Hermann Goering-dari Jagoan Udara menjadi Penjahat Perang

Hermann Goering
Petinggi Nazi ini divonis dihukum gantung sebagai penjahat perang tetapi malahan bunuh diri minum racun di selnya satu hari sebelum hari eksekusi
  Hermann Wilhelm Göring (atau "Goering") lahir di Rosenheim, Bavaria, Jerman pada tahun 1893 ,Ayahnya Heinrich Ernst Göring, adalah seorang pengacara dan pejabat tinggi kolonial (Namibia di Afrika). Karena ayahnya sering tidak ada di rumah, ia menghabiskan sebagian besar dari masa kecilnya di sebuah kastil di dekat Nuremberg, Bavaria, yang merupakan rumah ayah angkatnya yang kaya raya Hermann Epenstein, seorang Kristen berdarah Yahudi. Hermann Epenstein menjadi figur seorang ayah bagi Hermann Göring.Dia bersekolah di asrama dan kemudian masuk akademi militer, semuanya itu dianjurkan dan dibiayai oleh Epenstein.

Ace Perang Dunia I
Selama Perang Dunia I, ia awalnya bertugas sebagai seorang perwira infanteri junior, tapi penyakit arthritis parah yang dideritanya membuatnya ditarik dari garis depan. Karena dia berhasrat untuk terjun ke garis depan, ia dianjurkan untuk menjadi pilot pesawat tempur dan diterima, dan segera terlibat dalam berbagai jenis misi di udara. Ia dianugerahi medali penghargaan yang paling bergengsi Pour le Mérite pada tahun 1917. 

Hermann Goering
Hermann Goering Ace Perang Dunia I-22 Kemenangan
Pada 7 Jul 1918 ia dinobatkan sebagai komandan pesawat buru sergap Jagdgeschwader I (JG I) Freiherr von Richthofen yang melegenda , yang juga dikenal dengan sebutan "Flying Circus", setelah kematian komandan JG I ,Manfred von Richthofen ("Red Baron").Selama dalam Perang Dunia I ia mencatatkan 22 kemenangan resmi dalam duel di udara dan termasuk dalam 50 besar Ace pilot pesawat tempur Jerman di medan Perang Dunia I.Setelah Perang Dunia I, ia menjadi seorang test pilot pesawat udara dan menjadi mahasiswa di Universitas Munich dan dia tetap tercantum dalam daftar aktif militer Jerman pasca-perang. 

Bergabung dengan Parti Nazi 


Hermann Goering
Hermann dengan seragam SA
Pada tahun 1922, ia bertemu Adolf Hitler, bergabung dengan partai Nazi, dan diberi jabatan sebagai komandan SA yang pertama. Pada saat ikut dalam kudeta Nazi 1923 yang gagal, ia menderita luka parah. Dia dievakuasi ke Austria untuk menjalani pengobatan dan untuk menghindari penangkapan, dan disana, ia menjadi kecanduan morfin sebagai efek samping dari pengobatannya (obesitas di kemudian hari dalam hidupnya adalah hasil dari kecanduan ini).
Pada tahun 1927, ia kembali ke Jerman setelah ia diberi amnesti atas partisipasinya dalam upaya kudeta 1923. Pada tahun 1928, Göring terpilih menjadi anggota Reichstag dari partai Nazi dan menjadi Presiden Reichstag 1932-1933.


Pada Masa Reich Ketiga
Pada tahun 1933, ia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri Prusia dalam kabinet Hitler.; ia adalah satu-satunya anggota Partai Nazi yang dipilih oleh Hitler untuk masuk dalam kabinetnya. Dia dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab dalam insiden Kebakaran Gedung Reichstag pada Februari 1933. Pada tahun yang sama, ia menjadi Menteri Dalam Negeri dan berpangkat militer Mayor Jenderal setelah Hitler menjadi diktator Jerman. Dia kemudian ditunjuk sebagai Perdana Menteri Prusia dan Komisaris Angkatan Udara. Pada tahun 1935, dia diberi tanggung jawab untuk menciptakan kembali Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) dan pangkatnya naik menjadi Letnan Jenderal. Pada tahun 1939, ia dipromosikan ke pangkat Field Marshal (jendral bintang 5). 

Bergaya Hidup Mewah
Dalam puncak kekuasaan, Goering terkenal akan gaya hidupnya yang mewah. Melalui gajinya yang tinggi, suap, dan penyitaan properti Yahudi, ia membeli perkebunan besar, pondok-pondok berburu, dan banyak mengoleksi benda-benda seni. Dia juga memiliki sebuah kereta api pribadi yang lengkap dengan gerbong kamar tidur yang terpisah untuk dia dan istrinya dan sebuah mobil yang dapat diubah sebagai bioskop. 

