Adolf Hitler Bergabung dengan Partai NAZI -Riwayat Adolf Hitler bagian 2


1914-Pecahnya Perang Dunia 1 memberinya kesempatan untuk sebuah awal yang baru. Ini adalah kesempatan baginya untuk terlibat dalam pembuktian bahwa bangsa Jerman melebihi bangsa Eropa lainnya. Hitler menyatakan bahwa ketika ia mendengar berita tentang perang ini : "Saya diliputi dengan perasaan yang penuh antusias dan gairah yang meluap-luap, dan saya jatuh berlutut, dengan sepenuh hati mengucapkan syukur, bahwa saya telah diberi kesempatan untuk hidup pada jaman ini. Menolak berjuang untuk Austria yang tidak disukainya, Hitler malahan memilih menjadi sukarelawan untuk Angkatan Darat Jerman. Pada saat perang, pemeriksaan medis tidak begitu ketat. Dan dia berhasil diterima menjadi prajurit.

Adolf Hitler menjadi tentara dalam Perang Dunia I


Adolf Hitler menjadi tentara dalam PD I
Adolf Hitler 
Hitler suka akan kehidupan militer. Untuk pertama kalinya ia menjadi bagian dari suatu kelompok yang berjuang untuk tujuan yang sama. Hitler juga menikmati ketegangan dalam petempuran. Meskipun selalu bertindak berhati-hati ,namun dia tidak keberatan untuk mempertaruhkan nyawanya dan selalu membuat terkesan perwira atasannya dengan selalu siap menjadi sukarelawan dalam setiap misi yang berbahaya. 
Teman- temannya dalam ketentaraan menggambarkan dia sebagai orang yang "aneh" dan "ganjil". Seorang tentara dari resimennya, Hans Mend, mengakui bahwa Hitler adalah seorang yang suka menyendiri yang menghabiskan waktu yang lama duduk di sudut ruangan dan memegang kepalanya dan larut dalam keheningan. Lalu tiba-tiba, menurut Mend lagi, ia akan melompat dan mulai berpidato. Isi dari pidatonya biasanya serangan terhadap orang Yahudi dan Marxis yang Hitler yakini sebagai hama perusak yang menggerogoti jalannya peperangan.

Dalam pertempuran, Hitler diberi tugas sebagai kurir pembawa pesan. Suatu tugas yang berbahaya karena harus bolak balik berlari membawa pesan dari markas resimen ke garis depan pertempuran. Pada satu hari saja, pernah tiga dari delapan kurir dari resimen tewas. 
Hitler dianugerahi lima medali tanda jasa termasuk medali Salib Besi yang sangat bergengsi selama Perang Dunia 1. Komandannya menulis: "Sebagai kurir, dia telah menunjukkan keberanian yang penuh perhitungan dan kegagahan yang pantas diteladani. Dalam kondisi pertempuran yang sangat genting, ketika semua jalur komunikasi terputus, sepak terjang Hitler yang tak kenal lelah dan tak kenal takut memungkinkan suatu pesan yang sangat penting dapat segera disampaikan".

Meskipun banyak dianugerahi tanda jasa, Hitler hanya mencapai pangkat kopral saja. Hal ini mungkin karena perilaku eksentriknya dan kekuatiran bahwa para prajurit lain mungkin tidak akan mematuhi orang yang mereka anggap begitu aneh.

Pada Oktober 1918, Hitler mengalami kebutaan dalam serangan gas mustard Inggris. Ia dikirim ke rumah sakit militer dan berangsur-angsur pulih penglihatannya. Sementara ia berada di rumah sakit, Jerman menyerah kalah. Hitler jatuh ke dalam keadaan depresi berat, dan masuk kedalam periode ketika ia tidak bisa berhenti menangis. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya berbalik ke arah dinding rumah sakit menolak untuk berbicara dengan siapa pun. Sekali lagi upaya Hitler telah berakhir dengan kegagalan.

