Franz Stangl-Organisator atau eksekutor?


Franz Stangl-pembantaian kaum Yahudi
Bertanggung Jawab Atas Kematian Ratusan Ribu Yahudi Polandia

Franz Stangl adalah mantan Nazi dari Austria yang pernah menjabat sebagai direktur kamp kematian Treblinka dan Sobibor di Polandia selama Perang Dunia 2. Di bawah pengarahannya, ratusan ribu orang Yahudi Polandia telah dimasukan kamar gas dan dikuburkan secara massal. Setelah perang, ia melarikan diri dari Eropa, pertama ke Suriah kemudian ke Brasil. Pada tahun 1967, ia terlacak oleh pemburu Nazi, Simon Wiesenthal dan diekstradisi ke Jerman. Di sana ia diadili dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia meninggal pada tahun 1971.

Stangl Sebelum Perang

Franz Stangl lahir di Altmuenster, Austria, pada 26 Maret 1908. Pada masa mudanya dia bekerja di pabrik tekstil. Dia bergabung dengan dua organisasi: partai Nazi dan polisi Austria. Ketika Jerman mencaplok (menganeksasi) Austria pada tahun 1938, polisi muda yang ambisius ini bergabung dengan Gestapo dan segera membuat atasannya terkesan  dengan efisiensi pekerjaannya dan kesediaannya untuk selalu mengikuti segala perintah atasannya.

Stangl dan Aktion T4

Pada tahun 1940, Stangl ditugaskan untuk Aktion T4, sebuah program Nazi yang dirancang untuk meningkatkan "ras unggul" dengan mengeliminasi mereka yang lemah dan dianggap  tak layak. Warga Jerman dan Austria yang dianggap tidak layak akan dieutanasia (disuntik mati): yang masuk dalam golongan ini yaitu mereka yang lahir dengan cacat lahir bawaan , sakit mental, pecandu alkohol, orang-orang dengan sindrom Down dan “cacat-cacat sosial  lainnya”. Menurut teori mereka (para Nazi) orang-orang ini hanya akan  menguras sumber daya masyarakat dan mencemari Ras Arya. Stangl ditugaskan di Pusat Eutanasia Hartheim dekat Linz, Austria.

Di sana, ia membuktikan dirinya bahwa ia memiliki kombinasi yang tepat dari perhatian terhadap detail, keterampilan organisasi dan ketidakpedulian yang mutlak terhadap penderitaan orang-orang yang dianggap "rendahan." Meskipun akhirnya Program Aktion T4 dibekukan akibat berbagai protes dari warga Jerman dan Austria, ketrampilan Stangl akan tetap dibutuhkan di tempat lain.

Orang yang Berada di Tempat yang Tepat-Stangl di Sobibor

Pada tahun 1939 Nazi Jerman menginvasi Polandia. Setelah menduduki Polandia, mereka harus mencari cara untuk "memecahkan masalah"  jutaan orang Yahudi Polandia. Jerman membangun tiga kamp kematian di Polandia timur: Sobibor, Treblinka dan Belzec. Stangl ditugaskan sebagai kepala administrator kamp kematian Sobibor, yang sedang dalam tahap pembangunan di awal tahun 1942. Setelah kamp diresmikan pada bulan Mei tahun itu, Stangl menjabat sebagai direktur kamp sampai dipindahkan pada bulan Agustus. Kereta yang membawa orang-orang Yahudi dari seluruh Eropa Timur tiba di kamp itu, di mana mereka secara sistematis dilucuti, dicukur dan dikirim ke kamar gas untuk matikan. Diperkirakan sekitar 100.000 orang Yahudi tewas selama masa Stangl di Sobibor.

Komandan Kamp Terbaik di Polandia - Stangl di Treblinka


Franz Stangl-pembantaian kaum Yahudi
Stangl Komandan Treblinka (tengah)
Sobibor berjalan sangat lancar dan efisien, tetapi kamp Treblinka tidak. Pada bulan Agustus 1942, Stangl dikirim ke Treblinka untuk membuatnya lebih efisien. Para petinggi Nazi berharap, Stangl dapat mengubah keadaan kamp kematian Treblinka . Ketika ia tiba disana, ia menemukan sebuah lubang neraka yang penuh dengan mayat berserakan, sedikit disiplin di antara para prajuritnya dan metode pembunuhan yang tidak efisien. Ia memerintahkan tempat itu dibersihkan dan bahkan ia membuat stasiun kereta api yang sangat menarik sehingga para Yahudi yang baru tiba di kamp tersebut dengan kereta api tidak akan menyadari atas nasib buruk yang akan menimpa mereka,  ketika mereka sadar segalanya sudah terlambat . Ia memerintahkan pembangunan, kamar gas baru yang lebih besar dan meningkatkan kapasitas pembunuhan di Treblinka agar dapat mencapai 22.000 per hari. Dia begitu baik dalam pekerjaannya yang membuatnya diberi penghargaan sebagai komandan kamp terbaik di Polandia dan diberi anugrah Salib Besi (Iron Cross).

