Joseph Goebbels-Mastermind Reich Ketiga


Dialah yang bertanggung jawab dalam mengatur cara hidup dan kebudayaan orang Jerman selama dua belas tahun kekuasaan Nazi (1933-1945).

Joseph Goebbels
Joseph Goebbels
Joseph Goebbels dilahirkan pada tahun 1897 dalam sebuah keluarga Katolik yang taat. Ayahnya bekerja sebagai staff administrasi dari sebuah pabrik di Rheydt, Rhineland. Ia menjalani pendidikan di sebuah sekolah Katolik dan melanjutkan studi sejarah dan sastra di University Heidelberg.

Ditolak untuk dinas militer selama Perang Dunia I karena cacat pada kakinya dan jalannya sedikit pincang sebagai akibat pernah terserang penyakit polio ketika masih anak-anak.Dan perasaan akibat fisiknya yang kurang sempurna ini menyiksanya selama sisa hidupnya.(Goebbels berbadan kecil,berambut hitam, berjalan sedikit pincang sangat kontradiksi dengan gambaran Ras Arya yang unggul yang selalu dia kumandangkan sewaktu rezim Nazi berkuasa). Kelak kemudian hari ia selalu mengarang cerita bahwa ia sebenarnya pernah bertugas di medan perang, dan cacat pada kaki kanannya karena luka di medan perang.


Setelah Perang Dunia I usai, dia bekerja sebagai pegawai bank dan penelepon di bursa saham, pada masa itu Goebbels sangat dipengaruhi oleh karya-karya penulis anti-Semit Houston Stewart Chamberlain. Joseph Goebbels meraih gelar Ph.D. dalam sastra dan filsafat dari Universitas Heidelberg pada tahun 1921 dan menjadi seorang jurnalis. Dia berusaha untuk menjadi seorang penulis , tetapi ambisinya tidak pernah berhasil ; novelnya tidak pernah diterbitkan sampai tahun 1929, dan tidak ada naskah drama yang ditulisnya yang dipentaskan.

Bergabung dengan Partai Nazi
Pada tahun 1924 ia bergabung dengan Partai Nazi karena kekagumannya akan sosok kepemimpinan Hitler. Pada tahun 1925, ia menjadi editor untuk koran Nazi "National-sozialistische Briefe". Kemampuannya untuk memutarbalikan kebenaran demi kepentingan Partai Nazi membuatnya mendapat posisi yang istimewa, dan ia dengan cepat menjadi salah satu tokoh terkenal dalam partai tersebut. Pada Oktober 1926, Hitler menunjuk Goebbels sebagai Gauleiter (ketua cabang partai Nazi) Berlin, di mana ia menggunakan seluruh bakatnya dalam propaganda di kota itu. Dengan menggunakan kepala polisi Yahudi Bernhard Weiss sebagai target, ia meluncurkan kampanye propaganda secara total. Ketika ia diberitahu seorang temannya bahwa Weiss adalah seorang nasionalis tulen dengan catatan militer yang tanpa cacat, Goebbels mengakui bahwa ia tidak memiliki masalah dengan Weiss: serangan-serangan itu sepenuhnya hanya untuk kepentingan propaganda, untuk menempatkan Partai Nazi agar terus-menerus menjadi berita dan sorotan diseluruh negara Jerman. Sementara ia menjabat sebagai Gauleiter Berlin, ia juga menjadi seorang orator yang hebat, memainkan sentimen publik untuk memperoleh lebih banyak dukungan kepada partai.

Magda Goebbels
Magda Goebbels
Pada tahun 1931, dengan upacara gereja, Goebbels menikah dengan Magda Quandt seorang janda beranak satu. Meskipun begitu ia tidak melepaskan hobbinya yang suka main perempuan, buku hariannya mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak hubungan dengan wanita, baik sebelum atau setelah dia menikah.