Goering dan Luftwaffe
Pada malam menjelang Perang Eropa, Göring menentang invasi Jerman ke Polandia, karena ia tahu Jerman belum cukup kuat untuk melawan Sekutu . Setelah perang dimulai, Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) meraih sukses luar biasa di Polandia, Norwegia, dan Perancis. Pasukan terjun payungnya (lintas udara) juga mencapai sukses besar. Beberapa kegagalan besar yang pertama dari Luftwaffe's, juga berlangsung disekitar waktu ini. Pada akhir Mei 1940, Hitler menjadi kuatir kalau Jerman kehilangan terlalu banyak tank, memerintahkan tentara darat untuk mundur dari Dunkirk dan malahan mengandalkan Luftwaffe untuk mencegah evakuasi Sekutu dari Dunkirk, suatu tugas yang sederhana menurut Göring tapi terbukti dia tak mampu menyelesaikannya. Berikutnya ketika Battle of Britain berlangsung, ternyata Luftwaffe menderita kerugian serius sehingga tak mampu untuk menggantikan lagi jumlah kehilangan tersebut. Pada Pertempuran Stalinrad, meskipun sudah berjanji kepada Hitler, pesawatnya tetap tidak mampu untuk mensuplay tentara Jerman terkepung di Stalingrad di Rusia selatan (Desember 1941). 

Ditetapkan menjadi Penerus Hitler
Pada tanggal 29 Juni 1941, Göring ditunjuk oleh Hitler sebagai penerusnya dengan promosi pangkat Reichsmarschall suatu pangkat diatas jenderal bintang 5 yang hanya dibuat untuk dia, dan menempatkannya di atas semua pemimpin militer lainnya di Jerman.

Hermann Goering
Hermann Goering-medali penghargaannya dan tanda pangkat Reihmarshall-nya

Biang Kekalahan Jerman dalam Perang Dunia 2
Ketika perang terus berlangsung, dan pesawat-pesawat pengebom Sekutu menghancurkan kota-kota di Jerman, Luftwaffe menunjukan ketidak mampuannya untuk melawan kampanye pemboman ini. Hal tersebut akhirnya menyebabkan Hitler mulai meragukan Göring. Göring perlahan-lahan mulai mundur dalam hal membuat keputusan operasional Luftwaffe, dan akhirnya meninggalkan tugas itu kepada bawahannya. Dia mulai menyembunyikan diri di villanya yang mewah.
Banyak pejabat tingkat tinggi yang menjadi bawahan Göring , meragukan kepemimpinannya di Luftwaffe. Kolonel Jenderal Robert von Greim, misalnya, berkata kepada Otto Skorzeny pada tahun 1944 bahwa "Luftwaffe telah dimabukan oleh kemenangan-kemenangnya pada tahun 1939 dan 1940. Dan tidak memikirkan masa depannya." Dia juga melanjutkan keluhannya bahwa Göring sebenarnya sudah memiliki kesempatan untuk memulai produksi jet pada tahun 1942, tetapi ia gagal untuk mengenali potensi tersebut, sampai ketika dia menyadarinya tapi sudah terlampau terlambat.              

Mencari Tempat Persembunyian
Pada 20 Apr 1945, Göring menghancurkan rumah mewahnya dekat Eberswalde, Prussia, memuat semua hartanya (yang sebagian besar dijarah dari seluruh Eropa yang diduduki Nazi Jerman) ke dalam 24 truk besar dan beberapa gerbong kereta api. Sementara kereta api dan truk-truk itu mengangkut harta-nya ke arah barat, seluruh negaranya, termasuk angkatan bersenjata Jerman sedang menderita kekurangan bahan bakar yang parah. 

Telegram yang Membuat Hitler Murka
Pada 23 Apr 1945, Göring yang saat itu berada di Berchtesgaden di Jerman Selatan, mengirimkan telegram kepada Hitler di bunkernya Berlin ,untuk menyelidiki apakah Berlin telah jatuh dan apakah ia harus mengambil alih kekuasaan Angkatan Bersenjata Jerman untuk melanjutkan pertempuran:
"Mengingat keputusan Anda untuk tetap berada di bunker Berlin, apakah anda setuju bahwa saya mengambil alih sekaligus seluruh kepemimpinan Reich, dengan kebebasan dalam bertindak penuh di tanah air maupun di luar negeri, sebagai wakil Anda, sesuai dengan keputusan Anda Juni 29 1941? Jika tidak ada balasan yang saya diterima sampai pukul 22.00 , saya akan menganggap bahwa Anda telah melimpahkan kekuasaan anda kepada saya dan telah menganggap anda telah kehilangan kebebasan dalam bertindak, dan akan mempertimbangkan keadaan-keadaan bahwa keputusan anda telah terpenuhi , dan akan bertindak menurut kepentingan yang terbaik negara dan rakyat kita. Anda tahu bahwa saya merasa saat ini adalah saat yang paling genting dalam hidup saya. Kata-kata tidak dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran saya.Semoga Tuhan melindungi Anda, dan mempercepat Anda untuk tiba disini untuk mengatur segalanya kembali."
Setelah Hitler membaca telegram ini, dia menjadi begitu murka dan terpukul. Orang yang paling dia percayai telah mengkianatinya. Pengkianatan tingkat tinggi katanya.
Meskipun Göring telah berkonsultasi dengan banyak pemimpin top Nazi lainnya, termasuk Hans Lammers, penasehat hukum terdekat Hitler, sebelum mengirim pesan ini, namun ia masih keliru dalam memperkirakan reaksi Hitler. Hitler menaruh curiga terhadap niat Göring itu; Martin Bormann yang tidak menyukai Goering menambahkan bensin ke dalam api, meyakinkan Hitler bahwa Göring berusaha untuk merebut kekuasaan. Hitler memerintahkan agar Göring ditangkap oleh pasukan SS, dan semua pangkatnya dilucuti.