Adolf Hitler
Adolf Hitler (baris ke 5 dari kiri berdiri paling belakang)-saat menjalani perawatan di rumah sakit

Adolf Hitler Terjun Dalam Bidang Politik dan bergabung dengan Partai Nazi

Setelah perang usai, Hitler ditempatkan di Munich, ibukota Bavaria. Ketika Hitler berada di Munich, terjadi suatu insiden pemberontakan orang-orang lokal, Kurt Eisner, pemimpin Partai Sosialis Independen, menyatakan Bavaria sebuah Republik Sosialis. Hitler dikejutkan oleh suatu gelombang revolusi. Sebagai Nasionalis Jerman ia tidak setuju dengan keyakinan sosialis yang berdasarkan akan kesetaraan derajat. Hitler melihat sosialisme sebagai bagian dari konspirasi Yahudi. Banyak pemimpin sosialis di Jerman, termasuk Kurt Eisner, Rosa Luxemburg, Ernst Toller dan Eugen Levine adalah orang Yahudi. Begitu juga banyak dari para pemimpin Revolusi Oktober di Rusia. Ini termasuk Leon Trotsky, Gregory Zinoviev, Kamenev Lev, Dimitri Bogrov, Karl Radek, Yakov Sverdlov, Maxim Litvinov, Adolf Joffe, dan Moisei Uritsky. Itu tidak luput dari perhatian Hitler bahwa Karl Marx, pencetus sosialisme, juga seorang Yahudi.

Bukanlah suatu kejadian yang kebetulan kalau orang-orang Yahudi telah bergabung pada partai-partai sosialis dan komunis di Eropa. Alasannya karena orang orang Yahudi telah dianiaya selama berabad-abad dan karena itu tertarik pada sebuah gerakan yang menyatakan bahwa semua pria dan wanita pantas untuk diperlakukan secara sama. Pesan ini diperkuat ketika pada 10 Juli 1918, pemerintahan Bolshevik di Rusia mengesahkan undang-undang yang menghapuskan semua diskriminasi antara orang Yahudi dan non-Yahudi.

Pemberontakan orang orang sosialis itu berlangsung tidak sampai Mei 1919 ketika Tentara Jerman memasuki Munich dan menggulingkan Republik Sosialis Bavaria. Hitler ditangkap dengan tentara lainnya di Munich dan dituduh sebagai seorang sosialis. Ratusan sosialis dieksekusi tanpa pengadilan, tetapi Hitler mampu meyakinkan mereka bahwa dia telah menjadi penentang para pemberontak. Untuk membuktikanya ia mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk membantu mengidentifikasi tentara yang telah mendukung Republik Sosialis. Pihak berwenang menyetujui usulan ini dan Hitler dipindahkan ke komisi yang menyelidiki revolusi.

Informasi yang disediakan oleh Hitler membantu penelusuran beberapa tentara yang terlibat dalam pemberontakan. Para Perwira atasanya sangat terkesan dengan permusuhannya terhadap ide-ide sayap kiri dan ia direkrut sebagai tentsara untuk urusan  politik. Pekerjaan baru Hitler adalah memberi kuliah para tentara dalam bidang politik. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan filsafat politik angkatan darat Jerman yang nasionalis agar dapat diterima oleh para tentara dan membantu untuk memerangi pengaruh Revolusi Rusia pada tentara Jerman.

Hitler, yang selama bertahun-tahun telah diabaikan ketika berpidato tentang masalah politik, sekarang mulai memiliki pendengar setia. Iklim politik pada saat itu juga berubah. Jerman adalah negara yang kalah perang dalam perang dunia I dan sedang mengalami kekecewaanya. Di Versailles pemerintah Jerman telah dipaksa untuk menandatangani perjanjian damai yang harus melepaskan 13% dari wilayahnya. Ini berarti hilangnya 6 juta orang, dan sebagian besar prosentasi bahan bakunya (65% dari cadangan bijih besi, 45% batubara nya, 72% sengnya) dan 10% dari pabrik nya. Jerman juga kehilangan semua koloni di luar negerinya. Menurut ketentuan perjanjian ini , Jerman juga harus membayar kerusakan yang disebabkan oleh perang. Ini membutuhkan dana sebesar 38% dari kekayaan nasionalnya.

