Horst Wessel dan Lagu Nazinya


Lagu Resmi Partai Nazi (1930-1945)
Selama era Nazi, Horst Wessel Song menjadi lagu resmi yang dinyanyikan di semua acara partai Nazi, biasanya dinyanyikan bersama lagu Das Lied der Deutschen, lagu kebangsaan resmi Jerman. Lagu ini  dinamakan menurut nama pemuda yang menulis liriknya, Horst Wessel yang meninggal pada 23 Februari 1930 akibat luka tembak yang diderita lima minggu sebelumnya. Inilah kisah hidupnya.
Nazi
Horst Wessel
Horst Wessel lahir pada tanggal 9 Oktober 1907 di kota Jerman Bielefeld, dia merupakan anak seorang pendeta Lutheran. Dia meninggalkan kuliah hukumnya dan menjadi anggota aktif dari Pasukan Baju Coklat ( Brownshirts / SA) , sayap paramiliter partai Nazi. Pengabdiannya yang fanatik pada Nazi segera menarik perhatian, Joseph Goebbels yang kelak akan menjadi menteri propaganda. 

Pada tahun 1928, Joseph Goebbels mengirim Wessel ke Wina (Austria) untuk belajar kepemimpinan dan taktik partai Nazi. Setelah kembali ke Jerman, Wessel sangat menikmati perkelahian jalanan dengan para saingan partai Nazi terutama orang-orang komunis. (Pada tahap ini, Nazi, meskipun partai yang kuat di Jerman, namun belum menjadi partai yang berkuasa.) Dalam salah satu aksinya, Wessel mengorganisasi SA untuk melakukan  penyerangan  terhadap markas partai komunis regional di Berlin.

Insiden Penembakannya
Pada 14 Januari 1930, Wessel mengalami pertengkaran dengan pemilik kamar yang disewanya Elisabeth Salm, yang almarhum suaminya adalah seorang komunis. Alasan pertengkaran tersebut tidak pernah jelas - mungkin seputar masalah sewa kamar yang tak dibayar atau pacar Wessel yang sering diajak ke kamarny  Erna Jänicke, mantan pelacur, yang  tinggal di flat Wessel secara gratis selalu berperilaku kasar kepada jamda tersebut. Dan janda pemilik kamar sewa yang dirugikan tersebut  pergi ke bar setempat yang penuh dengan para pemuda komunis dan mengeluh kepada siapa pun yang mendengarkan tentang pertengkarannya dengan penyewa kamar yang telah merepotkan tersebut.

Para pemuda komunis di bar tersebut telah lama mencari Wessel karena keterlibatannya dalam penyerangan terhadap markas komunis setempat. Sekarang, berkat Nyonya Salm, mereka tahu di mana dia tinggal. Sekelompok laki-laki di bar tersebut segera pergi ke flatnya . Ketika Wessel membuka pintu, mereka menembaknya tepat di mulutnya. Para pelaku berusaha menutupi alasan utama penembakan tersebut dengan mengklaim bahwa Wessel adalah seorang germo dan telah ditembak karena ketidaksepakatan masalah Jänicke, pelacur yang menjadi miliknya. Ali Hohler, pria yang menembak Wessel, melarikan diri ke Praha tetapi kembali ke Berlin dalam beberapa minggu kemudian di mana ia kemudian ditangkap dan, bersama dengan antek-anteknya, di penjara. Pada bulan Januari 1933, ketika Nazi menjadi penguasa di Jerman, Ali Hohler cs dieksekusi mati

Wessel yang terluka parah dibawa ke rumah sakit. Goebbels sering membezuknya dan banyak menulis tentang 'pemimpin muda itu' dalam buku hariannya. Dalam salah satu kunjungannya, Goebbels menulis, "Sebuah peluru di kepala telah membuat kerusakan yang mengerikan untuk anak muda yang heroik ini . Wajahnya terdistorsi. Saya hampir tidak mengenalinya lagi. Tapi dia bahagia ... ia muda, dan senyum cerahnya mengalahkan  segala luka yang dideritanya. Dia masih percaya [akan  perjuangan Partai Nazi]. 

Joseph Goebbels Menjadikan Pemuda Tukang Berkelahi  Ini Menjadi Pahlawan Nazi
Lima minggu setelah penembakan itu, pada tanggal 23 Februari 1930, Horst Wessel meninggal dunia. Dia berusia 22 tahun . Ketika mendengar berita kematiannya, Goebbels memujinya, "Suatu hari di Negara Jerman , para pekerja dan mahasiswa akan berbaris bersama-sama menyanyikan lagunya. Dia akan bersama mereka. Dia menulis lagu tersebut itu di saat-saat dirinya penuh dengan inspirasi. Syair lagu tersebut mengalir darinya, dalam sepuluh tahun, anak-anak akan menyanyikannya di sekolah-sekolah, pekerja di pabrik-pabrik, para tentara di barisannya. Lagunya membuat dia abadi. "

Lagu yang dimaksud Goebbels tersebut yang liriknya ditulis oleh Wessel dirancang untuk dinyanyikan dengan irama marching lagu tradisional Jerman. Diberi judul Die Fahne hoch / Raise High the Flag , Goebbels menyuruh lagu tersebut dimainkan di pemakaman Wessel itu, yang dihadiri oleh sekitar 30.000 anggota partai Nazi. Era kepahlawanan Wessel telah dimulai. Makamnya menjadi tempat suci, jalan-jalan dan kapal-kapal dinamakan menurut namanya termasuk salah satu Divisi Waffen SS, dan hidupnya menjadi subjek banyak film, buku dan pentas sandiwara. 

"Die Fahne hoch" ("The Flag on High"), sekarang lebih dikenal dengan judul Lagu Horst Wessel , menjadi lagu wajib Nazi untuk dimainkan bersama lagu kebangsaan Jerman misalnya pada perayaan malam sewaktu Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman dan, tujuh tahun kemudian, pada upacara penandatanganan damai menyusul kekalahan Prancis atas Jerman pada bulan Juni 1940.
Para penggemar sejarah Perang Dunia 2 khususnya yang berkaitan dengan partai Nazi pasti tidak asing akan lagu ini.


Artikel Terkait
18th SS Volunteer Panzergrenadier Division Horst Wessel

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Nazi, Tokoh Axis
0 Komentar untuk "Horst Wessel dan Lagu Nazinya"

Back To Top