Pertempuran Iwo Jima 3 (H+6 sampai H+11)


Iwo Jima-Jalannya seluruh pertempuran
Iwo Jima-Jalannya seluruh pertempuran

Iwo Jima H+6


Jalannya seluruh pertempuran H+6-Serangan ke utara dimulai pada H+6, Minggu 25 Februari. Divisi Ke-3 yang berada diantara divisi 4 dan 5, bergerak menuju dataran tinggi di ujung landasan pacu utama lapangan udara no.2, 26 tank Sherman bergerak untuk menjadi ujung tombak serangan dan mendapatkan berondongan tembakan artileri, senjata anti-tank dan mortir. Tiga tank terdepan terbakar karena terkena tembakan dan ditinggalkan. Titik terkuat pertahanan Jepang adalah "Bukit Peter", bukit setinggi 360 kaki dekat landasan. Tempat itu diserbu berulangkali namun sampai pukul 14.30 Marinir hanya dapat bergerak 183 meter. Sembilan tank Sherman telah dilumpuhkan dan korban di pihak Marinir hampir 400 orang tewas dan terluka.

iwo jima map
"Hill Peter" dan arah serangan Divisi 3 Marinir Amerika

-Divisi Ke-5 di sebelah kiri berada 400 yard (366 meter) di depan garis pertahanan Divisi Ke-3 dan di perintahkan untuk tetap berada di tempat.

iwo jima map
arah serangan Divisi 5 Marinir Amerika

MeatGrinder area yang harus dikuasai Divisi 4 Marinir Amerika 
-di sebelah kanan Divisi Ke-4 menghadapi kompleks yang terdiri atas empat posisi pertahanan tangguh yang semuanya akan dikenal sebagai "Meatgrinder" (Pencacah Daging).Yang pertama adalah Bukit 382 (dinamakan berdasarkan ketinggiannya di atas permukaan laut), yang lerengnya dipenuhi kubu pertahanan dan gua yang tak terhitung jumlahnya. Empat ratus yard ke selatan terdapat cekungan dangkal yang disebut "Amphitheater", dan tepat di timurnya adalah "Turkey Knob", bukit yang ditutupi oleh benteng pertahanan raksasa. Hambatan keempat adalah reruntuhan desa Minami, yang telah berubah menjadi puing akibat tembakan meriam angkatan laut dan sudah dipenuhi sarang senapan mesin. Seluruh daerah pembantaian itu dipertahankan oleh Mayjen Senda dan Brigade Gabungan Ke-2 yang mencakup para prajurit dari Resimen Tank Ke-26 pimpinan Baron Nishi, yang nyaris tanpa tank namun masih siap bertempur.

iwo jima map
arah serangan Divisi 4 Marinir Amerika

Resimen Ke-23 dan Ke-24, sekitar 3.800 prajurit dari Divisi Ke-4, tanpa mengetahui bahwa mereka akan menghadapi benteng pertahanan pulau yang paling sulit ditembus, bersiap untuk merebut Meatgrinder.
Pada pukul 08.00 seperti biasanya tembakan angkatan laut dan armada pesawat dari kapal induk mendahului serangan ke Bukit 382. Satu peleton berjuang keras untuk mencapai puncak hanya untuk terkepung ketika Jepang melancarkan serangan balasan besar-besaran. Pertarungan satu lawan satu yang sengit berlangsung sementara mereka yang selamat mundur di bawah perlindungan tabir asap,dan hari pertama di "Meatgrinder" macet total.Sekitar 90 meter berhasil direbut dengan korban hampir 500 orang.

H+7
-"Bukit Peter" masih menjadi tantangan dan pada pukul 08.00 Resimen Ke-9 bergerak maju dengan dukungan tank. Satu tank penyembur api dapat mencapai bagian belakang garis pertahanan musuh dan rnembakar sejumlah musuh yang melarikan diri melalui terowongan, namun hasil yang dicapai hari itu tidak banyak.
-Di barat Divisi Ke-5 mengincar Bukit 362A, 600 yard (549 meter) di selatan desa Nishi dan dikelilingi oleh kubu pertahanan dan gua.
-Pada hari kedua pertempuran Bukit 382 di "Meat-grinder", Resimen Ke-24 digantikan oleh Resimen Ke-25. Serangan awal terlihat menjanjikan dengan hasil yang dicapai lebih daripada 91 m, sampai akhirnya tembakan senapan mesin dari "Turkey Knob" menghentikan gerak maju pasukan dengan korban 17 orang tewas dan 26 lainnya luka.
Pada tahap pertempuran itu Prajurit Douglas Jacobson membungkam enam belas posisi musuh menggunakan bazooka sendirian (biasanya Bazoka dioperasikan oleh dua orang). Prajurit berusia 19 tahun tersebut telah membunuh 75 orang musuh dalam waktu kurang daripada 30 menit dan membuatnya di dianugerahi Medal of Honor.

H+8
-Bukit Peter" masih menantang di depan barisan Divisi Ke-3 dan pada pukul 08.00 dua batalion dari Resimen ke-9, Batalion Ke-1 dan Batalion Ke-2,bergerak maju untuk merebut bukit itu.Dengan kemajuan yang sedikit demi sedikit di bawah Hujan tembakan senapan mesin dan mortir yang rnematikan, Batalion Ke-1 mencapai puncak bukit namun terjebak oleh tembakan yang berasal dari posisi yang mereka lewati di belakang mereka.Sebelum tengah hari, usaha bersama dilakukan kembali dan unsur kedua batalion berhasil menyelamatkan para marinir yang terkepung.
-Di sebelah timur Divisi Ke-4 nampaknya terjebak di depan "Meatgrinder" yang kelihatan tak dapat dikalahkan. Jenderal Cates mengerahkan lima batalion ke daerah tersebut, dua ke Bukit 382 dan tiga ke "Turkey Knob", dan sepanjang hari terjadi pertempuran maju mundur di lereng bukit. Sekelompok kecil Marinir sempat berhasil mencapai puncak sampai akhirnya mereka terpaksa mundur lagi akibat kekurangan amunisi dan serangan balasan hebat. Di kaki bukit para Marinir akhirnya berhasil melakukan manuver pengepungan penuh setelah pertempuran satu lawan satu yang sengit, dan sisa jam siang mereka gunakan untuk mengkonsolidasikan hasil yang telah mereka capai. Ketika pertempuran bergerak lebih jauh ke utara tank mulai kesulitan untuk beroperasi diantara parit dan medan yang dipenuhi batu-batu besar.

tankdozer
tankdozer
"Tankdozer",tank Sherman yang dilengkapi dengan bilah penggusur buldoser, terus bekerja membersihkan jalur dari puing dan semak belukar namun pertempuran berkembang menjadi pertarungan satu lawan satu yang mengerikan di mana korban meningkat dengan cepat hari itu.
-Ketika malam, pesawat Jepang melakukan usaha nekad untuk memberikan bantuan kepada pasukan mereka. Pesawat tersebut berhasil menerjunkan beberapa parasut yang membawa perbekalan medis dan amunisi. Tiga pesawat Jepang ditembak jatuh oleh pesawat tempur malam dari kapal induk.

H+9
Meskipun H+9 merupakan hari yang diramalkan oleh Harry Schmidt sebagai hari terakhir pertempuran, perintahnya untuk hari itu adalah supaya Divisi Ke-3 mendesak maju menuju ke pantai utara untuk memotong posisi musuh menjadi 2 bagian. Menggantikan Resimen Ke-9 yang kelelahan, Resimen Ke-21 bergerak maju pada pukul 09.00, dan di bawah dukungan tembakan gencar meriam angkatan laut dan artileri yang kelihatannya membuat musuhnya kaget. Pada satu saat mereka berhadapan dengan beberapa tank "Ha-G0" yang tersisa dari Resimen Ke-26 pimpinan Baron Nishi, namun kendaraan-kendaraan yang lemah itu disapu bersih oleh bazooka dan pesawat sehingga Baron Nishi tinggal mempunyai tiga tank yang berfungsi di Iwo Jima. Marinir menyerbu masuk melalui reruntuhan desa Motoyama, yang dulunya merupakan pemukiman terbesar di Iwo Jima. Para penembak senapan mesin dan penembak runduk Jepang yang telah mengambil alih reruntuhan disitu segera disapu bersih dan Batalion Ke-3 terus maju untuk menduduki dataran tinggi yang mengawasi Lapangan Udara no. 3 yang belum selesai. Sementara itu Batalion Ke-1 dan Ke-2 sibuk menangani sejumlah besar posisi musuh dalam pertempuran yang mengerikan dengan dibantu tim penyembur api.
Penyembur api
Penyembur api

Penyembur api merupakan senjata yang paling praktis untuk membersihkan musuh dari gua, kubu pertahanan dan bunker. Senjata mengerikan itu juga menyelamatkan banyak nyawa Marinir yang mungkin harus mengusir musuh keluar dalam pertarungan satu lawan satu dengan lawan yang tidak menganggap menyerah sebagai pilihan. Pratu Hank Chamberlain menggambarkan satu serangan khas penyembur api: "Saya sedang melindungi seorang penyembur api di dekat sederetan gua. Ada granat dilempar keluar ke arah kami dan kami melompat ke belakang tonjolan batu di sebelah kiri kami dan granat itu meledak dengan tidak membahayakan kami. Si penyembur api berada di sebelah pintu masuk gua dan bergerak menyamping di depannya dan melepaskan semburan api. Seorang prajurit Jepang berlari keluar. Sekujur tubuhnya terbakar dan jeritannya ngeri sekali. Buckey dan saya menembaki gua dengan senjata kami dan kami mengisi ulang senjata kami secepat yang kami bisa. Si prajurit Jepang berguling-guling di tanah dan tangannya mencakar-cakar udara. Kami melepaskan dia dari penderitaannya dengan peluru yang cukup untuk membunuh lusinan orang."

-Di garis depan Divisi Ke-5, Marinir masih berhadapan dengan Bukit 362A- puncaknya dipenuhi senjata anti-tank dan mortir, lerengnya penuh dengan senapan mesin, dan kakinya dibentengi oleh bunker dan kubu pertahanan. Dua batalion dari Resimen Ke-27, didukung oleh tank, menyerang bukit tersebut dengan bahan peledak dan penyembur api, namun sedikit kemajuan yang dicapai.

-Kebuntuan di "Meatgrinder" terus berlanjut ketika Divisi Ke-4 terus menyerang Bukit "382" dan "Turki Knob". Usaha untuk mengepung kedua posisi itu selalu digagalkan.Kejadian yang paling diingat pada hari itu adalah pada pukul 14.00 ketika peluru meriam Jepang mendarat di tempat penumpukan amunisi yang luas dekat Lapangan Udara N0. 1, dan seluruh bagian selatan Iwo Jima meledak dalam pertunjukan api yang spektakuler. Ajaibnya tidak ada korban jiwa sama sekali, namun Divisi ke 5 kehilangan hampir seperempat persediaan amunisinya.

H+10
-Resimen Ke-21 dari Divisi Ke-3 bergerak maju ke Lapangan Udara no. 3 dan anehnya sedikit mengalami perlawanan dari pihak musuh dan pada pukul 12.00 mampu rnenyeberangi landasan pacu utama.Tank bergerak maju untuk memperkuat serangan dan semua berjalan lancar sampai pasukan terdepan mencapai Bukit 362B dan 362C, dua kubu yang dipertahankan dengan kuat yang menghalangi jalan ke pantai, dan gerak maju mulai kehilangan kecepatannya.