Hitler tidak lagi terisolasi. Para tentara Jerman yang menghadiri kuliahnya mendapat perasaaan yang sama atas kekecewaan ini. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Jerman mengalami kekalahan di medan perang dunia I karena telah dikhianati oleh orang-orang Yahudi dan Marxis yang selalu meyebarkan revolusi dan menggerogoti upaya perang.

Tentara Jerman juga mulai menggunakan Hitler sebagai mata-mata. Pada bulan September 1919, ia diperintahkan untuk menghadiri pertemuan Partai Pekerja Jerman (DAP). Tentara mulai cemas kalau partai baru ini yang dipimpin oleh Anton Drexler, mungkin menganjurkan revolusi komunis. Hitler menemukan bahwa ide-ide politik partai ini banyak kemiripanya dengan gagasannya sendiri. Dia menyetujui nasionalisme Jerman yang di usung Drexler dan anti-Semitisme, tetapi tidak terkesan dengan cara partai diorganisir. Meskipun ada disana sebagai mata-mata, Hitler tidak bisa menahan diri ketika seorang anggota partai melontarkan pendapat yang bertentangan dengan pemikirannya, ia berdiri dan membuat pidato yang penuh gairah pada subjek tersebut.

Drexler terkesan dengan kemampuan Hitler sebagai orator dan mengundangnya untuk bergabung dengan partainya. Pada awalnya Hitler enggan, tapi didorong oleh komandannya, Kapten Karl Mayr, ia akhirnya setuju. Dia orang yang kelima puluh empat yang bergabung dalam partai DAP tersebut. Hitler segera diminta untuk bergabung dengan komite eksekutif dan kemudian ditunjuk sebagai manajer propaganda partai.

Dalam beberapa minggu ke depan Hitler membawa beberapa anggota pasukannya ke partai tersebut, termasuk satu perwira komandannya, Kapten Ernst Roehm. Kedatangan Roehm merupakan perkembangan penting karena ia memiliki akses ke dana politik tentara dan mampu mentransfer sejumlah uang ke dalam partai tersebut. Partai Pekerja Jerman menggunakan sebagian dari uang ini untuk mengiklankan pertemuan mereka. Hitler seringkali menjadi pembicara utama dan selama periode itu ia mengembangkan teknik yang membuatnya menjadi ahli pidato yang semakin meyakinkan .

Hitler selalu tiba terlambat pada tiap pertemuan. Hal ini membantu membuat suatu situasi yang tegang dalam penantian akan kehadirannya . Dia segera berdiri di panggung, berdiri tegak dan menunggu sampai semuanya hening sebelum ia memulai pidatonya. Selama beberapa bulan pertama, Hitler tampak gugup dan berbicara terbata-bata. Perlahan-lahan ia mulai dapat menghilangkan ketegangannya dan gaya penyampaianyapun mulai berubah. Dia akan mulai mengoncangkan panggung dari sisi satu ke sisi yang dan mulai menggerak gerakkan tangannya. Suaranya akan semakin keras dan semakin bergairah. Keringat mengalir dari dahinya, wajahnya berubah menjadi pucat, matanya melotot dan suaranya menggeletar karena emosi. Dia gembar-gembor dan meracau tentang ketidakadilan yang diterima negara Jerman dan memainkan emosi pendengarnya tentang kebencian dan iri hati. Pada akhir pidato, para penonton akan berada dalam keadaan histeris dan bersedia melakukan apa pun yang Hitler arahkan.

Segera setelah pidatonya selesai, Hitler akan segera meninggalkan panggung dan menghilang dari pandangan para penonton. Menolak untuk difoto, tujuan Hitler adalah untuk menciptakan suasana misteri tentang dirinya sendiri, berharap hal itu akan mendorong orang lain untuk datang dan mendengar pria yang sekarang sedang digambarkan sebagai "Mesias baru".

