Pengeboman Guernica (1937)


Pengeboman Guernica
Guernica  setelah dibom
Pada bulan April 1937, Guernica menjadi kota pertama di dunia yang menjadi target pemboman udara (aerial bombing) . Guernica adalah ibukota kuno Basque – kota ini telah menahan serangan tentara Nasionalis sejak Perang Saudara Spanyol dimulai tahun 1936.

Pada tahun 1935, General Erich Luderndorff menerbitkan buku  "The Total War" (Die Totale Krieg) di mana ia berpendapat bahwa perang modern akan mencakup semua aspek dan tidak ada yang bisa dipisahkan dari aspek militer. Dia berargumen bahwa warga sipil yang mungkin bisa mengangkat senjata harus diperlakukan sebagai target militer. Ide-idenya didukung di negara Fasis Italia di mana Jenderal Giulio Douhet menghasilkan sebuah gagasan yang menyatakan bahwa serangan tentara mungkin akan ikut menargetkan warga sipil. Warga sipil yang panik ini akan sangat mungkin menghambat kemampuan pasukan musuh untuk memobilisasi dirinya sendiri.

Jenderal Franco pemimpin kubu Nasionalis memiliki sedikit kekuatan angkatan udara. Tapi Nazi Jerman sangat tertarik untuk mencoba kekuatan Luftwaffenya yang sedang dikembangkan. Hitler mengirimkan Legiun Condor-nya  ke Spanyol yang dipimpin oleh  Brigjen Hugo Sperrle dan Kepala staffnya Letnan Kolonel Wolfram von Richthofen, sepupu dari Red Baron sang legenda Jagoan Udara Jerman pada Perang Dunia 1.

Dikatakan bahwa Richthofen sendiri yang telah memilih Guernica sebagai targetnya. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, kota itu sangat penting bagi kaum Basque sehingga pemboman besar-besaran akan mengirimkan pesan yang jelas kepada pihak Republik akan kekuatan militer pihak Nasionalis. Serangan itu juga menjadi sebuah percobaan karena Guernica tak pernah tersentuh oleh perang sampai saat itu April 1937. 

Pada saat itu tidak ada orang yang tahu akan seperti apa hasilnya serangan bom bagi suatu kota. Kota ini dipilih karena kota ini masih perawan bukan kota yang telah rusak atau yang telah menjadi ajang pertempuran.

Legiun Condor
He 111 sedng menjatuhkan bom
Legiun Condor menyerang di siang bolong dan terbang serendah 600 kaki karena tidak akan mendapat perlawanan dari  pertahanan udara kota tersebut. Pada saat itu adalah hari pasaran sehingga pusat kota itu penuh sesak dengan orang-orang dari daerah terpencil di sekitar Guernica. Bom pertama jatuh di kota itu pada jam 4,30 sore tepat di alun-alun di pusat kota. Target pertama dari pemboman adalah jembatan utama yang mengarah ke kota. Para pembela dari serangan tersebut menyatakan bahwa Legiun Condor telah memilih semua sasaran strategis dan kalau ada bom yang jatuh diluar sasaran karena ketidakmampuan pilot mengebom target secara akurat dari ketinggian. Pembom yang datang setelah gelombang pertama menargetkan lagi area pusat kota yang sudah menjadi lautan api.

Ketika serangan udara itu selesai, pusat kota Guernica menjadi  reruntuhan.1.654 orang tewas dan 889 terluka. Dunia merasa ngeri tapi Franco membantah bahwa serangan itu pernah terjadi. Dia menyalahkan kehancuran Guernica pada mereka yang mempertahankannya

Pengeboman Guernica (1937)
 Bomber Do 17  pembom gelombang  pertama
Legiun Condor kembali ke pangkalannya dengan kemenangan besar karena serangan itu sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan dan semua pesawat kembali dalam keadaan utuh . Serangan itu memiliki konsekuensi yang sangat besar dalam hubungan diplomatik Eropa dengan adanya tiga pertemuan antara Perdana Menteri Inggris Chamberlain dengan Hitler pada bulan September 1938. Chamberlain, di atas segalanya, takut kemungkinan adanya sebuah serangan udara atas sebuah kota di Inggris. Oleh karena itu, apa yang terjadi di Guernica pada bulan April 1937, berdampak pada peristiwa-peristiwa yang terjadi Eropa Barat pada tahun 1938. Hal ini juga menjadi stimulus bagi Inggris untuk memodernisasi angkatan udara-nya yang ketinggalan jaman.

Catatan: Harian New York Times melaporkan bahwa, setelah enam puluh satu tahun berlalu, pada tanggal 24 April 1999, Parlemen Jerman secara resmi meminta maaf kepada warga Guernica untuk peran Condor Legion dalam pemboman kota tersebut. Pemerintah Jerman juga sepakat untuk menghapus nama beberapa barak militer Jerman yang dinamakan menurut anggota Condor Legion. Sebaliknya, tidak ada permintaan maaf resmi ke kota itu oleh pemerintah Spanyol untuk peran apa pun yang mungkin dalam pemboman tersebut.

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Peristiwa
0 Komentar untuk "Pengeboman Guernica (1937)"

Back To Top