Der Stahlhelm, Organisasi Paramiliter Terbesar pada masa Republik Weimar


The Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten (" Steel Helmet/Pasukan Topi Baja , League of Frontline Soldiers"/ Liga Pasukan Garis Depan, lebih dikenal sebagai Der Stahlhelm) adalah salah satu dari  organisasi paramiliter yang banyak bermunculan setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I. Organisasi ini adalah bagian dari "Black Reichswehr / tentara gadungan ” (organisasi- organisasi paramiliter ilegal yang disupport oleh Angkatan Bersenjata Jerman / Reichswehr akibat pembatasan jumlah personil Tentara Jerman / Reichswehr yang ditetapkan oleh Perjanjian Versailles). Organisasi- Organisasi paramiliter ilegal tersebut (Freikorps, Stahlhelm dsb) bertugas membantu mengamankan wilayah Jerman dari penyusup-penyusup komunis dan melawan pemberontakan- pemberontakan di dalam negeri. Tetapi mereka dibubarkan pada tahun 1923 setelah peristiwa pemberontakan Küstrin (KüstrinPutsch) .


The Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten
Panji Der Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten

Küstrin Putsch- merupakan sebuah kudeta militer sebagai reaksi terhadap pemerintah Jerman akibat Peristiwa September 1923 ( Pendudukan wilayah Ruhr oleh Pasukan Perancis).Dipimpin oleh Bruno Ernst Buchrucker, kelompok Black Reichswehr ingin menjatuhkan pemerintahan Kanselir Gustav Stresemann dan menggantikan Republik parlemen-demokrasi dengan kediktatoran nasional. Motif lain untuk kudeta ini adalah keputusan Reichswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) yang akan membubarkan Black Reichswehr karena mendapat teguran dari Komisi Pengawasan Perjanjian Versailles yang menganggap organisasi- organisasi paramiliter ilegal ini melanggar isi Perjanjian Versailles. Pembubaran ini tentu saja akan menyebabkan banyak anggota mereka kehilangan mata pencaharian. Upaya untuk menduduki Küstrin, sebuah kota garnisun, dicegah oleh unit Reichswehr. Buchrucker dan pemimpin lainnya ditangkap dan dihukum. Sebagian besar pemberontak segera dibebaskan dan tidak dihukum.

Franz Seldte
Franz Seldte
Der Stahlhelm didirikan pada bulan Desember 1918 oleh Franz Seldte seorang industrialis dan mantan perwira tentara cadangan Jerman di kota Magdeburg di negara bagian Prussia. Para anggota pertama adalah saudara-saudaranya dan beberapa teman seperjuangan Seldte di dinas ketentaraan . Jurnal organisasi itu diedit oleh Count Hans-Jürgen von Blumenthal. (Blumenthal digantung oleh Nazi untuk perannya dalam plot Juli 1944 / usaha untuk membunuh Hitler dengan bom).

Pada Masa Republik Weimar
Sebelum Partai Nazi terkenal, Der Stahlhelm sudah menjadi organisasi nasionalis yang paling gigih dalam membendung pengaruh sosialisme dan komunisme. Seperti organisasi-organisasi dari sayap kanan lainnya mereka juga anti Yahudi tetapi tidak seekstrem Partai Nazi.Yang membedakan mereka dari Partai Nazi adalah anggota Der Stahlhelm mayoritas pendukung monarki.

Theodor Duesterberg
Theodor Duesterberg
Setelah peristiwa Kapp Putsch 1920 yang gagal, organisasi ini memperoleh dukungan lebih lanjut dengan dibubarkannya pasukan Freikorps. Pada tahun 1923 mantan politikus DNVP (Deutschnationalen Volksparte) Theodor Duesterberg bergabung dengan Stahlhelm dan dengan cepat naik level menjadi wakil Seldte ,walaupun keduanya selalu bertentangan. Der Stahlhelm kemudian menjadi cabang paramiliter Deutschnationalen Volkspartei (DNVP). DNVP menggunakan Der Stahlhelm seperti Partai Nazi menggunakan SA, yaitu sebagai penjaga keamanan pada acara rapat-rapat dan pertemuan-pertemuan partai.