Reputasi Hitler sebagai orator bertumbuh dengan pesat dan segera menjadi jelas bahwa ia adalah alasan utama mengapa orang-orang bergabung dengan partainya. Hal ini memberikan kekuatan yang besar bagi Hitler dalam partainya karena mereka tahu, mereka tidak mampu untuk kehilangan dia. Salah satu perubahan yang disarankan oleh Hitler adalah masalah penambahan kata "Sosialis" pada nama partai. Hitler selalu bermusuhan dengan ide-ide sosialis, terutama yang melibatkan persamaan ras atau gender. Namun, sosialisme adalah filsafat politik populer di Jerman setelah Perang Dunia Pertama. Hal ini tercermin dari pertumbuhan partai partai di Jerman, Partai Sosial Demokrat (SDP) yang menjadi saingan partainyanya, bertumbuh menjadi partai politik terbesar di Jerman.

Karena alasan inilah, Hitler mulai mendefinisikan ulang makna sosialisme dengan menempatkan kata 'Nasional' sebelum kata sosialisme. Ia hanya mendukung kesetaraan sosial bagi mereka yang memiliki "darah Jerman". Artinya sosialis untuk golongannya/ bangsanya sendiri. Orang Yahudi dan "orang asing" lainnya akan kehilangan hak-hak mereka sebagai warga negara, dan imigrasi non-Jerman harus dihentikan.

Pada bulan Februari 1920, Partai Pekerja Jerman (DAP) yang telah berubah menjadi Partai Pekerja Nasional Sosialis Jerman (NSDAP) menerbitkan program pertama partai yang dikenal sebagai "25 Points". Dalam program partai ini salah satu pointnya menolak persyaratan Perjanjian Versailles dan menyerukan penyatuan kembali seluruh rakyat Jerman. Untuk memperkuat ide-ide mereka tentang nasionalisme, persamaan hak hanya untuk diberikan kepada warga negara Jerman. "Orang asing" akan ditolak hak-haknya.

Untuk menarik kelas pekerja dan kelas sosial, program partainya menawarkan beberapa hal seperti pemerataan pendapatan dan keuntungan perang, pembagian keuntungan di industri besar, nasionalisasi kekayaaan negara, peningkatan pensiun hari tua dan pendidikan gratis.

Pada tanggal 24 Februari 1920, NSDAP (kemudian sering disebut/disingkat sebagai Partai Nazi) menggelar rapat akbar untuk mengumumkan program baru partai tersebut. Rapat akbar tersebut dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang, suatu peningkatan dalam jumlah besar dibandingkan pertemuan pertama partai yang hanya dihadiri 25 orang.

Simbol Partai  NAZI/NSDAP
Simbol Partai  NAZI/NSDAP
Hitler tahu bahwa pertumbuhan partai ini terutama karena keahliannya sebagai orator, dan pada musim gugur 1921 ia menantang Anton Drexler untuk kepemimpinan partai. Setelah perlawanan yang singkat, Drexler dapat menerima kekalahannya, yang memang tak dapat dielakan lagi, dan Hitler menjadi pemimpin baru Partai Nazi.
Kemampuan Hitler untuk membangkitkan emosi pendukungnya dengan kemarahan dan kebencian sering mengakibatkan mereka kadang kadang melakukan aksi kekerasan. Pada September 1921, Hitler dikirim ke penjara selama tiga bulan karena menjadi bagian dari massa yang memukuli seorang politisi yang menjadi saingannya.
Ketika Hitler dibebaskan, ia membentuk satuan garda pengamanan partai Nazi yang disebut Sturm Abteilung/SA (Sturm Troopers).

SA (juga dikenal sebagai Garda pengaman atau the Brown Shirt) berfungsi untuk menjaga atau mengamankan  pertemuan partai dan untuk melindungi Hitler dari serangan balas dendam pihak lawan. Kapten Ernst Roehm dari Angkatan Darat Bavarian memainkan peran penting dalam perekrutan  orang-orang yang menjadi anggota SA, dan Hermann Goering, mantan pilot angkatan udara Jerman dalam Perang Dunia 1, pernah menjadi salah satu pemimpin SA.

