Eva Braun-Menjadi Bayangan Adolf Hitler Selamanya

Keputusannya untuk setia menemani kekasihnya sampai mati dan mengakhiri hidupnya bersamanya, akan selalu dikenang dalam sejarah.Bukan karena dia wanita yang hebat, tetapi karena statusnya sebagai nyonya Adolf Hitler dan mengikuti langkah suaminya untuk bunuh diri bersma-sama .Setiap orang yang membaca akhir  riwayat Adolf Hitler yang bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri akan juga mengingat kekasihnya Eva Braun yang mati di sisinya dengan menelan racun di FuhrerBunker pada tanggal 30 April 1945 .Sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun secara resmi di dalam bunker perlindungan tersebut , sehingga mulai saat itu Eva Braun menyandang status resmi sebagai Nyoya Hitler (setelah 16 tahun menjadi pacar gelapnya).



Siapakah Eva Braun ?
Eva Anna Paula Braun dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1912. Jadi usia gadis ini 23 tahun lebih muda dari Hitler. Awal pertemuan Eva dan Hitler adalah ketika Eva berusia 17 tahun. Pada waktu itu dia bekerja sebagai asisten pribadi Heinrich Hoffmann, seorang fotografer pribadi Adolf Hitler. Namun pada waktu itu Eva hanya seorang pengagum rahasia Hitler, karena pada saat itu Hitler sedang bersama Geli Raubal.
Sebagai asisten fotografer, Eva dan Hitler sering berhubungan. Bahkan pernah sekali Hitler, ketika masih bersama Geli, dia membawa Eva menaiki mobil Mercedez Benz pribadinya. Dan kejadian ini sempat menimbulkan pertengkaran hebat antara Hitler dengan Geli. Bahkan akibat pertengkaran ini ada isu yang mengatakan Geli bukan bunuh diri, melainkan karena dibunuh oleh orang suruhan Hitler. Tapi waktu itu Hitler adalah orang yang berpengaruh, maka tidak ada penyelidikan lebih lanjut tentang sebab kematian Geli.
Pada tahun 1931, setelah Geli bunuh diri, Hitler jadi sering berhubungan dengan Eva dan mulai tertarik kepadanya. Bagi Hitler, Eva adalah sosok wanita muda yang menarik, cocok sebagai penghias seorang pria mapan dan berpengaruh sepertinya. Namun kenyataannya Hitler tidak pernah membawa Eva keluar untuk mendampinginya dalam berbagai pertemuan. Hitler lebih suka pergi sendiri dan Eva dibiarkan menunggunya pulang, tapi Hitler terlalu sibuk dan sering mengabaikannya ketika sudah sampai di rumah.
Hitler dan Eva tidak pernah mempublikasikan hubungan mereka, lagipula tidak ada yang bisa dipublikasikan. Hitler sendiri tidak pernah menjelaskan kepada Eva mengenai status hubungan mereka. Bagi orang lain yang melihatnya, hubungan mereka hanya terlihat sebagai hubungan teman, atau seorang paman dengan ponakan karena perbedaan usia yang sangat mencolok.
Dalam romantisme yang tidak jelas ini, Hitler tetap menyediakan berbagai keperluan untuk Eva. Mulai dari tempat tinggal, sampai sopir pribadi. Namun Hitler tidak pernah menyentuh Eva secara romantis ataupun tidur dengannya. Bagi Hitler, Eva hanya pemuas kebutuhan secara emosional, seperti seorang anak kecil yang puas melihat sirkus.
Pernah sekali Eva ingin mencoba lebih dekat dengan Hitler, dia mencoba mendapatkan perhatian Hitler dengan menjadi perokok dan menggodanya dengan pose menarik. Namun respon Hitler tetap biasa saja, tidak menunjukkan perhatian dan ketertarikan sama sekali.
Hitler pernah berkata kepada salah seorang supir pribadinya, Heinz Linge, “Eva hanya seorang gadis muda. Beban sebagai pendamping seorang yang posisi seperti saya terlalu berat baginya. Tapi dia satu-satunya wanita untukku. Dan kami menjalankan sebagaimana adanya saja…”
Pada tahun 1932, ayah Eva meninggal dunia. Kejadian ini membawa kesedihan bagi Eva. Tapi Hitler tetap tidak perduli kepadanya, dan sebaliknya Hitler sibuk dengan agenda kampanye untuk menjadikan Partai Nazi sebagai suara mayoritas dalam Reichstag.
Tidak kuat menahan kesedihan dan kesepian, Eva mencoba bunuh diri dengan menembak pistol ke lehernya. Namun nyawa Eva bisa diselamatkan, dan Hitler membatalkan jadwal kampanye dan memilih menemani Eva di rumah sakit. Kejadian ini membuat Nazi kehilangan dua juta suara dan 34 kursi di Reichstag. Sebenarnya pada waktu itu emosi Eva juga dipengaruhi oleh rasa cemburu, sebab pada saat itu ada seorang bintang film wanita yang juga dekat dengan Hitler, bernama Renate Mueller.
Tentu saja kejadian ini cukup mempengaruhi Hitler, karena sebelumnya Hitler sudah mengalami trauma atas kematian seorang wanita yang dekat dengannya, Geli Raubal. Setelah itu Hitler semakin menunjukan perhatian lebih untuk Eva. Hitler jadi sering mengajak Eva berjalan-jalan dan kadang menonton teater. Namun hubungan Hitler dan Eva dimata orang lain masih sebatas paman dan ponakan, tidak ada sisi romantisme sama sekali. Bahkan pernah sekali ketika menemani Hitler makan malam di hotel bersama teman-temannya, Eva tidak diperhatikan sama sekali dan tidak diajak bicara sepatah katapun.
