundur lagi dari pencalonannya karena dirinya yang seorang mantan jenderal besar tidak sudi di tandingkan dengan Adolf Hitler yang cuma seorang mantan kopral.

Tapi saat itu ada satu isu penting tentang Adolf Hitler, yaitu masalah kewarganegaraannya. Secara resmi Hitler adalah warga negara Austria. Dan ini merupakan skandal politik paling konyol sepanjang sejarah. Bagaimana bisa seorang warga negara Austria menjadi seorang pemimpin partai di negara lain, bahkan mencalonkan diri sebagai Presiden di negara lain. Tapi masalah ini dengan cepat bisa ditangani oleh lembaga hukum Partai Nazi. Dan akhirnya Hitler tetap bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

Pada pemilihan putaran pertama pada tanggal 13 Maret 1932, calon presiden ada 4 kandidat.
- Paul von Hindenburg, bukan orang partai, memperoleh suara 18,651,497 suara (49.6%)
- Adolf Hitler, dari Partai Nazi, memperoleh suara 11,339,446 suara (30%)
- Ernst Thalmann, dari Partai Komunis Jerman, memperoleh 4,983,341 suara (10%)
-Theodor Duestenberg, dari Partai Rakyat Nasionalis Jerman, memperoleh 2,557,729 suara (6.8%)
Karena tidak ada suara yang mutlak, maka dilakukan pemilihan putaran kedua.
Pada pemilihan putaran kedua pada tanggal 10 April 1932, Hitler memperoleh suara sebanyak 36% dan Hindenburg memperolah suara sebanyak 53%. Jenderal Tua ini kembali memimpin Jerman untuk 7 tahun kedepan. Walaupun Hitler kalah dalam pemilihan presiden, tapi popularitasnya sudah tidak bisa dianggap remeh. 


Kurt von Schleicher mulai memainkan intriknya
Kurt von Schleicher
Kurt von Schleicher
Kurt von Schleicher adalah seorang jendral dari angkatan perang dan penasehat utama Presiden Hindenburg. Dia mulai memainkan intriknya untuk sebuah kekuasaan (dia berambisi untuk mencapai puncak kekuasan tertinggi Jerman).


Mencari dukungan kepada Adolf Hitler
Schleicher pergi menemui Hitler dan menanyakan Hitler apakah ia akan mendukung pemerintahannya ketika dia menjadi Kanselir. Sebagai gantinya, dekrit yang membatasi pergerakan SA (Sturm Abteilung) akan dicabut. Dan Hitler menjawab, “YA”.
Maka Schleicher mulai menyingkirkan orang-orang yang menjadi otak dibalik  undang-undang yang membekukan SA (Sturm Abteilung) yakni kanselir Heinrich Bruning dan menteri pertahanan Jendral Wilhelm Groener.
Schleicher membeberkan semua aib dari Groener yang mempunyai anak diluar nikah sehingga dalam setiap persidangan di Reichstag, Groener selalu dipermalukan oleh Herman Goring dan teman-teman Nazinya. Dan karena sering dipermalukan dan sudah kehilangan reputasinya, Groener akhirnya mengundurkan diri (setelah Schleicher berhasil membujuknya).Dan Hindenburg juga tidak mampu menahan kepergiannya.

Schleicher berperan dalam membantu Heinrich Bruning menjadi kanselir dan sekarang dia berusaha menjatuhkannya.

Langkah yang ke 3, menyingkirkan Kanselir Heinrich Bruening (penentang partai Nazi yang mengeluarkan dekrit pelarangan/pembekuan SA ). Sebenarnya Bruening sudah bekerja keras untuk memulihkan kondisi politik dan ekonomi di Jerman. Tapi kebijakannya selalu tidak menghasilkan sesuatu yg memuaskan, dan akibatnya semakin banyak pengangguran dan rakyat yang kepalaran. Sehingga Bruening disebut sebagai “Kanselir Kelaparan”.

Schleicher sering secara diam-diam menemui Presiden Hindenburg dan memprovokasi hubungan Hindenburg dengan Bruening. Pada mulanya memang Hindenburg sudah kurang menyukai Bruening, karena orang ini yang bertanggung jawab terhadap pemilihan ulang dirinya yang sudah berusia 85 tahun, dan harus melawan “Kopral Kampungan” Adolf Hitler. Sesuatu yang menurutnya sangat tidak elegan.