Pada tahun 1928, Goebbels termasuk di antara sepuluh anggota Partai Nazi yang terpilih menjadi anggota Reichstag. Dan pada bulan April 1930, ia diangkat sebagai kepala propaganda Partai Nazi oleh Hitler. Antara 1930 dan 1933, ia mengatur serangkaian kampanye Hitler yang sukses, menata penampilan Hitler dalam tour kampanyenya yang dramatis dengan pesawat pribadi yang disewa berkeliling seluruh Jerman. Goebbels jugalah yang merintis penggunaan radio dan bioskop untuk kepentingan kampanye.

Menjadi Menteri Reich Ketiga
Pada 30 Jan 1933, Hitler diangkat Kanselir Reich Jerman, dan pada 13 Maret Goebbels ditunjuk sebagai Menteri Reich untuk Pencerahan Publik dan Propaganda. Pada tanggal 1 Mei, ia mengadakan parade besar-besaran pada "Hari Buruh Nasional"; acara ini tercatat sebagai akhir dari gerakan serikat buruh Jerman.

Pada tanggal 10 Mei 1933 , ia memimpin gerakan pembakaran 20.000 buku yang ditulis oleh penulis Yahudi atau yang anti-Nazi. Dalam posisinya sebagai Menteri Reich untuk Pencerahan Publik dan Propaganda, ia mulai mengendalikan semua aspek hidup bangsa Jerman, termasuk seni, musik, sastra, dan media massa, menyebabkan seniman Yahudi dan penulis Yahudi keluar (beremigrasi) dari Jerman secara massal.

Tidak lama kemudian semua surat kabar Jerman, buku, novel, drama, dan media lainnya berada dibawah pengawasan dan sensor kementriannya. Dengan anggaran yang besar, ia mampu untuk menyuap seniman yang mau bekerja sama dengan kebijakan Partai Nazi dan mengancam dengan kekerasan para seniman yang tidak sejalan dengan kebijakan Partai Nazi. Dia berargumen bahwa dengan mengendalikan seni, sastra, dan bentuk-bentuk budaya Jerman, ia membawa sebuah mobilisasi spiritual dari orang-orang Jerman. Beberapa kebijakannya ada yang menuruti selera dari Hitler; misalnya, musik Paul Hindemith dilarang oleh kementriaannya hanya karena Hitler tidak menyukainya.

Keluarga Goebbels ,pemuda yang berseragam militer adalah anak magda dari pernikahan sebelumnya
Pada akhir 1930-an, Goebbels mulai kurang mendapat perhatian dari Hitler karena persiapan perang yang sudah dimulai, dan propaganda tampaknya telah kehilangan nilainya. Mungkin untuk mempertahankan posisinya di lingkaran dalam Hitler, Goebbels mendapat pikiran bahwa sentimen Anti Yahudi tak pernah basi, dan sekarang ia akan melaksanakan rencananya. Masih memegang posisinya sebagai Gauleiter di Berlin, ia mulai menerapkan kebijakan yang memaksa kaum Yahudi untuk keluar dari bisnis dan melarang warga Yahudi menggunakan transportasi umum. "Orang-orang Yahudi harus keluar dari Jerman, kalau perlu dari Eropa sekalian ", tulisnya di buku hariannya yang tertanggal Nov 1937.

Otak dibalik "Kristallnacht" (Malam Kaca Pecah)
Pada November 1938, seorang pemuda Yahudi, Herschel Grynszpan, menembak diplomat Jerman Ernst vom Rath di Paris, Perancis, dan Rath meninggal akibat luka-lukanya beberapa hari kemudian. Goebbels meminta persetujuan Hitler untuk meluncurkan kampanye propaganda besar-besaran sebagai aksi balas dendam terhadap orang-orang Yahudi yang ia tahu akan berujung pada kekerasan. Maka terjadilah peristiwa "Kristallnacht" (Malam Kaca Pecah) yang memakan korban jiwa sedikitnya 90 orang atau mungkin sampai 200 orang, sementara itu ribuan rumah-rumah ibadat dan tempat usaha kaum Yahudi rusak atau hancur. 30.000 orang Yahudi juga dikirim ke kamp-kamp konsentrasi. "Seperti yang diharapkan, seluruh negara Jerman menjadi gempar", tulisnya.