Namun saat-saat bahagia Eva ketika mendapatkan perhatian Hitler hanya berlangsung beberapa minggu saja. Setelah itu Hitler kembali sibuk dengan urusan politiknya. Dalam seminggu mereka hanya sempat bertatap muka 3-4 jam saja.
Partai Nazi sendiri memang berusaha menutup rapat-rapat masalah hubungan Adolf Hitler dengan Eva Braun. Karena dalam beberapa pidatonya, Hitler mengklaim dirinya tidak akan menikah karena dia sudah menikah dengan “rakyat Jerman”, dan semua anak-anak Jerman adalah anak Hitler juga. Setelah Perang Dunia I, banyak wanita di Jerman yang menjadi janda, dan anak-anak menjadi yatim. Status bujangan Hitler yang berpenampilan unik dan berkharisma membawa daya tarik tersendiri bagi para wanita Jerman, dan menambah jumlah suara dalam pemilihan umum. Dan ini salah satu sebab Eva Braun tidak pernah tampil didepan publik bersama Hitler.
Pernah sekali, ada seorang fotografer yang diam-diam mengambil foto Hitler ketika mencium tangan Eva Braun, dan kemudian diterbitkan di salah satu surat kabar di Jerman. Menurut Nazi, foto tersebut terlihat sangat intim dan keesokan harinya fotografer itu ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pada tahun 1935, Eva Braun kembali berusaha bunuh diri. Dia menelan obat tidur dalam jumlah banyak, tapi berhasil tertolong oleh dokter pibadi Hitler.
Dalam surat yang ditulis sebelum bunuh diri, tertulis “Seandainya saja pada waktu itu saya tidak menatap matanya…”
Setelah kejadian itu, Hitler menjadi semakin dekat dengan Eva. Hitler kemudian semakin sering terlihat bersama Eva. Dan dalam memperkenalkan kepada tamunya, Hitler selalu berkata “dia sekretaris pribadiku”.
Meskipun sering dikecewakan Hitler karena kurang perhatian kepadanya, Eva Braun setia kepada Hitler sampai akhir hayatnya. Ketika perang sudah hampir mencapai akhir dan Tentara Merah sudah mencapai kota Berlin, Eva Braun memilih untuk tinggal bersama Hitler dalam bunker pertahanan, meskipun saat itu Hitler sudah menyuruhnya pergi demi keselamatannya.
Tragedi di Fuhrer Bunker
Dan penantian Eva selama 16 tahun bersama Hitler membuahkan hasil. Pagi hari jam 04:00, tanggal 29 April 1945, Adolf Hitler menghargai kesetiaan Eva Braun dengan menikah secara resmi disaksikan oleh Joseph Goebbels dan Martin Bormann, sekretaris Hitler pada waktu itu. Surat nikah mereka tertulis atas nama Adolf Hitler dan Eva Hitler, terlahir sebagai Braun. Setelah itu mereka menghabiskan waktu seharian di kamar pribadi Hitler. Tapi mereka hanya menikmati hidup sebagai suami istri selama 36 Jam.
Pada tanggal 30 April 1945, setelah makan siang jam 13:00, Adolf Hitler menyampaikan salam perpisahan secara personal dengan orang-orang dalam bunker, termasuk keluarga Goebbels dan Martin Bormann. Kemudian Hitler dan Eva masuk kedalam ruang belajar dalam bunker.  Sekitar jam 15:30 terdengar suara letusan pistol dari kamar Hitler. Sopir pribadi Hitler, Heinz Linge, menemukan Hitler sudah tidak bernyawa dengan lubang peluru di kepala. Sedangkan Eva tergeletak disisinya setelah menelan pil sianida. Kedua jenasah mereka dibakar diluar bunker diatas lobang tanah bekas pemboman.
Surat Terakhir
Sebelum mengakhiri hidupnya, Eva sempat menuliskan sepucuk surat kepada kakaknya:
“Saya harus menuliskan surat ini untukmu, supaya kamu tidak sedih atas akhir nasib yang akan menimpa kami (Eva dan Hitler) di bunker. Sebaliknya kami yang merasa bersedih kepadamu karena harus melewati hari yang penuh kekacauan setelah kejadian ini. Diriku sendiri sangat senang bisa menemani Fuhrerku sampai akhir hayatnya.
Apa lagi yang akan ditawarkan dunia kepadaku? Saya sudah merasa hidupku sangat sempurna. Hidup sudah memberikan yang terbaik bagiku. Dan saya tidak merasa harus melanjutkan hidup. Sekarang saat yang tepat untuk mengakhiri hidup. Bersama Fuhrer, saya sudah memiliki segalanya dan sangat bahagia bisa menemani disampingnya.
Hiduplah dengan bahagia selama kamu bisa. Jangan meneteskan air mata ataupun menyayangkan kematian kami. Ini adalah suatu akhir yang baik dan sempurna, dan kami sudah mengambil keputusan. Ini adalah akhir yang tepat bagi seorang Wanita Jerman
Salam,
Eva Hitler”
Sejak perjumpaan pertama, saya sudah bersumpah untuk mengikutimu kemanapun kau pergi, bahkan sampai kematian. Saya hidup hanya untuk mencintaimuisi surat Eva Braun kepada Adolf Hitler
Continue reading →