Anggota SA kebanyakan mantan anggota Freikorps (tentara swasta sayap kanan/ tentara bayaran yang tumbuh subur setelah Perang Dunia I berakhir) yang memiliki pengalaman cukup meyakinkan dalam menggunakan kekerasan terhadap saingan mereka.

Anggota SA mengenakan jaket abu-abu, kemeja coklat (semacam kain yang berwarna coklat kekuningan yang awalnya ditujukan untuk prajurit Jerman yang bertugas di Afrika tetapi dibeli dalam jumlah besar dari Angkatan Darat Jerman oleh Partai Nazi), ban lengan swastika, topi tentara gunung,celana setinggi lutut, kaus kaki wol tebal dan sepatu tempur. Didampingi oleh rombongan pemain musik dan membawa bendera swastika, mereka akan berparade melalui jalan-jalan Munich. Pada akhir pawai, Hitler akan berpidato dengan berapi-api yang mendorong pendukungnya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Yahudi dan lawan politik dari partai sayap kiri.

Hitler & SA
Hitler & SA
Biasanya kekerasan ini sering ditujukan terhadap orang-orang anggota partai Sosialis dan Komunis, tetapi pejabat lokal sayap kanan pemerintahan Bavaria tidak mengambil tindakan tegas terhadap ulah anggota Partai Nazi. Namun, pemerintah pusat di Berlin khawatir dan mengeluarkan "Hukum untuk Perlindungan Republik". Sebagai jawabanya Hitler mengadakan penggalangan massa yang dihadiri oleh 40.000 orang. Pada pertemuan tersebut Hitler menyerukan penggulingan pemerintah Jerman dan bahkan menyarankan bahwa pemimpinnya harus dieksekusi.


Beer Hall Putsch

Pada tahun 1923 Pemerintah Jerman harus berurusan dengan serangkaian masalah yang sulit. Pada bulan Januari Tentara Perancis menduduki Ruhr karena mereka mengklaim pihak Jerman gagal dalam membayar pampasan perang. Pekerja di Ruhr merespon dengan melakukan pemogokan besar besaran yang memperparah perekonomian Jerman. Salah satu konsekuensi dari hal ini adalah laju inflasi yang cepat, orang orang mendapati bahwa tabungan mereka menjadi tidak berharga, dan mereka mulai berbalik melawan pemerintah.

Pada tanggal 13 Agustus, Gustav Stresemann menjadi Kanselir baru Jerman. Ketika Stresemann memutuskan untuk membatalkan perlawanan terhadap pendudukan Perancis Ruhr dan mulai membayar ganti rugi kepada Sekutu lagi, Hitler memutuskan sudah waktunya bagi dia untuk menjadi pemimpin baru bagi Jerman.

Pada 8 November 1923, pemerintah Bavaria mengadakan pertemuan yang dihadiri sekitar 3.000 pejabat. Sementara Gustav von Kahr, pemimpin pemerintah Bavaria disitu berpidato, Hitler dan anggota SA yang bersejata memasuki gedung. Hitler melompat ke meja, melepaskan dua tembakan ke udara dan mengatakan kepada hadirin bahwa Munich Putsch sedang berlangsung dan Revolusi Nasional telah dimulai.

Meninggalkan Hermann Goering dan anggota SA untuk menjaga 3.000 pejabat, Hitler mengambil Gustav von Kahr, Otto von Lossow, komandan Angkatan Darat Bavarian dan Hans von Seisser, komandan dari Bavarian Kepolisian Negara ke kamar sebelah. Hitler mengatakan kepada ketiga orang itu bahwa ia akan menjadi pemimpin baru Jerman dan menawarkan mereka posisi dalam pemerintahan barunya. Sadar bahwa ini akan menjadi sebuah tindakan pengkhianatan tingkat tinggi, tiga orang yang awalnya enggan untuk menyetujui tawaran ini. Hitler marah dan mengancam akan menembak mereka dan kemudian melakukan bunuh diri: "Saya memiliki tiga peluru untuk Anda, Tuan-tuan, dan satu untuk saya"  Akhirnya ketiga orang ini setuju.