Dan salah satu kesalahan besar Bruening juga diungkit, yaitu estate milik salah seorang bangsawan yang bangkrut dilelang oleh dia, kemudian hasilnya dibagikan kepada orang miskin. Tindakan ini terdengar sangat Marxisme. Kemudian Bruening juga pernah melakukan koleksi dana yang cukup besar terhadap para bangsawan dan kaum industrialis, kemudian dana itu dibelikan sebuah rumah peristirahatan yang mewah untuk Hindenburg. Dan selama liburan musim panas, Hindenburg harus mendengarkan banyak keluhan dari mereka yang merasa diperas oleh Bruening.
Akhirnya pada tanggal 29 Mei 1932, Hindenburg terprovokasi juga oleh Schleicher. Dia memanggil Bruening dan menyuruhnya untuk mengundurkan diri.
Untuk menggantikan posisi Bruening, Schleicher memperkenalkan seorang bangsawan yang kurang ternama, bernama Franz von Papen yang kurang percaya diri untuk menduduki jabatan sebagai kanselir Jerman. Tapi Hindenburg menyukai Papen yang memiliki banyak kesamaan dalam hal minat, Hindenburg meyakinkan Papen untuk memikul tanggung jawab itu. 

Masa Pemerintah Von Papen (Mei 1932)
Franz von Papen
Franz von Papen
Pada bulan Mei tahun 1932, Paul von Hindenburg menunjuk Franz von Papen (anggota parlemen Jerman dari Partai Tengah /Ketua Partai Katolik Konservatif) sebagai Kanselir Jerman. Von Papen selalu berambisi untuk mengembalikan Negara Jerman ke bentuk monarki seperti semula dan mendudukan bekas Kaisar Jerman ke tahtanya kembali. Papen merombak kabinet dan memilih teman-teman bangsawannya untuk menjadi menteri (kabinet ini terkenal dengan nama kabinet Baron), tetapi orang-orang yang duduk di kementrian ini adalah orang-orang yang kurang cakap .Dan tentu saja hal ini semakin menimbulkan kekacauan dalam pemerintahannya.

Untuk memperoleh dukungan dari Partai Nazi, Von Papen mencabut larangan pembekuan SA-Sturm Abteilung (suatu kesalahan besar yang dilakukannya). Maka bagaikan harimau yang baru lepas dari kurungan besinya, Pasukan SA langsung unjuk gigi di jalanan kota-kota besar di Jerman sambil bernyanyi “Blut muss fliessen, Blut muss fliessen! Blut muss fliessen Knuppelhageldick! Haut’se doch zusammen, haut’se doch zusammen! Diese gotverdammte Juden Republik !” (Darah harus ditumpahkan! Darah harus ditumpahkan! Hancurkan, musnahkan Republik Yahudi). 
Jumlah anggota SA pada saat itu sekitar 400.000 (bandingkan dengan personil Angkatan Darat Jerman yang cuma 100.000). ksi pasukan SA ini menimbulkan keresahan yang luar biasa di seluruh Jerman. Ketika bertemu dengan orang Komunis, perkelahian selalu tidak terelakan. Dan kedua kubu ini sering terlibat baku hantam ataupun baku tembak. Korban pun berjatuhan di kedua belah pihak. Puncaknya terjadi pada tanggal 17 Juli 1932, Pasukan SA menyerbu markas Partai Komunis di kota Hamburg yang berada di provinsi Prussia. korban tewas 19 orang, dan lebih dari 300 orang terluka. 

Pemilihan umum 31 Juli 1932 dan Nazi menjadi partai yang terbesar
Walaupun Hitler kalah suara dalam pemilihan presiden, tapi efek propaganda itu membawa pengaruh besar pada Jerman. Rakyat Jerman sekarang jadi mengenal lebih banyak tentang Partai Nazi. Rakyat Jerman sudah 2 tahun menderita akibat Depresi Besar. Jutaan orang menjadi penganguran, dan ribuan bisnis lokal bangkrut. Bahkan di ibukota Berlin, orang sering berkelahi dan saling bunuh untuk merebut jatah ransum makanan bagi orang miskin. Mereka mengharapkan pemerintah yang berkuasa bisa mengendalikan situasi, tapi tampaknya pemerintahan tidak mempunyai solusi yang tegas. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai mengalihkan harapan kepada Partai Nazi dan janji politik Adolf Hitler. 
Hasil pemilihan umum Juli 1932
Nazi (NSDAP): 230 kursi (37.3%)
Catholic Centre: 98 kursi (15.9%)
Social Democrats: 133 kursi (21.6%)
Communist Party: 89 kursi (14.6% )
Total kursi di Reichstag 608 kursi 

Von papen yang tidak mendapatkan dukungan mayoritas di Reichstag mencoba mengadakan Pemilihan umum lagi (November 1932) tapi hasilnya tidak membawa perubahan apapun bagi dirinya. 
Hasil pemilihan umum 6 November 1932
Nazis (NSDAP): 196 kursi (33.1%)
Catholic Centre/BVP: 90 kursi (15%)
Social Democrats: 121 kursi (10.4%)
Communist Party: 100 kursi (16.9%)
Total kursi = 584
Dukungan partai NAZI pada pemilihan umum ini menurun sebagai akibat perilaku brutal pasukan SA-nya dan partai mulai kehabisan dana untuk kampanye. 

