Pertempuran Iwo Jima 2 (Hari H sampai H+5)


"Victory was never in doubt. What was in doubt in all our minds was whether there would be any of us left to dedicate our cemetery at the end."
( Major General Graves B Erskine, Commander, 3rd Marine Division.)

("Kemenangan tak usah diragukan lagi.Yang selalu menjadi keragu-raguan di setiap pikiran kami,apakah ada salah satu dari kami yang dapat bertahan untuk menguburkan kami yang gugur ketika pertempuran ini berakhir")

Sebelum invasi dimulai, komandan Korps V Amfibi, Mayor Jenderal Harry Schmidt telah meminta sepuluh hari bombardir terus menerus dari kapal tempur dan kapal penjelajah terhadap pulau Iwo Jima, kepada Laksamana William Blandy dari Task Force 52 (the Support Force) tapi ditolak olehnya dengan alasan tidak akan ada cukup waktu untuk mengisi ulang amunisi kapal-kapal perangnya sampai hari pendaratan. Schmidt hanya diberi tiga hari bombardir.

Hari pertama bombardir sangat mengecewakan karena terhalang oleh cuaca buruk.

Pada hari kedua kapal penjelajah USS Pensacola berada terlalu dekat dengan pulau dan ditembaki oleh meriam pantai tentara jepang. USS Pensacola terkena enam kali tembakan meriam dan mengakibatkan 17 awaknya tewas dan menderita kerusakan parah.12 LCI (Landing Craft Infantri) yang membawa 100 pasukan katak (sebagai team peledakan bawah air yang bertugas membersihkan area pendaratan dari ranjau yang dipasang musuh) mendekati pantai sampai sejauh 900 meter untuk kemudian ditembaki meriam jepang dari pulau Iwo Jima. Ke 12 LCI itu terkena dan berusaha kabur secepat mungkin. Kapal perusak USS Leutze yang bergerak cepat untuk memberi pertolongan terkena tembakan dan menewaskas 7 orang awak kapalnya.

Hari ketiga cuaca buruk kembali menghalangi jarak pandang dan bombardir terhadap Iwo Jima hasilnya mengecewakan. Namun semuanya tak dapat membatalan hari pendaratan keesokan harinya.

Pendaratan di Iwo Jima pada Hari H

"I don't know who he is, but the Japanese General running this show is one smart bastard"
(Lt General Holland M Smith, Commander, Fleet Marine Force Pacific)

("Saya tak tahu siapa dia,tapi Jenderal Jepang ,yang mengatur semuanya ini , memang seorang bajingan yang pintar")

Peta pendaratan iwo jima
Peta pendaratan iwo jima

Hari H
Hari H senin 19 februari 1945,dimulai dengan cuaca yang cerah dengan jarak pandang tak terbatas.Ketika kapal perang dan pesawat dari kapal induk memborbardir pulau Iwo Jima, dilakukan juga pemindahan ribuan marinir ke dalam LVT(Landing Vehicle Track) yang menjadi ujung tombak serangan adalah 68 LVT(A) (Landing Vehicle Track with Armor) semacam kendaraan lapis baja ampibi dengan roda tack yang dipersejatai dengan sebuah meriam Howitzer 75 mm dan tiga buah senapan mesin .LVTA akan melindungi gelombang pertama pasukan pendarat .

Marinir Amerika menyerbu Iwo Jima pada Hari H
Marinir Amerika menyerbu Iwo Jima pada Hari H

Pukul 09.00 di sepanjang pantai pendaratan, para penyerbu menemui undakan abu hitam vulkanik setinggi 4.5 m.Kaki para marinir melesak sampai pergelangannya dan kendaraan tempur amblas sampai as rodanya .Sesuai perintah jenderal Kuribayashi, perlawanan pasukan Jepang relatif kecil, Kuribayashi menunggu pihak Amerika mendaratkan sejumlah besar pasukannya ke pantai sebelum memulai melancarkan serangan balasan.

Pembantaian di Pantai
Ketika pasukan marinir gelombang pertama berjuang maju melalui medan pasir,gelombang demi gelombang pasukan tiba di pantai tiap 5 menit.Kemacetan mulai terjadi di pantai ,banyak pasukan pendarat berjejal-jejalan di pantai yang sempit.

Beberapa saat kemudian keganasan pasukan pertahanan Jepang mulai unjuk gigi,secara serentak pasukan jepang dari segala penjuru pulau mulai menembaki pantai dengan tembakan artileri,roket,mortir dan senapan mesin .Ratusan senjata ini telah si set jauh hari sebelumya agar pelurunya jatuh tepat di pantai pendaratan.Peluru meriam dan mortir mulai berjatuhan di tengah-tengah pasukan pendarat tanpa bisa dihindari lagi.Di pulau ini pasukan jepang menggunakan mortir rakasasa dengan diameter 320 mm .