Affair dengan aktris Ceko
Pada tahun 1937, Goebbels menjalin affair dengan aktris Ceko Lida Baarová, tetapi setahun kemudian diketahui oleh istrinya Magda Goebbels, dan dia mengadukan Goebbels kepada Hitler.
Lida Baarová
Lida Baarová
Hitler memerintahkan Goebbels untuk mengakhiri hubungan tersebut, tapi Goebbels menanggapinya dengan menyerahkan surat pengunduran diri. Hitler menolak permohonannya untuk mengundurkan diri. Pada 15 Oktober, ia mencoba bunuh diri tapi gagal, Hitler yang sedang marah karena hal tersebut, memerintahkan Heinrich Himmler untuk mendeportasi Baarová ke Cekoslowakia. Meskipun kejadian ini merusak hubungan antara Hitler dan Goebbels tapi tidak menyurutkan hobbinya yang suka main perempuan.

Pada tahun-tahun yang mengarah kepada Perang Dunia 2, Goebbels berperan dalam penggunaan propaganda untuk mengubah kemauan bangsa Jerman yang lebih suka untuk hidup damai menjadi bangsa yang siap untuk berperang.

Sebelum aneksasi/pencaplokan wilayah Sudetenland dari negara Cekoslovakia, ia menggunakan saluran-saluran propagandanya untuk membangkitkan simpati kepada orang-orang Jerman Sudeten dan membangkitkan kebencian terhadap orang-orang Ceko.

Sebuah kampanye yang mirip juga diluncurkan untuk melawan rakyat Polandia, dari Mei 1938 dan seterusnya ia secara kontinyu menerbitkan kisah-kisah tentang kekejaman orang-orang Polandia terhadap etnis Jerman di Polandia dan di Kota Danzig.

Total War
Setelah Perang Dunia 2 meletus pada bulan September 1939, Hitler menjadi asyik dengan masalah-masalah militer, sehingga dia lebih sedikit berpidato dan jarang tampil di depan publik, dan Goebbels mengisi kekosongan tersebut. Pada tanggal 18 Februari 1943, ia menyampaikan pidato yang mengajak Jerman untuk melakukan Perang Total ,mendesak orang-orang Jerman untuk mengabdikan diri mereka sepenuhnya dalam peperangan, memperingatkan bahwa kekalahan Jerman akan berarti kehancuran peradaban barat di tangan orang-orang Yahudi dan komunis.

Goebbels mendukung pengiriman orang-orang Yahudi ke kamp-kamp konsentrasi dan ghetto- ghetto ke wilayah timur, dan mendorong orang-orang Yahudi di wilayah hukumnya, Berlin, yang akan dikirim terlebih dahulu.

Menjadi Reich Plenipotentiary for Total War
Pada tahun 1944, ketika situasi semakin memburuk di home front (medan peperangan yang ada wilayah Jerman sendiri), Goebbels dan Speer sekali lagi berusaha untuk menggulingkan Göring dalam hal kekuasaan untuk menjalankan urusan di dalam negeri . Hitler akhirnya setuju dengan mereka dan di bulan Juli 1944, menunjuk Goebbels sebagai Pejabat Reich yang Berkuasa Penuh untuk Perang Total (Reich Plenipotentiary for Total War) , sehingga di tahun-tahun terakhir perang, home front Jerman berada di bawah kendali Goebbels, Speer, dan Himmler; meskipun Bormann tetap menjadi musuh politiknya. Tetapi ia menyerah bersaing melawan Bormann menjelang akhir tahun 1944.

Goebbels menyalami seorang anggota Hitlerjungen (Pemuda Hitler) yang menjadi  Pasukan Homefront

Selama peristiwa Plot Juli 44 yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan Hitler, ia mampu mempertahankan komunikasi langsung dengan Hitler, sehingga mampu meyakinkan komandan garnisun Berlin Otto Ernst Remer untuk bertindak melawan para konspirator.

