Pemberontakan Stennes 1931


SA berbaris melalui gerbang  Bradenburg Berlin  1934
Apa yang disebut dengan Pemberontakan Stennes terjadi pada bulan Februari 1931 dipimpin oleh Walter Stennes ketua SA Berlin yang juga merupakan seorang perwira senior dan orang penting dalam Organisasi SA. Pada kisaran tahun 1930-1931, diantara para pimpinan SA mulai berkembang keyakinan bahwa SA harus memiliki peran politik yang lebih lagi, bukan sekedar hanya menjaga rapat-rapat partai Nazi dan menyerang lawan politik mereka. Para pimpinan SA melihat masa depan SA sebagai pemegang peranan militer ataupun paramiliter - Walter Stennes termasuk salah satu pemimpin yang percaya akan hal ini . Ide ini bertentangan dengan keyakinan Hitler. Tetapi orang-orang SA ini sebenarnya memiliki keluhan lain yang lebih mendasar - bahwa mereka tidak dibayar dengan cukup dan tahun 1930 keluhan ini terlihat mulai muncul ke permukaan.Stennes teristimewa sekali dalam menyuarakan keyakinannya bahwa jika anak buahnya memang turut berperan penting dalam hirarki Partai Nazi, mereka seharusnya mendapatkan imbalan yang layak. SA juga menuntut bahwa tiga orang dari mereka harus menjadi wakil Partai Nazi di Reichstag dalam pemilihan umum yang dijadwalkan tahun 1932.

Hitler menolak gagasan bahwa SA harus memiliki wakilnya di Reichstag. Dia juga menolak anggapan mereka bahwa mereka tidak dibayar dengan cukup. Dia menolak untuk bertemu Stennes yang telah menempuh perjalanan dari Berlin ke Munich (ke kantor pusat partai Nazi) untuk bertemu pimpinan partai (Adolf Hitler) dan menyampaikan keluhan pribadinya secara bertatap muka.

Pada bulan Agustus 1930, Stennes mengulangi lagi tuntutannya langsung ke Joseph Goebbels, yang waktu itu menjabat sebagai Gauleiter (Pimpinan Wilayah Partai Nazi) Berlin. Dia mengatakan kepada Goebbels jika tuntutan mereka tidak disepakati maka 15.000 orang anggota SA di Berlin akan meninggalkan organisasi partai.

Pada tanggal 30 Agustus 1930, Goebbels memberikan pidato di depan masyarakat di Berlin. Sudah menjadi kebiasaan bahwa Pasukan SA yang bertugas menjaga keamanan acara ini , tetapi pada kesempatan ini Stennes memerintahkan anak buahnya untuk tidak melindungi Goebbels. Malahan Stennes memerintahkan Pasukan SA di Berlin untuk mengadakan pawai di kota tersebut, sesuatu yang jelas dari bentuk pembangkangan terhadap partai.

Goebbels memerintahkan Satuan SS untuk mengambil alih urusan keamanan yang biasanya dilakukan oleh Pasukan SA. Dia juga mengatakan kepada SS bahwa mereka sekarang akan menjaga kantor Gauleiter di Berlin - sehingga menjadi jelas bahwa ia tidak menganggap keberadaan SA Berlin. SA Berlin menjadi sangat marah dan mereka menyerang kantor Gauleiter di Berlin dan memukuli para penjaga SS yang berada di sana. Hitler begitu terkejut dengan kejadian ini dan ia meninggalkan festival Wagner yang dihadirinya di Bayreuth kemudian langsung terbang menuju Berlin untuk memulihkan ketertiban di kota itu.

Pada kesempatan ini Hitler berhasil meredakan masalah. Pada hari berikutnya, 31 Agustus, dihadapan 2000 anggota SA kota Berlin ia berjanji akan membayar mereka lebih layak lagi dan ia akan mengambil alih kepemimpinan satuan SA disana.Hal yang terakhir ini disambut dengan gembira oleh anggota SA disana, Pemimpin Partai Nazi sekarang akan memimpin mereka secara langsung.

Bagaimanapun juga , Hitler tidak punya keinginan untuk benar-benar mengurusi SA Berlin dan ia meminta Ernst Röhm untuk mengambil alih kepengurusan SA Berlin dengan memberinya pangkat Kepala Staf. Hitler tetap menjadi panglima tertinggi SA walaupun pangkat itu hanya semacam gelar saja.