Partai Nazi Timeline 1919-1945

1919-Januari-Cikal bakal partai Nazi –DAP-Deutsche Arbeiterparte (Partai Pekerja Jerman) dibentuk oleh Anton Drexler, dengan Gottfried Feder, Dietrich Eckart dan Karl Harrer.
1919-September-Adolf Hitler bergabung dengan partai DAP.
1920-Juli-Partai DAP berganti nama menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Nazi).
1920-Desember-Keanggotaan partai Nazi mencapai 3000 orang
1921-Juli-Adolf Hitler menjadi Pemimpin partai Nazi
1924-Desember- Hitler keluar dari penjara,hanya menjalani 9 bulan hukuman.Partai Nazi memenangkan 24 kursi di Reichstag.
1926- Partai Nazi keanggotaanya mencapai 17,000 orang
1926-Februari-Konperensi Bamberg,Hitler memantapkan Posisinya sebagai pemimpin mutlak partai Nazi.
1927-Juli-Partai Nazi menyelenggarakan Nuremberg Rally untuk pertama kalinya.
1928-Mei-Partai Nazi memenangkan 14 kursi di Reichstag
1928-Desember-Max Amann menerbitkan Mein Kampf Volume 2
1928- Partai Nazi keanggotaanya mencapai 60,000 orang
1929-Desember-Partai Nazi keanggotaanya mencapai 178,000 orang
1930-Januari-Wilhelm Frick menjadi orang pertama dari Nazi yang menjadi menteri di pemerintahan
1932-Juli-Partai Nazi memenangkan 230 kursi dari 608 kursi di Reichstag dan menjadi partai terbesar di Jerman.
1933-Juli-Semua partai politik di Jerman dilarang/dibekukan kecuali partai Nazi
1939-Perang dunia 2 meletus di benua Eropa
1945-Jerman kalah Perang Dunia 2 partai Nazi menjadi partai terlarang.
1946-Pengadilan Nurenberg dari tanggal 20 November sampai tanggal 1 Oktober 1946-Pengadilan terhadap para petinggi Nazi,12 tokoh Nazi di hukum mati