Reichweher juga menggunakan Stahlhelm untuk menghindari pembatasan 100.000 tentara yang ditetapkan dalam perjanjian Versailles. Para Perwira dan tentara non-combatan kadang-kadang dalam jangka waktu tertentu dapat ditugaskan/rotasi jabatan ke Stahlhelm dan sebaliknya. Jadi boleh dikatakan Stahlhelm adalah organisasi militer yang disamarkan. Pada tahun 1930 anggota Der Stahlhelm mencapai 500.000, menjadikannya organisasi paramiliter terbesar di masa Republik Weimar (jumlah anggota SA dari partai Nazi pada waktu itu berjumlah kurang lebih 300.000) .

The Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten
The Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten
Pada pemilihan Presiden Jerman 1932 , Theodor Duesterberg maju sebagai kandidat dari Stahlhelm melawan Presiden inkumben Paul von Hindenburg dan Adolf Hitler. Menghadapi serangan-serangan kampanye Partai Nazi terhadapnya yang mengatakan Duesterberg bukan keturunan Aria Asli , dia hanya memperoleh dukungan 6.8 % suara.
Misi utama Der Stahlhelm adalah mendorong berdirinya negara nasionalis Jerman yang kuat yang akan merebut kembali wilayah Jerman yang hilang akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Mereka terjun ke dunia politik tapi tidak aktif dalam partai politik tertentu. Mereka memposisikan diri mereka sebagai pihak konservatif yang siap mendukung kandidat dari pihak nasionalis. Der Stahlhelm pada akhirnya bergabung dengan koalisi DNVP/NAZI yang mengantarkan Adolf Hitler sebagai Penguasa Jerman.

Pada Masa Third Reich
Ketika Partai Nazi berkuasa, pemerintah menghimbau agar der Stahlhelm di lebur dalam struktur NAZI tetapi mereka menolak. Walaupun menjadi pendukung Nazi tetapi mereka tetap menjaga jarak dengan Nazi. Pada bulan Maret 1933 satuan SA menggerebek markas Der Stahlhelm di Braunschweig untuk menekan Seldte. Hitler berusaha untuk membeli Seldte dengan memberi jabatan Reichsminister (Menteri Perburuhan pada kabinet Hitler). Seldte bergabung Hitler dan menyerukan agar Der Stahlhelm bergabung dengan SA (April 1933). Setelah bergabung, Der Stahlhelm diubah namanya menjadi Der Stahlhelm Nationalsozialistischer Deutscher Frontkämpferbund (Federasi Nasional Sosialis Frontline-Fighters). Setelah pembersihan satuan SA pada peristiwa Malam Pisau Panjang (1934) ,Hitler yang sekarang mendapat dukungan dari Reichswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) tidak membutuhkan Der Stahlhelm lagi. Pada tahun 1935 Hitler membubarkan Der Stahlhelm karena masih banyak anggotanya yang menjadi pendukung monarki.

Der Stahlhelm, Bund der Frontsoldaten
The Stahlhelm bergabung dengan SA

Setelah Perang Dunia 2
Pada tahun 1951 sebuah organisasi penerus Der Stahlhelm diciptakan kembali di Cologne, Jerman Barat. Setahun kemudian, pada tahun 1952, bahkan sebelum dibebaskan dari penjara, Field Marshal Albert Kesselring terpilih sebagai pemimpinnya (posisi yang terus dijabatnya sampai kematiannya pada tahun 1960). Ideologi Der Stahlhelm saat ini diadopsi oleh berbagai gerakan neonazi Jerman dan aktivis sayap kanan lainnya. Der Stahlhelm masih aktif berdiri di daerah-daerah tertentu tetapi sudah tidak memberikan pengaruh yang sigifikan.

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

0 Komentar untuk "Der Stahlhelm, Organisasi Paramiliter Terbesar pada masa Republik Weimar"

Back To Top