Walter Stennes ketua SA Berlin
Walter Stennes ketua SA Berlin
Semua kelihatan baik-baik saja dalam seluruh jajaran SA Berlin, tetapi semuanya itu hanya diluarnya saja. Pada bulan Februari 1931 Stennes mengeluhkan kurangnya perlengkapan bagi SA. Dia juga sangat kritis terhadap Röhm, yang dikenal sebagai seorang homoseksual. Stennes percaya bahwa Röhm dan perilakunya yang menyimpang akan membawa SA ke dalam kehinaan. 
Pada tanggal 20 Februari 1931 Adolf Hitler memerintahkan SA untuk menghentikan kebiasaannya yang selalu melakukan aksi kekerasan dan mengakui otoritas diatasnya yakni Gauleiters . Dalam tahun-tahun sebelumnya Satuan SA telah digunakan oleh Partai Nazi untuk menyerang pawai yang dilakukan oleh lawan-lawan politiknya, terutama Partai Komunis. Kekerasan merupakan hal yang biasa dan orang-orang di luar Partai Nazi tidak memperdulikan hal-hal tersebut. Selama beberapa tahun itu SA telah bertindak seperti sebuah organisasi yang berdiri sendiri. Sekarang Hitler menetapkan bahwa Gauleiters di suatu wilayah tertentu yang memiliki wewenang atas SA di wilayah tersebut. Hal tersebut tidak dapat diterima oleh SA Berlin, Stennes sangat marah dan percaya bahwa itu adalah pengkhianatan terhadap orang-orang SA yang setia dan yang telah melakukan banyak hal untuk kemajuan Partai Nazi. Pada 26 Februari Röhm mengeluarkan surat perintah yang mendukung Hitler. Röhm juga memerintahkan para pemimpin SA agar tidak berbicara di depan umum.

Pada akhir tahun 1931 Partai Nazi tidak lagi menjadi partai yang kecil di Reichstag, tetapi bukan pula menjadi partai yang terbesar di Reichstag, Partai Nazi sedang naik popularitasnya di kalangan para pemilih dan jumlah perwakilannya di Reichstag juga meningkat. Pada saat Itu juga ,Hitler sedang mencari dukungan dari para industrialis kaya dan para tuan tanah. Partai Nazi membutuhkan banyak dana terutama untuk propaganda Partai tersebut setiap menjelang pemilu. Dan dana tersebut tak bisa terpenuhi dari iuran para anggotanya. Maka Hitler mencari para penyandang dana dari luar partai terutama dari golongan orang-orang kaya. Orang-orang kaya ini (para industrialis dan para tuan tanah) takut jika negara Jerman akan dikuasai oleh golongan komunis dari dalam negeri dan nasib mereka akan berakhir ditangan orang-orang ini. Mereka mau mendukung Partai Nazi karena partai inilah yang berjuang dengan keras dalam menghadapi orang-orang komunis. Tapi mereka tidak menyukai sepak terjang SA yang brutal macam orang-orang dari golongan kiri.
Inilah sebabnya mengapa Hitler memerintahkan SA untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan mereka. Namun, para anggota SA tidak senang dengan perintah tersebut dan Walther Stennes adalah salah satunya. Hitler menulis kepada para pemimpin SA:
"Saya mengerti kesulitan- kesulitan Anda dan kemarahan anda, tetapi Anda tidak perlu untuk mengangkat senjata."
Stennes kecewa dengan kepemimpinan Hitler dan perintah Hitler kepadanya dijadikan contoh tentang bagaimana kepemimpinan Hitler akan membelokkan ideologi Partai Nazi. Pada 31 Maret 1931, Stennes dan para pengikutnya sekali lagi menduduki kantor Gau di Berlin. Mereka mengambil alih penerbitan milik Goebbels 'Der Angriff' dan menerbitkan surat kabar yang pro-Stennes.
Hitler memerintahkan Goebbels untuk menggunakan metode apa saja yang diperlukan untuk memulihkan hukum dan ketertiban. Goebbels mengumpulkan orang-orang SA Berlin yang masih loyal kepada Hitler dan dibantu oleh para polisi Berlin , mereka mengusir Stennes dan anak buahnya dari kantor Gau. Pemberontakan dapat dengan mudah digagalkan karena begitu sedikit orang SA yang mendukung Stennes. Stennes diusir dari Partai Nazi dan bergabung dengan Otto Strasser dalam menciptakan sebuah partai politik baru yang dikenal sebagai 'Black Front'. Partai ini berbasis di Praha ibukota Cekoslowakia.