Continue reading →

Perjalanan Hidup Adolf Hitler (Adolf Hitler-Time Line)

Continue reading →

Medan Perang Asia Pasifik

Continue reading →

Prelude to War

Continue reading →

Tokoh Tokoh dari Blok Axis / Poros



adolf-hitler ernst-roehmjoseph-goebbelshermann goeringgregor strasser dietrich-eckart
Gottfried Feder
emil-maurice bruno-gesche-bodyguardnya-adolf-hitler


Paul-von-HindenburgFranz von PapenKurt von SchleicherHeinrich BrüningAlfred Hugenberg

jenderal-tadamichi-kuribayashi. kolonel-takeichi-nishi


Continue reading →

Lahirnya Schutzstaffel (SS)- Pengawal Pribadi Adolf Hitler

Schutzstaffel (SS)
 Simbol Schutzstaffel (SS)
Asal-usul Schutzstaffel (SS) dapat dilacak kembali ke bulan Maret 1923 ketika "Stabswache" (pengawal markas besar partai) diciptakan untuk tujuan melindungi keselamatam Adolf Hitler sang ketua Partai Nazi. Pada bulan Mei 1923 Hitler membentuk unit pengawal baru yang disebut “Stosstrupp Adolf Hitler” (Pasukan Penggempur Adolf Hitler). Komandan "Stosstrupp Adolf Hitler" adalah Josef Berchtold. Unit ini kecil, dengan anggotanya yang tak pernah lebih dari lima puluh orang.

Setelah kegagalan kudeta Beer Hall Putsch November 1923, kesatuan SA dan " Stosstrupp Adolf Hitler" dinyatakan sebagai organisasi terlarang . Komandan "Stosstrupp Adolf Hitler" Josef Berchtold, berhasil melarikan diri ke Austria, sementara Hitler dan banyak pengikutnya dipenjarakan di Penjara Landberg.

Stosstrupp Adolf Hitler 1923
Stosstrupp Adolf Hitler 1923
Pada bulan Februari 1925 setelah keluar dari Penjara Landberg, Adolf Hitler mengorganisasi kembali partai Nazi. tetapi satuan SA di negara bagian Bavaria masih dilarang (larangan ini tidak berlaku untuk semua negara bagian Jerman). Saat itu April 1925 Hitler memerintahkan mantan anggota "Stosstrupp Adolf Hitler" Julius Schreck (sopir pribadi Hitler) untuk membentuk sebuah satuan pengawal yang baru. Dua minggu kemudian, Schreck membentuk penjaga markas besar yang baru dan memberi nama "Schutzstaffel" (Satuan Penjaga) atau disingkat "SS."

Awalnya anggota "SS" hanya terdiri dari delapan orang yang sebagian besar adalah mantan anggota "Stosstrupp Adolf Hitler.". Namun Schreck, mempunyai sebuah rencana untuk mendirikan unit "SS" di seluruh Jerman. Sebuah surat edaran sudah dikirimkan pada September 1925 yang menyerukan setiap cabang Partai untuk mengatur pendirian unit baru tersebut.

Stosstrupp Adolf Hitler 1923
Stosstrupp Adolf Hitler 1923
"Schutzstaffel '' akan menjadi suatu pasukan elit berukuran kecil yang terdiri dari sepuluh laki-laki dan dipimpin oleh seorang komandan regu. Anggota pasukan tersebut direkrut dari kalangan pemuda partai Nazi yang terbukti setia dan fanatik kepada Adolf Hitler. Pada Januari 1926, ide dari Schreck tersebut telah diterapkan dan unit-unit "SS" dibentuk diseluruh cabang partai Nazi di Jerman.

Josef Berchtold, mantan komandan “Stosstrupp Adolf Hitler”, kembali ke Jerman dari pengasingannya di Austria dan pada bulan April I926 mengambil alih komando" SS "dari Schreck. Pada tanggal 4 Juli 1926, pada Rally Partai Nazi yang diadakan dikota Weimar, Hitler memberikan " Blood Flag " kepada "SS" dan menyatakan "SS" sebagai organisasi elitnya.

