FieldMarshal Hugo Sperrle-Komandan Luftflotte 3 (Armada Udara Jerman ke 3)


FieldMarshal Hugo Sperrle
FieldMarshal Hugo Sperrle (1885-1953)
Field Marshal Hugo Sperrle (1885-1953) adalah seorang perwira senior Luftwaffe yang dikenal sebagai Komandan Legiun Kondor yang pertama  dan komandan Luftflotte 3 (Armada udara ke 3) selama pertempuran Battle of Britain yang terkenal. Sperrle seorang putra dari pembuat bir dilahirkan pada tahiun 1885 . Ia bergabung dengan tentara Jerman dan menjabat sebagai perwira infanteri, sebelum menjadi seorang pilot selama Perang Dunia Pertama. Setelah Perang Dunia 1 ,pada tahun 1919 ia menjadi pilot pesawat yang dimiliki oleh Freikorps, pasukan militer independen yang berkembang di Jerman pasca-perang. Ketika Perjanjian Versailles melarang Jerman untuk memiliki pesawat terbang  militer ia kembali ke kesatuan infanteri.

Memimpin Legiun Kondor pada Perang Saudara Spanyol.
Pada tahun 1935 Sperrle bergabung dengan Luftwaffe yang baru lahir dengan pangkat Generalmajor (setara Brigjen AD ). Pada tahun 1936 ia bertugas di Spanyol untuk memimpin Legiun Condor, bala batuan Luftwaffe untuk pihak Nasionalis selama Perang Saudara Spanyol. Dia bertugas di Spanyol sampai 1 November, ketika ia dipanggil kembali ke Jerman dan digantikan oleh Jenderal Volkmann. Setelah kembali Jerman Sperrle dipromosikan menjadi Jenderal Flyers dan diberikan jabatan sebagai komandan  Luftflotte 3 (Armada Udara ke 3), yang berbasis di Munich.Pada saat itu Jerman baru memilik 4 armada udara.

Perang Dunia 2
Armada udara nya tidak digunakan selama invasi Polandia, tetapi pada tahun 1940 ikut ambil bagian dalam invasi Perancis dan Battle of Britain. Dalam kedua pertempuran itu Sperrle beroperasi bersama Kesselring, yang memimpin Luftflotte 1 selama serangan Perancis dan Luftflotte 2 selama Battle of Britain.
Kekuatan Luftflotte 3 dalam Battle of Britain sekitar 1.100 pesawat terbang terdiri dari  (303 Bf-109, 112 Bf-110, 241 Ju-87 Stuka, 164 He- 111, 216 Ju-88).
Setelah penaklukan Perancis, Sperrle dan Luftflotte 3 pindah ke Perancis, dari situ bersama Luftflotte 3 bisa mengancam daratan Inggris. Pada bulan Juli 1940, ia ikut dipromosikan sebagai Generalfeldmarschall Luftwaffe selama  upacara pengangkatan para FieldMarshal 1940 oleh Hitler.
Luftflotte 3 bertempur dengan gigih selama Battle of Britain, tetapi tidak berhasil memenangkan pertempuran itu. Ketika perhatian Hitler mulai berpaling ke front Timur (Rusia) , Sperrle tetap berada di Perancis sebagai komandan Luftwaffe di wilayah barat, dengan tanggung jawab untuk kampanye pengeboman terhadap daratan Inggris (The Blitz) dan lini terdepan pertahanan udara terhadap serangan udara Sekutu di wilayah Eropa yang diduduki Nazi Jerman (termasuk serangan Dieppe pada bulan Agustus 1942). 

Seperti Goering, Sperrle menghabiskan banyak waktunya untuk berfoya-foya, menjalani kehidupan yang mewah di Paris. Ini sudah menjadi perhatian Hitler pada awal tahun 1943, namun Sperrle tetap dalam posisinya.Selama periode ini kekuatan udara yang dimilikinya secara perlahan mulai terkikis, sampai pada D-Day ia hanya memiliki 198 pembom dan 125 pesawat fighter di seluruh armadanya (karena kekurangan pesawat,bahan bakar dan pilot yang berpengalaman) terlalu berat untuk menghadapi 9000 pesawat terbang yang dikerahkan sekutu pada invasi ini  .Karena gagal membendung invasi Sekutu di Normandia (D-Day) dia dipecat oleh Hitler  18 Agustus 1944 dan digantikan oleh Otto Dessloch.


Hugo Sperrle di tahan Sekutu 1946
Setelah Jerman menyerah kalah pada Sekutu 1945 ,Field Marshal Sperrle ditangkap oleh Sekutu dan di Pengadilan Nuremberg dia didakwa telah melakukan kejahatan perang, tapi dibebaskan karena kurangnya bukti . Setelah perang ia hidup dengan tenang dan meninggal di Munich pada tahun 1953.






Artikel Tekait
-Legiun Condor

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Tokoh Axis
0 Komentar untuk "FieldMarshal Hugo Sperrle-Komandan Luftflotte 3 (Armada Udara Jerman ke 3) "

Back To Top