Walther Stennes kemudian meninggalkan Praha dan pergi ke Cina di mana ia bekerja dalam masalah keamanan dan menjadi komandan didalam jajaran pengawal pribadi Presiden China, Chiang Kai-shek. Pada tahun 1949 dia kembali ke Jerman, dianggap sebagai pahlawan akan tetapi dikemudian hari ia dicurigai sebagai mata-mata Uni Soviet.
Kesimpulan:
Pemberontakan Stennes 1931 adalah salah satu persoalan klasik pertentangan Adolf Hitler dan sebagian pengikut garis keras Partai Nazi yang sebenarnya sudah terjadi sangat lama dan akhirya muncul juga kepermukaan dalam peristiwa pemberontakan ini. Hal ini dipicu karena Adolf Hitler mulai membelokkan ideologi Partai Nasionalis Sosialis dari arahnya semula. Hitler berkeyakinan bahwa paham sosialisme tak bisa mengantarkannya menjadi penguasa Jerman, hanya uanglah yang bisa membuat Partai Nazi menjadi besar.Partai Nazi membutuhkan banyak dana untuk kelangsungan hidupnya. Dan dana tersebut hanya bisa dipenuhi oleh para penyandang dana dari luar partai terutama dari golongan orang-orang kaya.Orang-orang kaya ini (para industrialis dan para tuan tanah) takut jika negara Jerman akan dikuasai oleh golongan komunis dari dalam negeri dan nasib mereka akan berakhir ditangan orang-orang ini. Mereka mau mendukung Partai Nazi karena partai inilah yang berjuang dengan keras dalam menghadapi orang-orang komunis.Tapi mereka tidak menyukai sepak terjang SA yang brutal macam orang-orang dari golongan kiri. Tapi bagi SA tujuan utama mereka adalah revolusi sosial.Orang-orang ini bergabung kedalam SA karena mendapat gaji dan diberi janji oleh Partai Nazi kalau revolusi berhasil mereka akan mendapat bagian dari pembagian kekayaan negara.Tapi janji ini tak pernah diwujudkan.

Puncak perseteruan SA dengan Partai Nazi terjadi pada tahun 1934, ketika SA diajak oleh pimpinannya Ernst Roehm untuk mengadakan revolusi tanpa Adolf Hitler.Dan Hitler membalasnya dengan menghukum mati para petinggi SA yang terlibat dalam usaha pemberontakan tersebut, yang dikenal dengan nama Peristiwa Malam Pisau Panjang 1934. Sejak peristiwa tersebut peranan SA dalam Third Reich mulai meredup, anggota SA banyak yang bergabung pada tentara reguler Jerman atau bergabung pada SS/Waffen SS seiring dengan situasi persiapan perang besar yang akan dihadapi Jerman dalam tahun-tahun kedepannya.

Bagi Hitler ideologi sosialis partai Nazi sudah tidak penting lagi,yang terpenting sejak saat itu adalah kediktatoran Fasis yang mulai dirintisnya hanya dapat berjalan dengan bantuan dana dari para pemilik modal (kaum industrialis dan para tuan tanah).Secara singkatnya fasisme adalah kediktatoran totaliter untuk menyelesaikan konflik-konflik antara buruh dan majikan.Pada masa pemerintahan Reich Ketiga semua serikat buruh merdeka dibubarkan dan hal ini sangat menguntungkan para pemilik modal, mereka bebas dari demo-demo dan tuntutan-tuntutan buruh.Itulah sebabnya mengapa pada tahun 1930-an para pemilik modal mulai mendukung Partai Nazi menjelang Hitler berkuasa atas Jerman.

Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Nazi
0 Komentar untuk "Pemberontakan Stennes 1931"

Back To Top