Dibuang ke Italia dan Kembali ke Austria

Pada pertengahan tahun 1943, sebagian besar Yahudi di Polandia sudah mati dan sisanya bersembunyi. Kamp kematian sudah tidak diperlukan lagi. Mengantisipasi kemarahan masyarakat internasional,Pemerintah Nazi Jerman meratakan kamp dan berusaha untuk menyembunyikan semua bukti sebaik yang mereka bisa. Stangl dan orang-orang semacamnya dikirim ke front Italia pada tahun 1943: Hal ini mungkin suatu cara untuk mencoba membunuh mereka semua. Stangl berhasil bertahan hidup di Italia, dan kembali ke Austria pada tahun 1945. Dia ada di sana ketika perang berakhir.

Pindah ke Brasil

Sebagai seorang perwira SS, Stangl menarik perhatian Sekutu dan segera menahannya setelah perang. Dia menjalani dua tahun penahanan di sebuah kamp interniran. Tidak ada seorang pun menyadari siapa dia, akan tetapi pada tahun 1947 pemerintah Austria mulai mencurigai dirinya, karena keterlibatannya dalam Aktion T4, tetapi bukan untuk peranannya di Sobibor dan Treblinka. Dia melarikan diri dari Austria pada tahun 1948 dan bersembunyi di Roma, di mana uskup pro-Nazi Alois Hudal membantu dia dan temannya  Gustav Wagner melarikan diri. Stangl pertama kali pergi ke Damaskus, Suriah, di mana ia dengan mudah menemukan pekerjaan di sebuah pabrik tekstil. Dia makmur dan mampu mengirimi uang untuk istri dan putrinya. Pada tahun 1951, keluarganya pindah ke Brasil dan menetap di São Paulo.

Mulai Terlacak Jejaknya

Sepanjang perjalanannya, Stangl hanya melakukan upaya yang sedikit untuk menyembunyikan identitasnya. Dia tidak pernah menggunakan nama samaran dan bahkan terdaftar di kedutaan Austria di Brazil. Tetapi pada awal 1960-an, jelas baginya bahwa ia adalah orang yang  sedang dicari. Rekan Nazinya Adolf Eichmann diculik dari jalan Buenos Aires pada tahun 1960 dibawa ke Israel, diadili dan dieksekusi disana. Pada tahun 1963, Gerhard Bohne, mantan perwira SS lainnya yang terkait dengan Aktion T4, didakwa di Jerman: dia akhirnya diekstradisi dari Argentina. Pada tahun 1964, sebelas orang yang telah bekerja untuk Stangl di Treblinka diadili dan dihukum. Salah satunya adalah Kurt Franz, yang pernah menjadi pengganti Stangl sebagai komandan kamp. Meskipun ia merasa aman di Brazil, tapi ia menyadari bahwa orang-orang pada akhirnya akan mencarinya.

Stangl dan Wiesenthal

Pria yang melacak keberadaan Stangl adalah Simon Wiesenthal, seorang Yahudi mantan penghuni kamp konsentrasi.  Simon Wiesenthal terkenal sebagai pemburu para mantan Nazi yang bersembunyi. Wiesenthal memiliki daftar panjang para penjahat perang Nazi yang diburunya untuk diseret ke pengadilan, dan nama Stangl ada di dekat bagian atas daftar. Pada tahun 1964, Wiesenthal punya petunjuk dimana alamat Stangl di Brazil dan tempat bekerjanya (pabrik Volkswagen di São Paulo). Menurut Wiesenthal, salah satu informasinya datang dari mantan perwira Gestapo, yang menuntut pembayaran untuk informasinya: satu sen untuk setiap orang Yahudi yang tewas di Treblinka dan Sobibor. Wiesenthal memperkirakan bahwa 700.000 orang Yahudi telah meninggal di sana, sehingga total untuk informasi tersebut ia harus membayar $ 7,000, yang akan dibayarkan jika Stangl sudah tertangkap (Wiesenthal akhirnya membayar untuk informasi tersebut). Petunjuk lainnya yang didapat Wiesenthal tentang keberadaan Stangl mungkin berasal dari mantan menantu Stangl.