Menjelang peperang berakhir, ketika garis pertahanan Jerman terdesak kembali ke perbatasan negaranya sendiri, ia terus memproduksi propaganda, berusaha membujuk rakyat Jerman untuk terus berjuang dan terus berproduksi selama kemenangan masih mungkin terjadi . Ia mengatakan, dalam pidatonya,
“Jarang dalam sejarah terdapat orang-orang pemberani yang berjuang untuk hidupnya yang sedang dihadapkan pada cobaan yang mengerikan seperti bangsa Jerman dalam peperangan ini .... Penderitaan yang diganjarkan bagi kita semua, kesedihan yang tidak pernah berakhir, segala ketakutan, dan siksaan batin yang tidak perlu harus dijelaskan secara rinci. Kita menanggung beban yang berat karena kita berjuang untuk tujuan yang mulia, terpanggil dengan gagah berani dalam menanggung resiko pertempuran demi mencapai kejayaan.”

Battle of Berlin
Ketika pasukan Rusia mendekati Berlin, Goebbels menentang gagasan bahwa Hitler harus meninggalkan Berlin (dan membangun markas baru di Bavaria untuk melanjutkan peperangan) dengan alasan bahwa pertempuran terakhir harus dilakukan di Berlin, dan sepertinya hal ini memiliki pengaruh pada keputusan Hitler untuk tetap tinggal di Berlin. Dia membuat proklamasi kepada rakyat Berlin pada 23 April 1945.
“Saya meminta kalian untuk berjuang bagi kota kalian. Bertarung dengan segala sesuatu yang Anda punyai, demi istri dan anak-anakmu, demi ibu dan orang tuamu. Kalian akan membela segala sesuatu yang pernah kita miliki dan juga semua generasi yang akan datang setelah kita. Jadilah bangga dan berani! Jadilah inovatif dan pintar! Gauleiter kalian berada di antara kalian. Dia dan rekan-rekannya akan tetap berada di tengah-tengahmu. Istri dan anak-anaknya di sini juga. Ia, yang pernah merebut kota dengan 200 laki-laki, sekarang akan menggunakan segala cara untuk membagun pertahanan ibukota. Pertempuran untuk Berlin harus menjadi sinyal bagi seluruh bangsa untuk bangkit dalam pertempuran.”

Kanselir Reich Ketiga menggantikan Hitler
Sesuai dengan perkataannya, Goebbels dan keluarganya pindah ke bunker Hitler di bawah Istana Kekanseliran. Pada 30 Apr 1945, Hitler melakukan bunuh diri setelah meninggalkan surat wasiat, yang disaksikan oleh empat orang, salah satunya adalah Goebbels. Di dalamnya, Hitler menunjuk Goebbels sebagai Kanselir Jerman yang baru . Satu-satunya tindakan yang dilakukan Goebbels dalam kapasitasnya sebagai Kanselir Jerman yang baru adalah memerintahkan Jenderal Hans Krebs untuk menyampaikan surat kepada Jenderal Rusia Vasily Chuikov dalam upaya untuk menegosiasikan penyerahan bersyarat, mengisyaratkan bahwa Jerman dan Rusia mungkin bisa bekerja sama melawan ancaman masa depan dari Sekutu Barat , tapi perintah ini ditolak.