Pemerintahan Von Papen macet
Sistem multi partai di Jerman membawa ketidak stabilan politik dalam Reichstag dan menimbulkan pemerintahan yang tidak efektif. Tiap partai memiliki kepentingan sendiri dalam pemerintahan. Sementara itu keadaan di Reichstag semakin diperparah oleh seringnya aksi walk out partai Nazi yang dipimpin oleh Hermann Goring. Karena tidak ada kesepakatan antara partai mayoritas dengan pemerintahan yang berjalan, maka pemerintahan republik seakan tidak berjalan, dan akhirnya dibawah terkanan tanggung jawab yang besar dan posisinya yang kurang menguntungkan karena kurang mendapat dukungan dari parlemen , Papen menemui Hindenburg dan menyatakan untuk mengundurkan diri.
Dua hari setelahnya, Hitler kembali menemui Hindenburg dan menuntut jabatan Kanselir tetapi Hindenburg menolak.Beberapa hari kemudian, Hitler kembali menemui Hindenburg dan mencoba cara pendekatan yang berbeda. Dia mengemukakan beberapa data dan fakta bahwa pemerintahan republik sudah gagal, dan paham komunisme semakin menyebar di Jerman. Yang bisa mengatasi semua masalah di Jerman hanya Partai Nazi. Tapi lagi-lagi Hindenburg menolak.

Sementara itu Hitler masih memiliki amunisi lain untuk mendesak Hindenburg untuk menyetujui permintaannya. Berbagai kalangan bangsawan dan industrialis yang mendukung Hitler dan takut negara Jerman akan dikuasai golongan komunis mengirimkan surat kepada Presiden Hindenburg dan menyarakan agar Hitler diangkat sebagai Kanselir. Sebab dalam pandangan mereka Hitler adalah penyelamat Jerman di masa depan.

Hindenburg mulai dilanda kebingungan. Dia kemudian memanggil Papen dan Schleicher untuk mendiskusikan masalah ini. Papen menyarankan sebuah ide gila untuk mengambil alih kekuasaan absolut secara militer dan membubarkan Reichstag. Jerman kembali menjadi negara monarki dimana kaum bangsawan yang akan berkuasa. Partai politik akan ditekan dan dibubarkan oleh kepolisian.
Schleicher tidak setuju dengan ide perubahan sistem pemerintahan ini. Dia menyarankan dirinya diangkat menjadi Kanselir dan dia yakin bisa melemahkan Nazi dengan memecah kekuatan Nazi dalam Reichstag melalui Gregor Strasser, salah seorang pemimpin Nazi dan pendiri partai tersebut.
Hindenburg yang sudah kenyang pengalaman mencium gelagat haus kekuasaan dari Schleicher. Dia memilih menjalankan ide Papen.

Setelah ditinggalkan oleh Hindenburg, Schleicher dan Papen terlibat pertengkaran hebat dalam ruangan. Schleicher mengatakan ide Papen akan menimbulkan kekacauan besar. Dan juga Angkatan Bersenjata tidak akan mendukung ide ini karena jumlah personil mereka sangat sedikit akibat perjanjian Versailles (100.000) . Papen tidak percaya dan menemui Mayor Jendral Ott untuk meminta dukungan. Hasilnya seperti yang dikatakan oleh Schleicher.
Maka keesokan harinya Papen menemui Hindenburg dengan berlinang air mata. Dia mengatakan tidak ada pilihan lain selain membuat Schleicher menjadi seorang Kanselir. Maka terpaksa Hindenburg mempertaruhkan keberuntungan pemerintahan republik kepada pemerintahan Schleicher.