Iwo jima-Mortir 320 mm
Mortir 320 mm

Kengerian terjadi di pantai pendaratan .Beberapa pesan yang diterima di kapal komando:
10.36: (Resimen 25th Marinir) "Mendapat serangan hebat dari sektor penggalian batu . Mortir dan tembakan senapan mesin!'
10.39: (Resimen 23th Marinir) "Banyak korban berjatuhan dan tidak dapat maju. Peluru mortir menghujani kami semua."
10.42: (Resimen 27th Marinir) "Semua unit terpaku oleh tembakan artileri dan mortir. Banyak korban berjatuhan. Perlu dukungan tank untuk dapat bergerak."
10.46: (Resimen 28th Marinir) "Mendapat serangan hebat dan tak dapat maju. Hujan peluru senapan mesin dan artilleri terhebat yang pernah kami lihat.

Pukul 11.00 beberapa tank dan buldozer berhasil menerobos sampai ke tanah keras dan seluruh pasukan akhirnya bisa terbebas dari kengerian di pantai. Bombardir pasukan jepang ke pantai pendaratan tak pernah berhenti sepanjang hari itu menghajar gelombang pasukan pendarat yang tiba menyusul gelombang sebelumnya. Di bagian tengah Resimen 23 dan Resimen 27 dapat mencapai lapangan udara no 1 .

Marinir Amerika di pantai  Iwo Jima pada Hari H
Marinir Amerika di pantai  Iwo Jima pada Hari H

Gelombang pendaratan pasukan sempat dihentikan sekitar pukul 13.000 karena tidak ada tempat lagi di pantai untuk menurunkan pasukan marinir , namun karena usaha heroik para Seabees, pendaratan pasukan dapat dilanjutkan kembali 2 jam kemudian. Pasukan Seabees (CB=Contruction Batalion/batalion kontruksi semacam pasukan Zeni Tempur atau Zipur)) melakukan permbersian di pantai pendaratan, mereka mendarat bersama gelombang pertama sekalipun banyak korban diantara mereka, pasukan seabees tetap bekerja, dan langsung merapatkan tanah dengan bulldozer, membuat jalan keluar supaya, kendaraan pengangkut, pasukan tank dan artileri dapat lewat, sekaligus menyingkirkan kendaraan tempur yang rusak dan terjebak agar tidak memenuhi pantai. Para Seabees ini kebanyakan direkrut dari industri kontruksi sipil dan terdiri atas sukarelawan dengan usia 40 sampai 50 tahun. Ada guraan diantara para pasukan marinir, "lindungi para seabees , barangkali salah seorang adalah bapakmu".

Pada pukul 14.00 Resimen 25 mulai mendaki sektor penggalian batu dengan menderita banyak korban. Di kaki gunung Suribaichi resimen 28 memantapkan posisinya dengan dibantu tank Sherman dan meriam 75 mm, mereka banyak menghancurkan kubu pertahanan Jepang, dan ketika malam tiba gunung Suribaichi telah terisolasi dari bagian pulau lainnya.

Diatas kapal komado, komandan marinir Lt General Holland M Smith mengevaluasi laporan hari itu, kemajuan yang dicapai tidak sebaik yang dia harapkan dan jumlah korban membuatnya muram. 501 terbunuh, 1.755 terluka, 47 meninggal karena luka-luka, 18 hilang, dan 99 menderita kelelahan akibat pertempuran. "I don't know who he is, but the Japanese General running this show is one smart bastard".(Saya tak tahu siapa dia,tapi Jenderal Jepang ,yang mengatur semuanya ini ,memang seorang bajingan yang pintar)

wilayah yang dikuasai pasukan Amerika setalah hari H dan hari H+5


Jalannya pertempuan pada hari2 selanjutnya

Hari +1
Cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang. Tugas resimen 28 untuk merebut gunung Suribachi di hari itu, tapi sampai pukul 12.00 hanya dapat maju sejauh 75 meter. Gunung Suribachi dipertahankan oleh kolonel Kanehiko Atsuchi dengan 2.000 tentara dan pelaut. Pihak Jepang telah melubangi gunung tersebut membuat gua-gua sebagai sarang senapan mesin, roket, mortir, meriam, tempat pengintaian, dan terowongan, tapi Atsuchi telah kehilangan banyak senjata kaliber besar dalam pengeboman angkatan laut yang berlangsung selama tiga hari sebelumnya.
Jenderal Kuribayashi memberikan kekuasaan semi otonom kepada Atsuchi untuk mempertahankan gunung Suribachi, memperingatkan bahwa pihak penyerbu akan segera mengisolasi gunung tersebut dari seluruh bagian pulau Iwo Jima. Kuribayashi tetap berharap Atsuchi bisa bertahan selama 10 hari, mungkin dua minggu.
Sementara itu lapangan udara no.1 bisa direbut resimen 27 dan 23, ketika H+1 hampir berakhir pasukan marinir mengalami korban yang sangat besar.

