Simo Hayha-Legenda Sniper Perang Dunia 2


Simo Hayha-Legenda Sniper Perang Dunia 2
Simo Hayha-The White Death
Simo Hayha, dikenal sebagai "The White Death" seluruh dunia menganggapnya sebagai legenda sniper, dengan rekor 542 Kills dan ditambah lagi sekitar dua ratus korbannya yang ditembak dengan sub machine gun (Suomi)  . Simo Hayha bertempur membela tanah airnya Finlandia dari  serbuan Soviet selama Perang Musim Dingin 1939-1940 (The Winter War). Berikut adalah kisahnya…

Menurut catatan yang ada, Simo Häyhä lahir di kota pertanian Rautajärvi pada tahun 1905. Ketika Uni Soviet telah dibentuk dan Finlandia telah merdeka, kota di mana ia tinggal menjadi kota yang sangat dekat dari perbatasan Rusia. Masa kecilnya dilaluinya dengan banyak bekerja keras di tanah pertanian, yang ditambah dengan alam liar Finlandia yang keras membuatnya menjadi pria yang tangguh dan tahan menderita . Beberapa tahun kemudian pada tahun 1925, Häyhä menjalani masa satu tahun wajib militer di Angkatan Bersenjata Finlandia. Satu tahun mungkin bukan waktu yang lama, dan ia kelihatan membuat banyak prestasi: pada saat ia selesai menjalani wajib militernya, ia telah mencapai pangkat kopral.

Simo Häyhä
Simo Häyhä
Kemudian, Häyhä bergabung dengan Garda Sipil Finlandia (Finnish Civil Guard ), sebuah organisasi militer setara dengan Garda Nasional di Amerika Serikat. Selama bergabung dengan Garda Sipil, ia menerima banyak pelatihan, termasuk latihan menembak sasaran. Menembak selalu menjadi minat Häyhä, dan setiap ada waktu luang ia habiskan di luar ruangan untuk belajar menembak target apa pun yang bisa dia temukan. Senapan pertamanya adalah Mosin-Nagant bolt action M91 buatan Rusia, dan kemudian diperkenalkan pada M28/30  yang berperforma lebih baik dan senapan mesin ringan Suomi 9mm. Berkat pelatihan dan kesukaannya menembak, Häyhä akhirnya mampu menembak target 16 kali per menit pada jarak sekitar 500 kaki, membuatnya dianggap sebagai penembak jitu yang luar biasa, keterampilan yang akan terus dijalaninya

Perang Musim Dingin
Pada tahun 1939, Uni Soviet menyerang Finlandia. Sebagai anggota Garda Sipil, Häyhä dipanggil untuk membela tanah airnya, bertugas di bawah kompi ke 6 dari JR 34 di Sungai Kollaa. Dikomandani oleh Mayor Jenderal Uiluo Tuompo, Finlandia menghadapi tentara Soviet ke 9 dan ke 14, yang pada waktu itu berkekuatan sekitar 12 divisi dengan sekitar 160.000 tentara. Kalau diperhitungkan, untuk setiap 32 prajurit Finlandia harus melawan lebih dari 4.000 prajurit Soviet!


Simo Häyhä
Simo Häyhä
Meskipun kalah jumlah, namun, Finlandia memperoleh kemenangan pada akhirnya. Penyerangan Soviet  tidak terorganisir: mereka berbicara dalam banyak bahasa yang berbeda, dan mereka juga tidak terbiasa dengan musim dingin yang keras Finlandia . Bahkan, musim dingin 1939-1940 benar-benar sangat bersalju, dan memiliki suhu -20 sampai -40 derajat Celcius.
Prajurit Finlandia juga sangat pintar dalam taktik, yang paling dikenal adalah "Motti-tactics". Tentara Soviet selalu menyerang melalui jalan utama, para prjurit Finlandia akan bersembunyi di hutan belantara disekitarnya. Mereka kemudian akan membiarkan para penyerang melintasi mereka,dan kemudian mereka akan menyerang mereka dari belakang!

Menjadi "The White Death"
Keterlibatan Simo Häyhä dalam Perang Musim Dingin sangat tidak biasa. Dengan senapan Mosin-Nagant M91 nya, dia memakai pakaian kamuflase musim dingin yang berwarna putih, dan hanya membawa  persediaan suplai dan amunisi  untuk satu hari. Sementara bersembunyi di salju, ia akan membunuh setiap prajurit Rusia yang masuk dalam zona pembunuhannya.


Simo Hayha-Legenda Sniper Perang Dunia 2
Simo Hayha
Häyhä lebih suka menggunakan pembidik dari besi (plisir) pada senapannya, dia tidak suka menggunakan teleskop, karena teleskop memiliki kecenderungan untuk memantulkan sinar matahari dan hal ini akan membuat posisinya akan lebih mudah diketahui oleh musuh. Dengan menggunakan pembidik dari besi ketika membidik, posisi kepalanya akan lebih rendah dibandingkan jika menggunakan teleskop , sehingga kemungkinan untuk memenangkan duel dengan sniper lawan akan lebih besar.

Simo Hayha-Legenda Sniper Perang Dunia 2
Mosin Nagant M28-30 dan SMG Suomi
Hanya dalam 100 hari selama musim dingin ia telah mencabut nyawa sampai lebih dari 1000 serdadu Uni Soviet , dan mereka menjulukinya  "The White Death". Pihak Soviet sangat jeri padanya sehingga mereka melakukan segala upaya untuk menyingkirkannya antara lain dengan sering mengirimkan pasukan kontra sniper dan bombardemen artileri, tetapi semuanya gagal total. Namun, pada 6 Maret 1940, ia terkena tembakan peluru berpeledak pada rahangnya dalam suatu pertempuran. Dia jatuh koma selama 11 hari, ketika dia sadar perang musim dingin sudah berakhir.


Simo Hayha
Simo Hayha
Meskipun mendapatkan sekitar 22.000 mil persegi tanah Finlandia, Soviet kalah dalam Perang Musim Dingin, dengan korban 1.500.000 jiwa. Seorang jenderal Rusia kemudian mengatakan bahwa tanah yang mereka kuasai  "hanya cukup untuk menguburkan tentara yang mati".

Simo Häyhä banyak diberi berbagai penghargaan, dan juga dipromosikan dari kopral ke letnan dua, lonjakan pangkat yang belum pernah terjadi dalam sejarah Finlandia. Meskipun sedikit cacat, ia pulih dari cedera, dan melanjutkan hidup sampai usia 97. Ketika ia ditanya pada tahun 1998 (tak lama sebelum meninggal pada usia 97 tahun) bagaimana ia bisa menjadi seorang penembak jitu yang hebat, ia hanya menjawab singkat, "praktek."

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

2 Komentar untuk "Simo Hayha-Legenda Sniper Perang Dunia 2"

makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
QUEENXXX92

Makasih buat infonya, semoga berkha dan dicatat jadi amal sholeh...

Back To Top