Bunuh Diri Setelah Membunuh Anak-Anaknya
Segala harapan telah hilang, dan ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri, yang bertentangan dengan perintah Hitler.
"Sangat disayangkan bahwa orang seperti itu (Hitler) tidak ada bersama kami lagi", katanya. "Bagi kami, semuanya sudah sirna sekarang dan satu-satunya jalan yang tersisa bagi kita adalah jalan yang dipilih Hitler. Aku harus mengikuti teladannya."
Pada tanggal 1 Mei, ketika Laksamana Muda Hans-Erich Voß meninggalkan Berlin, ia berusaha untuk meyakinkan Goebbel untuk meninggalkan Berlin juga, tapi saran ini ditolak. "Seorang kapten tidak boleh meninggalkan kapalnya yang sedang tenggelam", Goebbels menjawab,
"Saya telah memikirkan semuanya itu dan memutuskan untuk tinggal di sini. Aku tidak punya tempat tujuan untuk mengungsi dan dengan adanya anak-anak saya yang masih kecil ,saya tidak akan berhasil keluar dari kota ini ."
 Stumpfegger
dr.Stumpfegger
Pada jam 20.00, ia memerintahkan dokter SS Helmut Kunz untuk memberi minum anak-anaknya (6 orang) dengan morfin; setelah anak-anak menjadi tidak sadar, mereka diberi racun sianida lewat mulut oleh Magda Goebbels dan dokter pribadi Hitler, Stumpfegger.

Beberapa memar ditemukan di tubuh anak sulungnya, Helga, menunjukkan bahwa dia tidak mungkin meninggal dengan tenang sebagaimana yang dimaksudkan. SS Oberscharfuehrer Rochus Misch, pengawal Adolf Hitler, kurir, dan operator telepon, berada di bunker Hitler selama hari-hari terakhir tersebut , seperti yang dicatat selama wawancara pada 2009 dengan wartawan BBC Steven Rosenberg. Rochus Misch ingat :

Rochus Misch
"Segera setelah kematian Hitler, Ny Goebbels turun ke bunker bersama anak-anaknya .... Dia mulai mempersiapkan untuk membunuh mereka. Dia tidak bisa melakukan itu di atas bunker karena disana pasti ada banyak orang yang akan menghentikannya. Itu sebabnya dia turun ke bunker - karena tidak ada orang lain yang diizinkan masuk ke dalam bungker. Dia datang dengan tujuan untuk membunuh mereka .... Anak-anak berada tepat di depan saya dan di belakang saya. Kita semua tahu apa yang akan terjadi. Itu jelas. Saya melihat dokter Hitler, Dr Stumpfegger memberikan anak-anak sesuatu untuk minum. Beberapa jenis minuman manis. Kemudian Stumpfegger pergi dan membantu untuk membunuh mereka. Kita semua tahu apa yang sedang terjadi. Satu atau dua jam kemudian, Mrs Goebbels keluar menangis. Dia duduk di meja dan mulai berakting seperti tidak terjadi apa-apa.

Jenazah Anak-anak Joseph Goebbels dikeluarkan dari bunker Hitler
Tak lama setelah itu, Goebbels dan istrinya keluar bunker dan berjalan ke taman di atas bunker di mana mereka melakukan bunuh diri. Rincian yang tepat tidak diketahui, meskipun kemungkinan bahwa Magda Goebbels mengambil pil sianida, sementara Joseph Goebbels bunuh diri dengan pistol. Tubuh mereka dibakar tetapi karena kurangnya bensin, sisa-sisa tubuh Goebbels  hanya sebagian yang hancur, yang dengan mudah diidentifikasi (dikenali dari logam penyangga kakinya  dan badge Party Nazi). Sisa-sisa dari jenazah keluarga Goebbels dikremasi pada tahun 1970, dan abunya dibuang kesungai Elbe.

Warisan Dr. Joseph Goebbels
 Dr. Joseph Goebbels meninggalkan catatan harian yang utuh selama ia menjadi pejabat di Reich Ketiga yang dia tulis dengan obyektif dan jujur. Catatan harian yang sangat berharga ini memberikan gambaran yang jelas kehidupan di  Reich Ketiga dari munculnya sampai kekalahannya dalam Perang Dunia 2.Catatan harian ini ada di tangan pihak Rusia, dan sekarang bisa dipublikasikan untuk umum.

Sumber: BBC Kejatuhan Berlin dan Wikipedia.

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Nazi, Tokoh Axis
1 Komentar untuk "Joseph Goebbels-Mastermind Reich Ketiga"

Back To Top