Penangkapan dan Ekstradisi


Stangl masa tua
Stangl masa tua
Wiesenthal menekan pemerintah Jerman untuk mengeluarkan permintaan ke Brasil bagi penangkapan dan ekstradisi Franz Stangl. Pada tanggal 28 Februari 1967, mantan Nazi tersebut ditangkap di Brazil saat ia kembali dari bar. Pada bulan Juni, pengadilan Brasil memutuskan bahwa ia harus diekstradisi dan tidak lama kemudian ia dimasukkan di pesawat untuk diterbangkan ke Jerman Barat. Kasus pengadilannya berjalan begitu rumit – karena sebagian besar kejahatannya terjadi di masa perang Perang Dunia 2 yang sudah lama berlalu dan TKP-nya ada di wilayah Polandia. Dia didakwa atas kematian 1.200.000 Yahudi Polandia- butuh 3 tahun bagi pemerintah Jerman untuk membawanya ke pengadilan.

Pengadilan dan Kematiannya

Pengadilan Stangl dimulai pada 13 Mei 1970. Berkas penuntutannya terdokumentasi dengan baik dan Stangl kelihatannya tidak berusaha keras untuk menyanggah sebagian besar tuduhan kejahatan yang ditujukan kepadanya. Stangl berkata  "dia hanya mengikuti perintah dari atasannya" suatu alasan klasik yang selalu diungkapkan para penjahat perang Nazi di pengadilan mereka . Dia dihukum pada tanggal 22 Desember 1970 atas keterlibatan dalam kematian 900.000 Yahudi Polandia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia meninggal karena serangan jantung di penjara pada tanggal 28 Juni 1971, sekitar enam bulan kemudian.


Franz Stangl - Organisator atau eksekutor ?
Sebelum meninggal, dia memberikan wawancara panjang kepada penulis Austria, Gitta Sereny. Dari wawancara itu diungkapkan  mengapa Stangl mampu melakukan segala kekejaman yang ia lakukan. Dia berulang kali mengatakan bahwa hati nuraninya tak merasa bersalah, ia telah melihat gerbong kereta tak berujung yang berisi orang-orang Yahudi sebagai tidak lebih dari kargo, yang harus ditangani sebagai kargo juga. Dia mengatakan dia tidak membenci orang-orang Yahudi secara pribadi, tapi dia bangga dengan pekerjaannya, mengorganisasi kamp-kamp tersebut. Dalam wawancara yang sama, ia menyebutkan bahwa mantan rekannya Gustav Wagner bersembunyi di Brasil: Wiesenthal segera memburu Wagner dan menangkapnya, tetapi pemerintah Brasil tidak pernah memberikan ijin Wagner untuk diekstradisi .

Tidak seperti beberapa Nazi lainnya, Stangl tampaknya tidak menikmati pembunuhan- pembunuhan yang ia saksikan. Tidak ada catatan dia pernah membunuh siapa pun secara pribadi seperti rekannya sesama komandan kamp Josef Schwammberger atau "Malaikat Maut" dari Auschwitz, dr.Josef Mengele. Meskipun ia selalu memegang cambuk ketika bertugas di kamp-kamp, tetapi tampaknya ia jarang menggunakannya (bagaimanapun juga, sangat sedikit saksi mata yang selamat dari kamp Sobibor dan Treblinka). Tapi tidak ada yang menyangkal bahwa pembantaian yang diorganisasi Stangl telah mengakhiri kehidupan ratusan ribu orang Yahudi.

Wiesenthal mengaku telah menyeret 1.100 mantan Nazi ke depan pengadilan (klaim yang agaknya harus dipertanyakan). Dan sampai sejauh itu Stangl termasuk golongan "ikan besar (kelas kakap) " yang pernah ia tangkap.

Sumber
Simon Wiesenthal Arsip. Franz Stangl.

Franz Stangl - Organisator atau eksekutor ?
“I rarely saw them as individuals. It was always a huge mass...they were naked, packed together, running, being driven with whips.”
                                                                      ―Franz Stangl

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Franz Stangl-Organisator atau eksekutor?"

Back To Top