Hari H+2
Cuaca buruk seperti hari sebelumnya. Didaratkan resimen 21 dari divisi 3 marinir. Resimen 23 dan resimen 27 dapat maju sejauh 900m. Resimen 25 hanya dapat maju sejauh 50 m disekitar penggalian batu.
Kapal-kapal Task Force yang mendukung pendaratan menjadi sasaran salah satu serangan Kamikaze yang pertama kali. 50 pesawat Jepang mendekat dari arah barat laut dari arah Tokyo.
USS Saratoga dihantam satu "Zero" (Mitsubishi A6M) dibagian sisinya sehingga menyebabkan kebakaran hebat di hanggar, satu serangan kamikaze pesawat lainnya menghantam landasan kapal meninggalkan lubang yang menganga.

USS Saratoga dihantam satu Kamikaze
USS Saratoga dihantam satu Kamikaze 21-02-1945
Terjadi serangan Kamikaze ketika sebuah pesawat pengebom bermesin ganda "Betty"(Mitsubishi G4M) menabrak kapal induk ringan USS Bismark Sea, geladak kapal itu penuh dengan pesawat dan ledakan selanjutanya mengakibatkan kebakaran yang tak dapat di kendalikan lagi. Perintah meninggalakan kapal dikeluarkan dan 800 awak kapalnya terjun ke laut menyelamatkan diri dan dalam beberapa menit satu ledakan besar mengoyakkan buritannya, sehingga kapal itu terballik dan tenggelam tiga kapal lainya juga mengalami kerusakan; kapal induk ringan USS Lurga Point, dihujani puing-puing api dari 4 pesawat musuh yang dihancurkan saat berada diatasnya.
Kapal penyapu ranjau Keokuk rusak ketika satu pesawat pengebom tukik "Jill" (Nakajima B6N) menghantam geladaknya .Total korban jiwa dari serangan kamikaze ini sebanyak 358 orang. ini merupakan gambaran awal yang mengerikan dari kerusakan yang akan ditimbulkan serangan kamikaze, ketika Amerika menginvasi Okinawa pada bulan April berikutnya.

Hari H+3
Cuaca jelek tidak berubah resimen 28 bersiap kembali untuk merebut Gunung Suribachi namun tank-tank Sherman terjebak dalam lumpur dan Angkatan Laut menolak memberikan dukungan serangan udara karena cuaca yang buruk. Maka pasukan darat dengan senapan, granat dan penyembur api harus berjuang sendiri untuk bertempur pada hari itu. Kolonel Atsuhi masih memliki sisa 800-900 prajurit dan mereka akan bertahan mati-matian. Sepanjang hari pasukan marinir menyerang posisi musuh di lereng bagian bawah Gunung Suribachi, pertarungan sengit ini telah mengurangi pasukan Jepang menjadi beberapa ratus orang saja dan banyak yang kabur meninggalkan gunung dengan menyusup melalui jaringan terowongan yang rumit untuk bergabung dengan pasukan Kuribayashi di bagian utara pulau. Sisa sisa pasukan Jepang yang lainnya naik ke atas Gunung Suribachi. Sementara itu di medan pertempuran di bagian utara pasukan Amerika hanya dapat maju sejauh 229 meter. Hari itu korban di pihak Amerika 4.574 orang gugur dan terluka.

Hari H+4
Bendera Amerika berkibar di puncak Gunung Suribachi
Hari itu adalah hari resimen 28 menguasai Gunung Suribachi. Jendral Kuribayashi tidak menyangka bahwa lokasi yang strategis tersebut dapat jatuh dengan begitu cepatnya, ketika sisa-sisa pasukannya yang bertugas mempertahankan Gunung Suribachi menyusup melewati garis pertahananan Amerika dan dapat tiba dengan selamat di utara, mereka dicerca habis- habisan. Setelah melalui pertempuran kecil-kecilan terhadap sisa-sisa pasukan Jepang, para Marinir Amerika dapat membebaskan seluruh area Gunung Suribachi dari tangan musuh. Pada pukul 10.20 bendera Amerika Serikat dikibarkan menggunakan sebatang pipa besi dan juru foto dari Leatherneck, Lou Lowery mengabadikan momen tersebut. Teriakan bendera sudah berkibar terdengar dari para pasukan dan kapal kapal perang membunyikan sirenenya. Sekitar pukul 12.00 ,bendera yang lebih besar dikibarkan untuk menggantikan bendera yang lebih kecil yang telah dikibarkan sebelumnya. Kejadian pengibaran bendera yang kedua diabadikan oleh juru foto Joe Rosenthal dari Assosiated Press dan fotonya menjadi foto yang paling terkenal dalam Perang Dunia 2 (untuk kisahnya lihat disini).

Hari H+5
Dari H+1 sampai H+5 dari pihak Amerika sudah jatuh korban 1.034 prajurit gugur dan 3.741 terluka , 5 hilang dan 558 prajurit menderita kelelahan akibat pertempuran. Dan pertempuran yang brutal akan belanjut selama 30 hari lagi.
(bersambung)

Artikel Terkait

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Asia Pasifik
0 Komentar untuk "Pertempuran Iwo Jima 2 (Hari H sampai H+5)"

Back To Top