Akhir Hidupnya
Göring menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945 di Austria. Pada Pengadilan Nuremberg, ia dijatuhi hukuman mati dengan digantung karena perannya dalam "Solusi Akhir" terhadap orang Jahudi. Dia meminta pengadilan untuk memberinya kematian sebagai seorang prajurit dihadapan regu tembak, namun pengadilan menolak permintaan tersebut. Pada tanggal 15 Oktober 1946, beberapa jam sebelum pelaksanan eksekusinya, ia bunuh diri dengan menelan racun sianida.
Hermann Goering
Akhir Riwayat Hermann Goering

Sources:
Kate Moore, The Battle of Britain
Anthony Read and David Fisher, The Fall of Berlin
Otto Skorzeny, Skorzeny's Special Missions
Wikipedia


Ungkapan terkenalnya
"My Luftwaffe is invincible...And so now we turn to England. How long will this one last - two, three weeks?"
    » 1 Jun 1940 

Hermann Göring Timeline

12 Jan 1893 Hermann Göring lahir.
30 Aug 1932 Hermann Göring terpilih sebagai presiden Reichstag/Parleme.
12 Sep 1932 Sidang baru Reichstag dimulai dengan Hermann Göring sebagai ketuanya. Kanselir Jerman Franz von Papen berusaha mengeluarkan perintah untuk membubarkan Reichstag,tapi Göring pura-pura tidak melihatnya, dan dia malahan melakukan pemungutan suara yang efektif yang membuat perintah Papen untuk membubarkan Reichstag menjadi sia-sia.
22 Feb 1933 Hermann Göring membentuk pasukan pembatu polisi di Prussia, Jerman, yang anggotanya sebagian besar orang-orang SA.
24 Feb 1933 Pasukan tersebut menyerbu kantor Partai Komunis di Prussia, Jerman dan mengklaim telah menemukan dokumen yang menunjukkan Komunis sedang merencanakan pemberontakan terhadap republik Jerman.
26 Apr 1933 Hermann Göring mendirikan Gestapo sebagai unit kecil organisasi polisi rahasia di Prusia.
27 Apr 1933 Hermann Göring ditunjuk sebagai Menteri Penerbangan.
23 Jun 1933 Hermann mengeluarkan instruksi kepada polisi untuk menekan semua kegiatan dari Partai Sosial Demokrat, termasuk rapat dan badan penerbitannya , dan memerintahkan penyitaan seluruh propertinya.
12 Jul 1934 Hermann Göring, sebagai Presiden Reichstag, mengumumkan bahwa Adolf Hitler diatas hukum.
1 Apr 1935 Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) didirikan kembali dengan Hermann Göring sebagai Komandannya.
10 Apr 1935 Hermann Göring menikahi istri keduanya, Emmy Sonnemann. Pengabdiannya kepada istri pertamanya, Countess von Carin Kantzow (meninggal 1931) dan istri keduanya Emmy dicatat sebagai kelemahannya oleh Nazi.
9 Sep 1936 Pada rapat umum tahunan partai Nazi, Hitler mengumumkan rencana empat tahun untuk kebangkitan ekonomi dan militer di bawah pengawasan Hermann Göring. Hjalmar Schlat, Menteri Ekonomi Reich, merasa terhina karena tidak diberitahu rencana tersebut sampai diumumkan ke publik.
18 Oct 1936 kedua Rencana Empat Tahun disahkan menjadi undang-undang, yang memberikan Göring wewenang untuk menghilangkan hambatan politik atau institusional demi tercapainya rencana tersebut .
17 Dec 1936 Dalam sebuah pertemuan rahasia, Hermann Göring berkata kepada para pemimpin industrialis Jerman yang terkemuka bahwa Jerman yang sedang mempersiapkan suatu peperangan yang besar.
16 Apr 1939 Hermann Göring bertemu dengan Benito Mussolini di Roma, Italia.
23 Jun 1939 Hermann Göring mengepalai Dewan Pertahanan Reich untuk rencana mobilisasi total negara dalam menghadapi peperangan.
Menteri Ekonomi Walther Funk menawarkan ide untuk menggunakan tahanan perang dimasa mendatang sebagai buruh kerja paksa, sementara kepala SS Heinrich Himmler menawarkan tahanan di kamp-kamp konsentrasi untuk tujuan yang sama.
31 Aug 1939 Hermann Göring menjamu Duta Besar Inggris Nevile Henderson dan pengusaha Swedia Birger Dahlerus di rumahnya di Berlin, dalam upayanya yang terakhir untuk terciptanya perdamaian di Eropa.
7 Nov 1939 Hermann Göring bertemu dengan wartawan Amerika di Kedutaan Soviet di Berlin, dan mengejek kualitas dan kuantitas dari pesawat buatan AS yang akan segera tiba di Inggris.
3 Mar 1940 Hermann Göring bertemu dengan Wakil Sekretaris Negara AS Sumner Welles di Berlin.
5 Mar 1940 Hermann Göring mengeluh bahwa ia tidak diajak untuk konsultasi dalam perencanaan invasi Norwegia.
19 Jul 1940 Hermann Göring dipromosikan ke peringkat Reichsmarschall, suatu peringkat yang diciptakan untuknya sehingga dia akan mengungguli semua pangkat Jenderal di bidang militer.
5 Nov 1940 Hermann Göring mengeluarkan perintah untuk menjarah harta karun seni di museum Louvre di Paris, Prancis, yang akan didistribusikan kepada museum Jerman dan koleksi pribadi dari para pemimpin Nazi, dengan porsi yang besar untuk dirinya sendiri.
23 May 1941 23 Mei 1941 Hermann Göring memerintahkan penjarahan dan penghancuran pusat-pusat industri Soviet ,karena penduduk Soviet yang akan ditaklukkan akan dijadikan buruh rendahan bagi industri Jerman.
2 Jun 1941 Mengingatkan akan kampanye yang sukses di Crete, Yunani, Göring membual bahwa tidak ada sebuah pulau yang tak terkalahkan, mengisyaratkan nasib yang sama untuk Inggris. Adapun pembunuhan pasukan payung Jerman oleh warga sipil di Crete, Göring resmi memerintahkan pembalasan yang akan dilakukan seolah-olah pembunuh-pembunuh tersebut adalah
para pejuang partisan.
26 Jun 1941 Hitler seara resmi menunjuk Göring sebagai penggantinya.
6 Feb 1942 Hermann Göring berangkat Roma, Italia. Galeazzo Ciano mencatat dalam buku hariannya bahwa selama kunjungan ini, Göring terlihat mengenakan perhiasan dan mantel bulu yang mahal.
20 Apr 1945 Göring menghancurkan rumah mewahnya dekat Eberswalde, Prussia, memuat semua hartanya (yang sebagian besar dijarah dari seluruh Eropa yang diduduki Nazi Jerman) ke dalam 24 truk besar dan beberapa gerbong kereta api. Sementara kereta api dan truk-truk itu mengangkut harta-nya ke arah barat, seluruh negaranya, termasuk angkatan bersenjata, menderita kekurangan bahan bakar yang parah.
23 Apr 1945 Di Berlin, Adolf Hitler mencatat bahwa, ketika Jerman akan kalah perang, Reichsmarschall Hermann Göring menjadi orang yang lebih pantas untuk merundingkan persyaratan perdamaian. Göring, yang berada di Berchtesgaden di Jerman selatan, dibuat sadar akan fakta ini. Setelah berkonsultasi dengan Hans Lammers dan pejabat pemerintah senior lainnya, Göring mengirimkan telegram kepada Adolf Hitler di Berlin, menurut keputusan Hitler tertanggal 29 Jun 1941, Göring akan mengambil kekuasaan atas Jerman jika Hitler tidak bisa membalas telegram tersebut setelah lewat tengah malam. Pesan ini didistorsikan oleh Martin Bormann seolah-olah Göring haus akan kekuasaan. Hitler menjadi marah yang pada awalnya memerintahkan Göring untuk menyerahkan semua posisinya , tapi Bormann meyakinkannya agar Hitler mengeluarkan perintah penangkapan Goering.
9 May 1945 pemimpin Nazi Jerman Hermann Göring menyerah kepada pasukan AS di Jerman selatan.
15 Oct 1946 Dua jam sebelum eksekusi yang dijadwalkan, Hermann Göring bunuh diri.

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Tokoh Axis
0 Komentar untuk "Hermann Goering-dari Jagoan Udara menjadi Penjahat Perang"

Back To Top