Hitler menempatkan Hauptmann Franz Pfeffer von Salomon sebagai komandan SA (Oberste SA-Fuhrer) di seluruh Jerman pada tanggal 1 November 1926. Hal ini menyebabkan satuan "SS" ditempatkan di bawah otoritas "Oberste SA-Fuhrer ". Hitler juga setuju kalau Pfeffer memperluas pengaruhnya atas SA diseluruh Jerman Utara. Berchtold mengambil gelar baru yaitu "Reichsführer (pemimpin nasional)-SS" meskipun kekuasaannya semakin dirongrong dengan ditempatkannya satuan "SS" dibawah kekuasaan SA.

Josef Berchtold
Josef Berchtold
Berchlold berusaha agar SS menjadi organisasi independen yang bebas dari campurtangan SA dan juga dari pejabat Partai, tetapi hal ini menjadi semakin sulit ketika keanggotaan SA semakin meningkat jumlahnya jauh melampaui anggota “SS”. Berchtold kemudian mengundurkan diri.

Berchtold mengundurkan diri pada tahun 1927 dan digantikan oleh wakilnya Erhard Heiden. Di bawah kepemimpinan Heiden ini SS menurun dalam keanggotaan dari 1000 sampai 280. Heiden mengangkat Heinrich Himmler sebagai wakilnya. Karir Heiden jatuh dengan munculnya tuduhan bahwa ada bagian-bagian dari seragam SS dikerjakan oleh penjahit Yahudi. Pada 5 Januari 1929 ia diberhentikan oleh Adolf Hitler dan digantikan oleh Himmler sebagai Reichsführer-SS.

Pada bulan Desember I930 keanggotaan SS meningkat menjadi 2.727 orang dan masih berada di bawah komando SA. Ketika SA dan SS ditugaskan bersama-sama, satuan SS selalu ditempatkan di bawah komandan SA lokal. Meskipun SA berusaha keras untuk menekan perkembangan SS ,Heinrich Himmler berhasil meningkatkan jumlah anggota SS dengan membujuk kandidat yang cocok dari SA agar mau bergabung dalam formasi elit SS.

Schutzstaffel (SS)
Schutzstaffel (SS) dengan seragam hitam
Pada tahun 1930, dalam upaya untuk menghentikan perseteruan yang terus menerus antara pemimpin SA dan SS, Adolf Hitler turun tangan dengan memberikan kedudukan SS menjadi independen terlepas dari SA. Meski masih resmi di bawah komando Oberste SA Fuhrer, tidak ada komandan SA lokal yang bisa memberikan perintah kepada SS yang pada waktu itu sudah menerima seragam hitam yang baru, bukan seragam brownshirt lagi yang menjadi simbol dari SA.

Juni 1932 keanggotaan SS meningkat menjadi 30.000 dan pada saat Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tanggal 30 Januari 1933, Satuan SS beranggotakan 52.000 orang.

Pada tanggal 20 Juli 1934, SS secara resmi dipisahkan dari SA dan tidak lagi di bawah komando Oberste SA-Fuihrer. Kebebasan penuh dari SA ini diberikan kepada SS oleh Hitler karena kesetiaan mereka dalam menumpas pemberontakan Roh.

Heinrich Himmler
Reichsführer Heinrich Himmler
Mulai September 1934 Himmler menciptakan pangkat baru '' Reichsführer-SS / Pemimpin Nasional SS '' dengan lencana pangkat yang hanya dipakai olehnya. Para anggota Nazi menganggap SS sebagai satuan elit partai yang para anggotanya dipilih berdasarkan kemurnian ras dan kesetiaan yang sangat tinggi pada Partai Nazi.

Dengan semakin berkuasanya Partai Nazi di Jerman, fungsi-fungsi pemerintahan seperti pertahanan keamanan diambil alih oleh SS, dan banyak organisasi SS yang secara de facto menjadi badan pemerintahan. Untuk mempertahankan kekuatan politik Partai Nazi, SS diberikan wewenang untuk mendirikan dan menjalankan Sicherheitsdienst (SD), yang merupakan badan keamanan dan intelejen partai . Lalu juga Geheime Staatspolizei (Gestapo), yaitu polisi rahasia SS. Semua ini membuat SS jadi bisa berjalan di atas hukum.