Kurt von Schleicher menjadi  Kanselir Republik Weimar yang terakhir
Pada tanggal 2 Deseber 1932, Kurt von Schleicher diangkat menjadi Kanselir Jerman. Dan sesuai dengan janjinya, dia langsung melakukan berbagai intrik untuk melemahkan Hitler dan Partai Nazi.Schleicher lalu mengadakan suatu pertemuan rahasia dengan Strasser. Dia menawarkan Strasser posisi sebagai wakil Kanselir dan departemen Kementrian Dalam Negeri. Dan tentu saja tawaran ini sangat menggiurkan bagi Strasser.Schleicher memanasi Strasser bahwa taktik yang dipakai Hitler tidak bisa sukses untuk jangka waktu panjang dan Partai Nazi sedang dia gembosi secara perlahan. Saat ini Partai Nazi mulai kehilangan banyak dukungan dan sedang menghadapi masalah keuangan. Apalagi dengan seringnya publikasi mengenai kelakuan buruk Pasukan SA, maka partai Nazi saat itu mulai redup cahayanya.Semua perkataan Schleicher sangat meyakinkan bagi Strasser. Apalagi sejak awal dia sudah mulai berseberangan dengan Hitler yang dulu memaksakan kehendak supaya diangkat menjadi ketua absolut Partai Nazi.

Dan entah bagaimana Papen bisa mendapatkan informasi ini dan mengabarkan ke Hitler. Maka pada pertemuan para pengurus Nazi di Hotel Berlin, pada tanggal 5 Desember, Hitler marah besar terhadap Strasser. Tapi Strasser malah menuduh Hitler membawa Nazi menuju ambang kehancuran dan bersikeras bahwa Nazi harus bekerja sama dengan Schleicher. Dalam perundingan itu Hitler, Goebbels, Goring dan sebagian pengurus menolak ide Strasser.Akhirnya Strasser terpaksa mengundurkan diri, beberapa orang pengurus yang setia kepada Strasser mengikuti jejaknya. Hitler cukup terpukul karenanya, karena Strasser merupakan salah seorang pengurus partai yang sangat berpengaruh. Sebelum Strasser meninggalkan ruangan, Hitler sempat mengancam untuk menembaknya ditempat. Tapi Strasser tetap berlalu dan kemudian dia pindah ke Italia.Kemudian Hitler mengangkat sekretarisnya Rudolf Heis, yang sudah membantunya menulis Mein Kampf, untuk menempati posisi yang ditinggalkan Strasser. Dan tahun 1932 berakhir dengan kesuraman bagi Hitler dan partainya. 

Giliran Von Papen memainkan intriknya.
Namun pada awal tahun 1933, Hitler masih memiliki sedikit harapan. Para bankir dan kaum industrialis yang berpengaruh tetap mengajukan surat petisi kepada Hindenburg supaya mengangkat Hitler menjadi kepala pemerintahan. Dan secara mengejutkan pada tanggal 4 Januari 1933, Papen menemui Hitler secara rahasia dan mendukung Hitler untuk menjadi Kanselir.
Tapi informasi ini segera diketahui Schleicher, dan di segera menemui Hindenburg dan menuduh Papen melakukan pengkianatan. Tapi Hindenburg percaya kepada Papen dan tidak menghiraukan Schleicher.

Sementara itu dalam pemerintahan republik, posisi Schleicher semakin buruk. Dia tidak bisa menggerakan pemerintahan karena orang-orang dari parlemen/Reichstag tidak mempercayainya karena manuver-manuver politiknya yang licik dan menghancurkan .(Nama Schleicher sendiri dalam bahasa Jerman artinya menyelinap/ahli dalam main belakang).
Schleicher yang mulai terancam kedudukannya tidak putus asa, dia kembali menemui Hindenburg dan menyerahkan sebuah proposal yang menyatakan negara dalam keadaan darurat. Reichstag akan dirombak dan pemilu akan ditiadakan. Tapi Hindenburg menolak. Dan entah bagaimana informasi mengenai proposal ini tersebar keluar dan menimbulkan kemarahan semua partai.
Karena ditekan oleh Nazi dan partai koalisi, akhirnya Schleicher mengundurkan diri.Situasi semakin memanas di Jerman karena terjadi kekosongan kekuasaan.Hitler dan para pendukungnya mengancam akan melakukan huru-hara diseluruh Jerman kalau jabatan kanselir tidak diserahkan kepadanya.
Maka di hari berikutnya, Von Papen, Oskar von Hindenburg anak dari Hindenburg, dan Hitler menemui Hindenburg dan mereka berdua mendukung Hitler menjadi kanselir. Tetapi Hindenburg Tua tetap tak bergeming dia tetap tak bisa mempercayakan pemerintahan Jerman kepada orang semacam Hitler yang cuma seorang mantan kopral dalam PD I dan seseorang yang tak teratur gaya hidupnya. 

Keadaan semakin genting-Kartu turf  Hindenburg dan Von Papen yang terakhir
Tetapi akhirnya Presiden Hindenburg yang tampaknya sudah mulai lelah dengan berbagai intrik politik yang terjadi belakangan ini ,mengadakan perundingan terakhir dengan Von Papen.Papen berhasil meyakinkan Hindenburg bahwa Hitler cuma anak kemarin sore dalam dunia politik,mereka bisa mengendalikan dan mengawasinya dengan mengangkat Von Papen sebagai wakil kanselir dan memberi jatah empat pos menteri dalam kabinetnya sebagai syarat jabatan kanselir yang dituntut Hitler.
Pada sore hari tanggal 30 Januari 1933 Presiden tua itu akhirnya memanggil Hitler ke kantornya dan Hitler menerima semua syarat-syaratnya,dengan berat hati akhirnya Presiden Hindenburg menunjuk Adolf Hitler sebagai Kanselir Jerman yang baru. Begitu berat beban yang dilepaskan Presiden Hidenburg sampai-sampai selama pertemuan tersebuat dia tak mau menatap mata sang kanselir yang baru. Hitler keluar dari kantor Hidenburg dan disambut gegap gempita oleh para pendukungnya. Sebuah era baru yang luar biasa sedang menantikan bangsa Jerman.

Presiden Hindenburg
Presiden Hindenburg dengan hati yang muram dari atas jendela kantornya sedang  menyaksikan parade perayaan Nazi atas ditetapkan Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman
Tapi ada seseorang yang menyambut momen tersebut dengan suasana yang suram, dia adalah teman seperjuangan Hindenburg dalam masa Perang Dunia I ,mantan Jendral Erich Ludendorff, yang juga bergabung dalam Munich Putsch 1923 bersama Hitler tapi telah dikianati Hitler dalam kup yang gagal tersebut.
Erich Ludendorff mengirim telegram pada Hindenburg yang bunyinya sebagai berikut : “dengan menunjuk Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman,Anda telah menyerahkan Tanah Air kita ke salah satu penghasut (demagogues) terbesar sepanjang masa. Aku ingatkan kepadamu bahwa orang jahat ini akan melemparkan bangsa kita ke dalam jurang kehancuran . Generasi mendatang akan mengutuk anda dalam kubur anda untuk tindakan ini " .

Melalui beberapa peristiwa dibawah ini , dalam 1 tahun masa jabatannya sebagai Kanselir Jerman, Adolf Hitler berhasil mengubah pemerintahan Jerman menjadi Pemerintahan Kediktaron dibawah kepemimpinannya, mengakhiri Republik Weimar dan melahirkan Reich Ketiga /The Third Reich (Nazi Jerman) suatu pemerintahan yang diramalkannya akan bertahan selama 1000 tahun.

1.Kebakaran gedung Reichstag/Parlemen oleh seorang  komunis (Maret 1933)
-Pelarangan Partai Komunis Jerman dan perburuan para simpatisan komunis di seluruh Jerman
-melahirkan Undang-Undang Enable Act -yang memberikan Adolf Hitler wewenang tak terbatas demi terjaminnya keamanan negara Jerman.

-Pendirian kamp konsentrasi untuk menahan dan menteror lawan-lawan politik Nazi terutama dari golongan komunis.
-Pendirian Gestapo dan instrumen teror Nazi lainnya (SS).

2.Peristiwa Malam Pisau Panjang-Night of the Long Knives-Juli 1934
- Hukuman mati terhadap orang-orang dari Partai NAZI (terutama dari unsur SA) yang menentangnya dan serangkaian pembunuhan terhadap mMusuh-musuh lama NAZI.
Dengan mengurangi peranan SA, Adolf Hitler mendapat dukungan penuh dari para jenderal angkatan bersenjata Jerman.

3.Kematian Presiden Hindenburg 2 Agustus 1934
-Presiden Hindenburg meninggal dalam umur 85 tahun tanpa menunjuk penggantinya atau meninggalkan surat wasiat.Oleh Hitler kekuasaan dari Presiden Reich kemudian digabungkan dengan kekuasaan dari Kanselir Reich ,sehingga sejak itu Adolf Hitler menjadi Fuhrer bagi bangsa Jerman.

itulah sejumlah peristiwa yang akan mengantarkan Adolf Hitler menjadi Diktator Jerman

Sumber utama : buku Rise of Hitler
Baca Juga

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Adolf Hitler Menjadi Kanselir Jerman"

Back To Top