Segera setelah itu Eric Ludendorff tiba. Ludendorff adalah pemimpin Angkatan Darat Jerman pada akhir Perang Dunia Pertama dan dia setuju dengan gagasan Hitler bahwa Jerman tidak dikalahkan dalam peperangan dengan kekuatan senjata tapi oleh pengkianatan orang-orang Yahudi, Sosialis, Komunis. Ludendorff setuju untuk menjadi kepala Angkatan Darat Jerman dalam pemerintahan Hitler.

Ketika Hitler sedang menunjuk menteri menteri dalam pemerintah barunya. Ernst Roehm, memimpin sekelompok SA, berhasil menduduki Departemen Perang dan Rudolf Hess sedang mengatur penangkapan Yahudi dan pemimpin politik sayap kiri di Bavaria.

Hitler sekarang berencana untuk berbaris menuju Berlin dan akan menghapuskan pemerintah nasional. Anehnya, Hitler tidak menyuruh beberapa anggota SA untuk mengambil alih stasiun radio dan kantor telegraf. Ini berarti bahwa pemerintah pusat di Berlin segera mendengar tentang kudeta Hitler dan memberikan perintah untuk menghancurkannya.

Keesokan harinya Hitler, Eric Ludendorff, Hermann Goering dan 3.000 pendukung bersenjata dari Partai Nazi berbaris menuju pusat kota Munich dalam upaya untuk bergabung dengan pasukan Roehm di Departemen Perang. Di daerah Odensplatz mereka mendapati jalanan telah diblokir oleh polisi Munich. Ketika mereka menolak untuk berhenti, polisi menembak ke tanah di depan demonstran. Para pasukan SA membalas menembakan senjata apinya dan selama baku tembak beberapa menit berikutnya 21 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka, termasuk Hermann Goering.

Ketika baku tembak dimulai, Hitler melemparkan dirinya ke tanah dan mengakibatkan tulang bahunya terluka. Hitler kehilangan keberaniannya dan berlari ke mobil di dekatnya. Meskipun polisi kalah jumlah, para anggota Nazi mengikuti contoh pemimpin mereka dan melarikan diri. Hanya Eric Ludendorff dan ajudannya terus berjalan menuju ke arah polisi. para Sejarawan Nazi kemudian hari mengklaim bahwa alasan Hitler meninggalkan tempat kejadian itu begitu cepat karena dia harus buru-buru membawa seorang anak muda yang terluka ke rumah sakit setempat.

Setelah bersembunyi di rumah seorang teman selama beberapa hari, Hitler ditangkap dan diadili karena perannya dalam Beer Hall Putsch. Jika terbukti bersalah, Hitler menghadapi hukuman mati. Sementara itu di penjara Hitler menderita depresi dan berniat untuk bunuh diri. Namun, segera menjadi jelas bahwa simpatisan Nazi di pemerintah Bavaria akan memastikan bahwa Hitler tidak akan dihukum berat.

Pada persidangannya, Hitler diizinkan untuk mengubah proses peradilan menjadi rapat umum politik, dan meskipun ia ditemukan bersalah, dia hanya menerima hukuman minimal lima tahun (yang dijalaninya hanya 1 tahun). Anggota lain dari Partai Nazi juga menerima hukuman ringan dan Eric Ludendorff dibebaskan. Akibat positif dari kegagalan pemberontakan ini adalah: Partai Nazi dan Adolf Hitler yang tadinya cuma partai dan tokoh lokal malah menjadi terkenal di seluruh negara Jerman (nasional). Tentang Beer Hall Putsch bisa dilihat disini.

(bersambung)
Diterjemahkan dari www.spartacus.schoolnet.co.uk

Ditulis kembali oleh
Perang Dunia 2

Henki Triswanto

Hanya tertarik pada Perang Dunia 2, apa yang telah saya pelajari,saya share-kan kembali, agar saya mendapat lebih banyak lagi....

Tag : Adolf Hitler
0 Komentar untuk "Adolf Hitler Bergabung dengan Partai NAZI -Riwayat Adolf Hitler bagian 2"

Back To Top