Waffen-SS
seorang prajurit Waffen-SS
Antara 1934 dan 1936, SS dibagi menjadi dua sub-unit utama, yaitu Allgemeine-SS / SS Umum (sayap politis SS) dan Waffen-SS / SS Bersenjata (sayap militer SS). Waffen-SS ini lalu berevolusi menjadi tentara Jerman kedua didalam Wehrmacht / Angkatan Darat Jerman, yang sama-sama bertempur berdampingan dengan angkatan darat reguler Jerman. Waffen-SS dikenal akan kemampuan bertempurnya yang mumpuni dan fanatismenya, namun mereka juga terkenal karena kejahatan perangnya terhadap warga sipil dan tahanan perang.






Baca Juga
Continue reading →

Adolf Hitler menjadi pemimpin (Fuhrer) Partai Nazi

Adolf Hitler, 1921
Adolf Hitler, 1921
Pada awal 1921, Adolf Hitler semakin sering tampil untuk berbicara di depan banyak orang. Pada bulan Februari, Hitler berbicara di depan hampir enam ribu orang di Munich. Untuk mempublikasikan pertemuan tersebut, ia mengirim dua truk dengan bak terbuka yang dipenuhi oleh para pendukungnya untuk berkeliling dengan membawa bendera swastika sambil membagikan selebaran, menyebabkan kehebohan. Taktik ini digunakan untuk pertama kalinya oleh partai Nazi . 

Hitler sekarang mendapatkan ketenaran di luar Partai Nazi karena hal-hal yang selalu disuarakannya : penolakan terhadap Perjanjian Versailles, politisi-politisi dan kelompok politik saingannya , terutama dari golongan Marxis, dan orang-orang Yahudi. 

Partai Nazi berpusat dikota Munich yang pada waktu itu menjadi pusat pertumbuhan dari berbagai gerakan sayap kanan yang ultra nasionalis di Jerman, termasuk diantaranya para perwira Angkatan Perang Jerman yang bertekad untuk menghancurkan Marxisme dan melemahkan atau bahkan menggulingkan demokrasi Jerman yang masih berumur sangat muda. Perlahan-lahan, mereka mulai mencari dukungan ke arah politisi yang sedang naik daun, Adolf Hitler, dan partai Nazinya yang sedang berkembang akan mereka pakai sebagai kendaraan mereka dalam mencapai tujuan mereka. Hitler sekarang mulai melihat kalau dia bisa membawa gerakan partainya ke seluruh Jerman. 

Dia melakukan perjalanan ke Berlin untuk mengunjungi kelompok-kelompok nasionalis selama musim panas 1921. Namun dalam ketidakhadirannya di Munich, ia menghadapi pemberontakan yang tak terduga dari para petinggi Partai Nazi. Partai masih dijalankan oleh komite eksekutif yang merupakan anggota asli dari partai Nazi, tetapi mereka sekarang menganggap Hitler terlalu mendominasi dan cenderung menjadi diktator dalam partai . Untuk melemahkan posisi Hitler, mereka membentuk aliansi dengan kelompok sosialis dari Augsburg. Hitler bergegas kembali ke Munich dan membalas mereka dengan mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai pada 11 Juli 1921. 

Mereka menyadari dengan mundurnya Hitler dari partai akan berakhir juga riwayat Partai Nazi. Hitler memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebuah tawaran kepada mereka, dia tak akan keluar dari partai kalau dia diberi jabatan sebagai ketua partai dengan kekuasaan yang tak terbatas. Seluruh anggota komite marah, termasuk Anton Drexler, sang pendiri Partai, mereka bersikeras menolak tawaran tersebut. Sementara itu, beredar selebaran gelap yang berjudul: "Adolf Hitler: Apakah dia seorang pengkhianat?". Pamflet ini menyerang ambisi Hitler untuk berkuasa dan mengkritik kekerasan yang dilakukan oleh antek-anteknya. 

Komite eksekutif Partai Nazi akhirnya mundur dan tuntutan Hitler akan diputuskan oleh voting anggota partai. Hitler mendapat dukungan 543 orang dan hanya satu suara yang melawannya. Pada pertemuan berikutnya, 29 Juli 1921, Adolf Hitler ditetapkan sebagai Führer (pemimpin) Partai Nazi, jabatan/gelar yang akan terus disandangnya sampai akhir hidupnya .
Continue reading →
 

Footer Widget #2

Footer Widget #3

Footer Widget #4

Copyright 2010 Reich Ketiga. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog