Konferensi Bamberg 1926-Hitler memantapkan posisinya sebagai pemimpin mutlak partai Nazi



Pada awal tahun 1926, Partai Nazi dalam pandangan Hitler seolah-olah terbelah menjadi dua kubu dengan ideologi yang berbeda. Dia percaya bahwa keadaan partai akan semakin memburuk dan suatu konferensi  yang akan diadakan di kota Bamberg dapat menyelesaikan semua masalah yang ada di dalam tubuh partai. Semua 'Gaufuehrers' (Kepala Cabang) Partai dipanggil kedalam pertemuan tersebut. Para pemimpin distrik dari Jerman Utara yang bertentangan dengan para pemimpin distrik dari Jerman Selatan  datang ke kota tersebut. Mereka yang berasal dari utara digambarkan sebagai "orang kota, sosialis (dengan) kecenderungan revolusioner" sementara para pemimpin distrik dari selatan digambarkan sebagai "kaum dari pedesaan, rasialis (dan dengan) ide-ide populis (paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil)

Gregor Strasser
Gregor Strasser dan seorang anggota SA
Kelompok dari utara diwakili oleh Gregor Strasser -yang pada saat itu dianggap sebagai saingan Hitler untuk kepemimpinan partai di masa mendatang - sedangkan kelompok dari selatan diwakili oleh Gottfried Feder.

 Kota Bamberg tidak dipilih secara sembarangan sebagai tempat untuk menggelar konferensi ini. Bamberg ada di negara bagian Bavaria dimana menurut Hitler pusat dan jiwa dari Nazisme ada disana.

Hitler memilih hari Minggu 14 Februari, untuk pertemuan tersebut dengan harapan bahwa kelompok Utara akan merasa lebih sulit untuk sampai ke kota Bamberg dibandingkan orang-orang dari kelompok Selatan. Dalam hal ini juga tersirat dengan jelas arah dukungan Hitler kepada siapa ia akan berpihak.Namun, ia harus berhati-hati karena dia tidak yakin kelompok mana yang mendapat dukungan paling besar ketika pertemuan tersebut dibuka. Kedua Strasser bersaudara dan Jospeh Goebbels berbicara mewakili kelompok utara tetapi kalah jumlah terhadap wakil-wakil partai dari selatan. Hitler sendiri dengan tegas  mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa ia tidak akan membiarkan partainya terseret dalam arus sosialisme.

Salah satu topik utama yang disoroti dan menjadi masalah perpecahan dalam tubuh partai adalah apa yang harus dilakukan terhadap properti dari kaum bangsawan atau kaum ningrat Jerman . Para wakil utara yang lebih radikal berpendapat bahwa properti dari kaum bangsawan atau kaum ningrat Jerman harus diambil alih dan dimanfaatkan bagi kepentingan orang banyak. Hitler berpidato selama dua jam dan menyatakan dengan tegas kearah mana dukungannya: bahwa pengambilalihan perkebunan akan mendorong partai ke arah jalan komunisme dan bahwa ia tidak bisa membiarkan sekecil apapun apa pun gerakan-gerakan yang terinspirasi oleh komunisme.

Hitler tahu persis apa yang dia lakukan dalam pidatonya tersebut. Dia mencela orang-orang yang berdiri di belakang Strasser yang sudah tercemari oleh bibit-bibit komunisme - merampas tanah dari pemiliknya dan membagi bagikannya. Ada kebencian terhadap komunisme diantara mayoritas anggota partai dan Hitler berani bertaruh bahwa mereka yang berdiri di belakang Strasser cepat atau lambat akan menyeberang ke kelompok selatan, yang pada akhir kongres jelas mendapat dukungan dari Hitler. Salah satu tokoh utama yang membuat langkah ini adalah Joseph Goebbels. Pad awalnya dia pergi ke Bamberg untuk berbicara atas nama wkil kelopok utara 'revolusioner urban' tetapi pada saat konferensi bubar, ia telah menyeberang ke pihak selatan. Ini adalah loyalitas yang diakui oleh Hitler yang mengganjarnya dengan jabatab sebagai Kepala Propaganda Gauleiter Berlin. Strasser, untuk   pengkianatan ini  ,  menyebut  Goebbels  sebagai "si pengkianat kerdil ".

Namun, Hitler tidak pernah melupakan seseorang yang berani menentang kekuasaannya. Strasser menjadi salah satu dari mereka dibunuh dalam peristiwa 'Malam Pisau Panjang' pada tahun 1934. Sebenarnya Strasser tidak ada hubungannya dengan ancaman Roehm dan SA dan secara politis ia sudah tidak aktif lagi. Tapi malam itu merupakan moment yang tepat untuk melakukan perhitungan terhadap hutang-hutang lama.


Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Nazi
0 Komentar untuk "Konferensi Bamberg 1926-Hitler memantapkan posisinya sebagai pemimpin mutlak partai Nazi"

Back To Top