-Di pantai barat, Resimen Ke-28, penakluk Gunung Suribachi, dengan ketiga batalionnya sedang menghadapi kompleks pertahanan yang kuat di utara Bukit 362A. Hari itu dimulai dengan penembakan oleh satu kapal perang dan tiga kapal penjelajah, dan ketika debunya reda Batalion Ke-1 dan Ke-2 menyerbu lereng dan mencapai puncaknya. Pasukan Jepang telah meninggalkan tempat tersebut melalui jaringan gua yang rumit dan mengambil posisi baru di Perbukitan Nishi, suatu garis tebing kasar (183 meter ke utara).

-Bagi Divisi Ke-4, Bukit 382 merupakan kunci memecah kebuntuan. Sebelum bukit itu berhasil direbut, seluruh bagian timur Iwo Jima masih tetap berada ditangan musuh,usaha untuk merebutnya belum berhasil . Gerakan maju awal oleh Batalion Ke-1 dan Ke2 terhenti oleh hujan mortir.

Iwo Jima
Foto ini diabadikan oleh wartawan majalah LIFE di Iwo Jima

Pasukan Jepang kemudian berlari masuk ke dalam gua ketika tembakan meriam angkatan laut, artileri, dan serangan pesawat tempur menyapu daerah tersebut. Ketika Batalion Ke-1 melanjutkan serangan, pasukan Jepang keluar dari persembunyian dan melanjutkan tembakan senapan mesin, mortir, dan senapan ringan dari dataran tinggi. Sampai tengah hari jelaslah bahwa kebuntuan kembali terjadi.

H+11
-Tekanan berlanjut di Bukit 382 dan "Turkey Knob". Batalion Ke-1 Resimen Ke-25 melakukan penyusupan sebelum subuh namun dipukul mundur oleh tembakan mortir yang datang dari ketinggian. Sementara itu Resimen Ke-26, dalam beberapa pertempuran terberat hari itu, mengamankan posisi yang didapat di puncak Bukit 382. Korban yang jatuh mencengangkan, satu unit bahkan kehilangan lima perwira secara berurutan-dua orang terluka fatal, dua luka parah, dan satu lagi kehilangan kaki di bawah lututnya.

-Di bagian tengah, harapan untuk bergerak cepat ke pantai utara memudar. Meskipun laut hanya berjarak 1.372 meter, Divisi Ke-3 masih harus berurusan dengan Bukit 362B dan 362C. Empat ribu orang melancarkan serangan dua arah, satu kelompok menuju Bukit 362B sementara yang lainnya dikerahkan di sekitar Lapangan Udara no. 3. Jalan menuju bukit merupakan daerah datar yang dijaga oleh artileri dan hampir tidak menyediakan tempat berlindung. Tank dikirim maju dan dengan perlindungan tank tercapai gerak maju sejauh 457 meter sampai ke dasar bukit.Di sebelah kanan, Batalion Ke-2 bergerak menuju ke sebelah timur lapangan udara namun hanya memperoleh sedikit kemajuan ketika mereka berhadapan dengan garis pertahanan Baron Nishi. Tanpa tanknya, Baron Nishi pasrah untuk mati di garis depan bersama dengan sisa pasukannya.

-Resimen Ke-28 pimpinan Kolonel Chandler Johnson yang berada dipantai barat bertekad untuk rnenguasai perbukitan Nishi. Ketika bergerak maju di sepanjang sisi kiri Bukit 363A mereka mendapat perlawanan hebat. Namun mereka terus maju ke jurang yang berada di antara bukit dan punggung bukit di mana mereka menemukan tempat kosong di mana tank-tank Sherman dapat menghantam muka tebing.Johnson, yang dikenal selalu berada di depan bersama anak buahnya, ke mungkinan menjadi korban salah tembak peluru mortir Amerika yang membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.......(bersambung)


Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Asia Pasifik
0 Komentar untuk "Pertempuran Iwo Jima 3 (H+6 sampai H+11)"

Back To Top